Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli

View through CrossRef
Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.
Title: Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli
Description:
Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis.
Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh.
Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test.
Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%).
Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah.
Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurun sekresi insulin yang progresif dan dilatar belakangi ...
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR
INTERVENSI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN KARANGANYAR
Latar Belakang: Pengelolaan kadar gula darah merupakan aspek penting dalam penanganan diabetes melitus (DM) untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi relaks...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Diabetes Self Management Education merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pasien Diabetes Melitus. Penelit...
Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif dalam Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes di RSAU Jakarta
Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif dalam Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes di RSAU Jakarta
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit akibat fungsi atau struktur dari jaringan atau organ tubuh yang secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena usia atau gaya hi...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 PUSKESMAS TRAUMA CENTER SAMARINDA
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 PUSKESMAS TRAUMA CENTER SAMARINDA
Diabetes melitus adalah penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang bisa menyebabkan kurangnya insulin. Kepatuhan diet merupakan faktor yang memengaruhi kadar gula darah pende...

Back to Top