Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN DAYA DUKUNG LAHAN BERDASARKAN RENCANA POLA RUANG RTRW 2012 – 2032 KOTA TANGERANG
View through CrossRef
Kota Tangerang memiliki posisi yang strategis sebagai kota penyangga yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk, sehingga membuat Kota Tangerang menjadi pusat investasi. Akibatnya, terjadi perluasan kawasan permukiman dari 7.712 hektar (2021) menjadi 7.953 hektar (2024), yang telah melampaui rencana RTRW tahun 2012–2032 yaitu 7.453 hektar yang menandakan terjadinya oversupply kawasan perumukiman. Peningkatan kawasan permukiman sebagai lahan terbangun berdampak pada penurunan lahan non terbangun, yang sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dari padatnya aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan Kota Tangerang pada tahun 2032 berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif, yaitu dengan menganalisis daya dukung lahan melalui perbandingan antara ketersediaan lahan berdasarkan RTRW dan kebutuhan lahan yang dihitung dari proyeksi jumlah penduduk tahun 2032. Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2032, kebutuhan lahan untuk permukiman dan kegiatan ekonomi masih dapat terpenuhi, namun kebutuhan ruang terbuka tidak terpenuhi. Kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan ruang untuk lahan non terbangun belum sepenuhnya mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan yang berisiko menurunkan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa daya dukung lahan di Kota Tangerang diproyeksikan akan terlampaui pada tahun 2032 akibat ketidakseimbangan antara lahan terbangun dan non terbangun.
Universitas Trisakti
Title: KAJIAN DAYA DUKUNG LAHAN BERDASARKAN RENCANA POLA RUANG RTRW 2012 – 2032 KOTA TANGERANG
Description:
Kota Tangerang memiliki posisi yang strategis sebagai kota penyangga yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk, sehingga membuat Kota Tangerang menjadi pusat investasi.
Akibatnya, terjadi perluasan kawasan permukiman dari 7.
712 hektar (2021) menjadi 7.
953 hektar (2024), yang telah melampaui rencana RTRW tahun 2012–2032 yaitu 7.
453 hektar yang menandakan terjadinya oversupply kawasan perumukiman.
Peningkatan kawasan permukiman sebagai lahan terbangun berdampak pada penurunan lahan non terbangun, yang sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dari padatnya aktivitas kota.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan Kota Tangerang pada tahun 2032 berdasarkan RTRW.
Metode yang digunakan bersifat kuantitatif, yaitu dengan menganalisis daya dukung lahan melalui perbandingan antara ketersediaan lahan berdasarkan RTRW dan kebutuhan lahan yang dihitung dari proyeksi jumlah penduduk tahun 2032.
Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2032, kebutuhan lahan untuk permukiman dan kegiatan ekonomi masih dapat terpenuhi, namun kebutuhan ruang terbuka tidak terpenuhi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan ruang untuk lahan non terbangun belum sepenuhnya mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan yang berisiko menurunkan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa daya dukung lahan di Kota Tangerang diproyeksikan akan terlampaui pada tahun 2032 akibat ketidakseimbangan antara lahan terbangun dan non terbangun.
Related Results
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
Prediksi daya dukung tiang rencana dari beberapa metode statis dan dinamis sering ditemui tidak sesuai denga daya dukung aktual di lapangan. Daya dukung tiang rencana tersebut haru...
STRATEGI PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN TANGERANG
STRATEGI PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN TANGERANG
The study was based on the issue faced by the agricultural sector in Tangerang Regency which is the conversion of irrigated land. This conversion occurred due to increased populati...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Identifikasi Tipologi Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Penggunaan Lahan Di Kota Malang
Identifikasi Tipologi Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Penggunaan Lahan Di Kota Malang
Perkembangan Kota Malang yang pesat mengingat Kota Malang sebagai kota wisata dan kota pelajar. Hal ini dapat dilihat melalui penambahan lahan permukiman pada tahun 2015 seluas 72,...
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN MENGANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN MENGANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG
Kecamatan Kepanjen sebagai pilot project dalam penelitian ini dimana Kepanjen merupakan kecamatan yang terletak di Kabupaten Malang. Kecamatan Kepanjen merupakan ibukota Kabupaten ...
Analisis Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Aceh Selatan
Analisis Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Aceh Selatan
Abstrak. Seiring terjadinya penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak meng...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

