Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dan Tingkat Pendapatan Dengan Angka Kejadian Stunting Anak Usia Balita Di Puskesmas Arso 3 Tahun 2024

View through CrossRef
Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Provinsi Papua menduduki urutan ke 3 yang mengalami stunting di Indonesia dengan persentase 34,6%. Kurangnya zat gizi khususnya pada anak dapat menimbulkan dampak negatif baik dalam waktu jangka pendek (akut) dan jangka waktu yang lama (kronik). Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting anak usia balita di Puskesmas Arso 3 Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dan balita yang datang ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Arso 3. Responden dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah angka kejadian stunting. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data antropometri balita dikonversikan ke dalam nilai terstandar (z-score). Data dianalisa menggunakan uji Chi-square pada aplikasi SPSS dengan standar p-value<0,05. Hasil: Dari 283 responden ibu dan balita terdapat 9,9% angka kejadian stunting pada penelitian ini. Analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting pada balita (p=0,001 ; p=0,047). Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting.
Title: Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dan Tingkat Pendapatan Dengan Angka Kejadian Stunting Anak Usia Balita Di Puskesmas Arso 3 Tahun 2024
Description:
Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Provinsi Papua menduduki urutan ke 3 yang mengalami stunting di Indonesia dengan persentase 34,6%.
Kurangnya zat gizi khususnya pada anak dapat menimbulkan dampak negatif baik dalam waktu jangka pendek (akut) dan jangka waktu yang lama (kronik).
Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting anak usia balita di Puskesmas Arso 3 Tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dan balita yang datang ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Arso 3.
Responden dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Variabel independen penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah angka kejadian stunting.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data antropometri balita dikonversikan ke dalam nilai terstandar (z-score).
Data dianalisa menggunakan uji Chi-square pada aplikasi SPSS dengan standar p-value<0,05.
Hasil: Dari 283 responden ibu dan balita terdapat 9,9% angka kejadian stunting pada penelitian ini.
Analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting pada balita (p=0,001 ; p=0,047).
Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan tingkat pendapatan dengan angka kejadian stunting.

Related Results

Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
Hubungan Pernikahan Usia Dini Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Anreapi
Hubungan Pernikahan Usia Dini Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Anreapi
Stunting sudah menjadi salah satu permasalahan gizi besar yang dihadapi dunia, khususnya  di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting sendiri merupakan status gizi yang diseba...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1
Keadaan stunting (kerdil) terjadi ketika pertumbuhan balita memiliki tinggi atau panjang badan kurang dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak yang ditetap...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis). Kekurangan gizi kronis menyebabkan hambatan dalam proses pem...

Back to Top