Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kritik Filsafat:Kritik Tahafut Al- Tahafut terhadap Tahafut Al-Falasifah
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik filsafat yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd dalam karyanya Tahafut al-Tahafut terhadap Tahafut al-Falasifah karya Al-Ghazali. Kajian ini mengulas pandangan filosofis kedua tokoh besar Islam dalam sejarah pemikiran Islam, khususnya dalam perdebatan antara filsafat dan teologi. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana Ibnu Rusyd mendekonstruksi argumen Al-Ghazali terhadap filsafat, serta menilai relevansi kritik tersebut dalam konteks pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks kritis dengan pendekatan historis-filosofis. Data primer berupa karya Tahafut al-Tahafut dan Tahafut al-Falasifah dianalisis secara mendalam dengan mencermati struktur argumentasi, konteks historis, serta implikasi filosofisnya. Data sekunder berupa literatur pendukung dari ulama klasik dan modern digunakan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Rusyd berhasil menawarkan pembelaan terhadap filsafat melalui argumentasi logis yang bertumpu pada konsistensi metodologi filsafat dan pemikiran rasional. Kritiknya terhadap Al-Ghazali tidak hanya menyoroti kelemahan epistemologi teologis, tetapi juga menegaskan pentingnya harmoni antara wahyu dan akal. Kesimpulannya, karya Tahafut al-Tahafut merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah filsafat Islam yang menunjukkan upaya integrasi antara tradisi keagamaan dan pemikiran rasional, yang tetap relevan untuk mengatasi tantangan pemikiran modern.
This study aims to analyze the philosophical critique presented by Ibn Rushd in his work Tahafut al-Tahafut against Tahafut al-Falasifah by Al-Ghazali. The research examines the philosophical views of these two prominent Islamic thinkers in the history of Islamic thought, particularly in the debate between philosophy and theology. The main focus is to understand how Ibn Rushd deconstructs Al-Ghazali's arguments against philosophy and evaluates the relevance of this critique in the context of contemporary Islamic thought. The method used in this study is critical textual analysis with a historical-philosophical approach. Primary data, including the texts of Tahafut al-Tahafut and Tahafut al-Falasifah, were deeply analyzed by examining the structure of arguments, historical context, and their philosophical implications. Secondary data from classical and modern scholars' literature were utilized to support the analysis. The results indicate that Ibn Rushd successfully offers a defense of philosophy through logical arguments grounded in the consistency of philosophical methodology and rational thought. His critique of Al-Ghazali not only highlights the epistemological weaknesses of theological arguments but also emphasizes the importance of harmony between revelation and reason. In conclusion, Tahafut al-Tahafut stands as a significant milestone in the history of Islamic philosophy, demonstrating efforts to integrate religious traditions with rational thought, which remains relevant in addressing modern intellectual challenges.
Title: Analisis Kritik Filsafat:Kritik Tahafut Al- Tahafut terhadap Tahafut Al-Falasifah
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik filsafat yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd dalam karyanya Tahafut al-Tahafut terhadap Tahafut al-Falasifah karya Al-Ghazali.
Kajian ini mengulas pandangan filosofis kedua tokoh besar Islam dalam sejarah pemikiran Islam, khususnya dalam perdebatan antara filsafat dan teologi.
Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana Ibnu Rusyd mendekonstruksi argumen Al-Ghazali terhadap filsafat, serta menilai relevansi kritik tersebut dalam konteks pemikiran Islam kontemporer.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks kritis dengan pendekatan historis-filosofis.
Data primer berupa karya Tahafut al-Tahafut dan Tahafut al-Falasifah dianalisis secara mendalam dengan mencermati struktur argumentasi, konteks historis, serta implikasi filosofisnya.
Data sekunder berupa literatur pendukung dari ulama klasik dan modern digunakan untuk memperkuat analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Rusyd berhasil menawarkan pembelaan terhadap filsafat melalui argumentasi logis yang bertumpu pada konsistensi metodologi filsafat dan pemikiran rasional.
Kritiknya terhadap Al-Ghazali tidak hanya menyoroti kelemahan epistemologi teologis, tetapi juga menegaskan pentingnya harmoni antara wahyu dan akal.
Kesimpulannya, karya Tahafut al-Tahafut merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah filsafat Islam yang menunjukkan upaya integrasi antara tradisi keagamaan dan pemikiran rasional, yang tetap relevan untuk mengatasi tantangan pemikiran modern.
This study aims to analyze the philosophical critique presented by Ibn Rushd in his work Tahafut al-Tahafut against Tahafut al-Falasifah by Al-Ghazali.
The research examines the philosophical views of these two prominent Islamic thinkers in the history of Islamic thought, particularly in the debate between philosophy and theology.
The main focus is to understand how Ibn Rushd deconstructs Al-Ghazali's arguments against philosophy and evaluates the relevance of this critique in the context of contemporary Islamic thought.
The method used in this study is critical textual analysis with a historical-philosophical approach.
Primary data, including the texts of Tahafut al-Tahafut and Tahafut al-Falasifah, were deeply analyzed by examining the structure of arguments, historical context, and their philosophical implications.
Secondary data from classical and modern scholars' literature were utilized to support the analysis.
The results indicate that Ibn Rushd successfully offers a defense of philosophy through logical arguments grounded in the consistency of philosophical methodology and rational thought.
His critique of Al-Ghazali not only highlights the epistemological weaknesses of theological arguments but also emphasizes the importance of harmony between revelation and reason.
In conclusion, Tahafut al-Tahafut stands as a significant milestone in the history of Islamic philosophy, demonstrating efforts to integrate religious traditions with rational thought, which remains relevant in addressing modern intellectual challenges.
Related Results
The Conflict Between Reason and Revelation in al-Ghazali’s Tahāfut al-Falāsifah: A Critical Study of Intellectual Sources
The Conflict Between Reason and Revelation in al-Ghazali’s Tahāfut al-Falāsifah: A Critical Study of Intellectual Sources
Abstract
This study offers a critical reappraisal of Abu Hamid al-Ghazali’s Tahāfut al-Falāsifah, challenging the common view that he rejected philosophy entirely. By closely readi...
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Filsafat Ilmu merupakan salah satu cabang khusus dari Filsafat yang memiliki kedudukan dan posisi yang strategis dalam membangun paradigma ilmu di Indonesia. Penelitian ini akan me...
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Buku berjudul The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated patut dibaca untuk memahami perdebatan dalam filsafat kontemporer. Buku ini ditulis ole...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Filsafat dan matematika mempunyai keterkaitan dalam pembelajaran matematika, keterkaitan dapat dilihat pada model pembelajaran matematika terutama yang berbasis konstruktivistik da...
Analisis Kritik Filsafat: Kritik Tahafut Al-Tahafut terhadap Tahafut Al-Falasifah
Analisis Kritik Filsafat: Kritik Tahafut Al-Tahafut terhadap Tahafut Al-Falasifah
Dalam tulisan ini, penulis menerangkan tentang kritik Ibnu Rusyd terhadap tiga kekeliruan filsafat Al-Ghazali, Kritikan terhadap filsafat Al-Ghazali tentang alam adalah qadim (ada ...

