Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Status Gizi dan Keparahan Pneumonia pada Balita di RS Al-Islam Bandung

View through CrossRef
Abstract. Pneumonia is one of the dominant factors contributing to high morbidity and mortality rates among children under five years of age, particularly in low- and middle-income countries. Nutritional status is known to play an important role in determining susceptibility to infection and the severity of the disease. This study aimed to analyze the association between nutritional status and the severity of pneumonia among under-five children at Al-Islam Hospital Bandung during the period 2021–2023. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The subjects were under-five children diagnosed with pneumonia during the 2021–2023 period. Using a simple random sampling technique, a total of 310 children met the inclusion and exclusion criteria. Nutritional status was assessed using the weight-for-age (W/A) indicator based on WHO standards, while the severity of pneumonia was classified according to WHO guidelines. The findings showed that the majority of under-five pneumonia patients had a good nutritional status, accounting for 156 children (50.3%), and most cases were classified as pneumonia, totaling 214 children (69.0%). Statistical analysis using the Pearson Chi-Square test demonstrated a significant association between nutritional status and the severity of pneumonia among under-five children (p < 0.05). Abstrak. Pneumonia merupakan salah satu faktor dominan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak kelompok usia balita, terutama pada negara berpendapatan rendah dan menengah. Status gizi diketahui berperan penting dalam menentukan kerentanan dan tingkat keparahan infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan tingkat keparahan pneumonia pada balita di Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada tahun 2021-2023. Desainnya observasional analitik dengan cross-sectional. Variabel penelitian ini adalah balita yang berusia 12-60 bulan yang didiagnosis pneumonia pada periode 2021–2023. Dengan teknik simple random sampling diperoleh total 310 balita yang sesuai dengan kriteria inklusi serta eksklusi. Status gizi ditentukan menggunakan indikator BB/U berdasarkan WHO, sementara derajat keparahan pneumonia diklasifikasikan menurut pedoman WHO. Temuan studi menggambarkan bahwa sebagian besar pasien balita dengan pneumonia di Rumah Sakit Al-Islam Bandung memiliki status gizi baik, yaitu 156 balita (50,3%), serta mayoritas berada pada derajat pneumonia, yaitu 214 balita (69,0%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Pearson Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan derajat keparahan pneumonia pada pasien balita (p < 0,05).
Title: Hubungan Status Gizi dan Keparahan Pneumonia pada Balita di RS Al-Islam Bandung
Description:
Abstract.
Pneumonia is one of the dominant factors contributing to high morbidity and mortality rates among children under five years of age, particularly in low- and middle-income countries.
Nutritional status is known to play an important role in determining susceptibility to infection and the severity of the disease.
This study aimed to analyze the association between nutritional status and the severity of pneumonia among under-five children at Al-Islam Hospital Bandung during the period 2021–2023.
This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach.
The subjects were under-five children diagnosed with pneumonia during the 2021–2023 period.
Using a simple random sampling technique, a total of 310 children met the inclusion and exclusion criteria.
Nutritional status was assessed using the weight-for-age (W/A) indicator based on WHO standards, while the severity of pneumonia was classified according to WHO guidelines.
The findings showed that the majority of under-five pneumonia patients had a good nutritional status, accounting for 156 children (50.
3%), and most cases were classified as pneumonia, totaling 214 children (69.
0%).
Statistical analysis using the Pearson Chi-Square test demonstrated a significant association between nutritional status and the severity of pneumonia among under-five children (p < 0.
05).
Abstrak.
Pneumonia merupakan salah satu faktor dominan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak kelompok usia balita, terutama pada negara berpendapatan rendah dan menengah.
Status gizi diketahui berperan penting dalam menentukan kerentanan dan tingkat keparahan infeksi tersebut.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan tingkat keparahan pneumonia pada balita di Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada tahun 2021-2023.
Desainnya observasional analitik dengan cross-sectional.
Variabel penelitian ini adalah balita yang berusia 12-60 bulan yang didiagnosis pneumonia pada periode 2021–2023.
Dengan teknik simple random sampling diperoleh total 310 balita yang sesuai dengan kriteria inklusi serta eksklusi.
Status gizi ditentukan menggunakan indikator BB/U berdasarkan WHO, sementara derajat keparahan pneumonia diklasifikasikan menurut pedoman WHO.
Temuan studi menggambarkan bahwa sebagian besar pasien balita dengan pneumonia di Rumah Sakit Al-Islam Bandung memiliki status gizi baik, yaitu 156 balita (50,3%), serta mayoritas berada pada derajat pneumonia, yaitu 214 balita (69,0%).
Hasil analisis statistik menggunakan uji Pearson Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan derajat keparahan pneumonia pada pasien balita (p < 0,05).

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
ABSTRACT  Background:  The  health  of  a  toddler  is  greatly  influenced  by  the  nutrients that  are  absorbed  into  the  body.  Lack  of  nutrients  that  are  absorbed  by ...
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarka...
Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun
Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun
Relationships between physical growth, mental development and nutritional status in children 1–3 years of ageBackground: Based on health surveys under the Ministry of Health of the...

Back to Top