Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Komunikasi Silang dalam Meningkatkan Kesadaran akan Keberadaan Tuli

View through CrossRef
Communication is something that happens every day in the society. But not everyone can communicate well because of their limitations, such as people with deaf disabled. In this study, the author used the word Deaf which begins with a capital letter to emphasize that Deafness is an identity, as people disabled who certainly have Human Rights, the "voice" of Deaf Friends also needs to be heard by society, so that they can carry out activities well and feel the equality of their fellow human beings. This study aims to determine activities in increasing public knowledge of Deaf culture through cross-communication strategies. The results show a variety of strategies used in increasing public awareness. They use the app as the primary medium to be the bridge from deaf and normal people listen in many ways. With the Sign Language Interpreter (JBI) service available on the Silang application, it makes it easier for inclusive companies to get access. The authors suggest that subsequent studies use more diverse samples and different research methods.   Komunikasi adalah suatu hal yang terjadi setiap hari di tengah masyarakat. Namun tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik karena keterbatasannya, seperti para penyandang difabel Tuli. Pada penelitian ini penulis menggunakan kata Tuli yang diawali huruf kapital untuk menekankan bahwa Tuli adalah sebuah indentitas, sebagai kaum difabel yang tentu memiliki Hak Asasi Manusia, "suara" Teman Tuli juga perlu terdengar oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menjalani aktivitas dengan baik dan merasakan kesetaraan sesama manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dalam meningkatkan pengetahuan publik akan budaya Tuli melalui strategi komunikasi Silang. Hasil menunjukkan beragam strategi yang digunakan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka menggunakan aplikasi sebagai media utama untuk menjembatani orang Tuli dan dengar dalam berbagai hal. Dengan adanya layanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang tersedia pada aplikasi, memudahkan perusahaan-perusahaan bersifat inklusif untuk mendapat akses. Penulis menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih beragam dan metode penelitian yang berbeda.
Title: Strategi Komunikasi Silang dalam Meningkatkan Kesadaran akan Keberadaan Tuli
Description:
Communication is something that happens every day in the society.
But not everyone can communicate well because of their limitations, such as people with deaf disabled.
In this study, the author used the word Deaf which begins with a capital letter to emphasize that Deafness is an identity, as people disabled who certainly have Human Rights, the "voice" of Deaf Friends also needs to be heard by society, so that they can carry out activities well and feel the equality of their fellow human beings.
This study aims to determine activities in increasing public knowledge of Deaf culture through cross-communication strategies.
The results show a variety of strategies used in increasing public awareness.
They use the app as the primary medium to be the bridge from deaf and normal people listen in many ways.
With the Sign Language Interpreter (JBI) service available on the Silang application, it makes it easier for inclusive companies to get access.
The authors suggest that subsequent studies use more diverse samples and different research methods.
  Komunikasi adalah suatu hal yang terjadi setiap hari di tengah masyarakat.
Namun tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik karena keterbatasannya, seperti para penyandang difabel Tuli.
Pada penelitian ini penulis menggunakan kata Tuli yang diawali huruf kapital untuk menekankan bahwa Tuli adalah sebuah indentitas, sebagai kaum difabel yang tentu memiliki Hak Asasi Manusia, "suara" Teman Tuli juga perlu terdengar oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menjalani aktivitas dengan baik dan merasakan kesetaraan sesama manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dalam meningkatkan pengetahuan publik akan budaya Tuli melalui strategi komunikasi Silang.
Hasil menunjukkan beragam strategi yang digunakan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Mereka menggunakan aplikasi sebagai media utama untuk menjembatani orang Tuli dan dengar dalam berbagai hal.
Dengan adanya layanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang tersedia pada aplikasi, memudahkan perusahaan-perusahaan bersifat inklusif untuk mendapat akses.
Penulis menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih beragam dan metode penelitian yang berbeda.
.

Related Results

Perilaku Imitasi Pekerja Non Tuli pada Pekerja Tuli (Studi Komunikasi Kelompok di Media KamiBijak)
Perilaku Imitasi Pekerja Non Tuli pada Pekerja Tuli (Studi Komunikasi Kelompok di Media KamiBijak)
Human will always communicate throughout their lives and one of the examples is in the work environment. In a work group, a good communication between the employees is essential to...
DUKUNGAN SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA (GERKATIN) TERHADAP PENYANDANG TULI
DUKUNGAN SOSIAL GERAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN TUNARUNGU INDONESIA (GERKATIN) TERHADAP PENYANDANG TULI
Abstract. A person with a deaf person is someone who has a disorder or damage to the ear organs. They prefer to be called Deaf (Tuli) than Deaf (Tunarungu). As a language used dail...
Pengembangan Media Teka-Teki Silang Tematik Tema Indahnya Kebersamaan Dalam Keragaman Untuk Siswa Kelas IV
Pengembangan Media Teka-Teki Silang Tematik Tema Indahnya Kebersamaan Dalam Keragaman Untuk Siswa Kelas IV
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun media teka-teki silang tematik tema Indahnya Kebersamaan dalam Keragaman untuk siswa kelas IV SD, dan mengetahui kelay...
Komunikasi Interaksionisme Simbolik Antara Pekerja Tunarungu Dengan Tamu (Studi Komunikasi di Kafe Kopi Tuli Depok)
Komunikasi Interaksionisme Simbolik Antara Pekerja Tunarungu Dengan Tamu (Studi Komunikasi di Kafe Kopi Tuli Depok)
Komunikasi interaksionisme simbolik yang berupa bahasa isyarat merupakan bentuk komunikasi tunarungu atau penyandang disabilitas tuli untuk memudahkan dalam menyampaikan pesan kepa...
STRATEGI KOMUNIKASI PRAJURU DALAM MEMILIH PRAWAYAH DI DESA ADAT TIMBRAH KABUPATEN KARANGASEM
STRATEGI KOMUNIKASI PRAJURU DALAM MEMILIH PRAWAYAH DI DESA ADAT TIMBRAH KABUPATEN KARANGASEM
ABSTRAK Prajuru Desa Adat Timbrah kesulitan dalam memilih prawayah. Kesulitan ini membuat prajuru harus melakukan strategi komunikasi. Bagaimana strategi komunikasi ini dila...
Pengaruh Sense of Community terhadap Resiliensi Orang Tuli
Pengaruh Sense of Community terhadap Resiliensi Orang Tuli
Abstract. This study was conducted to examine the extent to which a sense of community influences the level of resilience among deaf people. Mental health issues among people with ...
Assessment of Genetic Diversity and Relationship of the Two Sanga Type Cattle of Botswana Based on Microsatellite Markers
Assessment of Genetic Diversity and Relationship of the Two Sanga Type Cattle of Botswana Based on Microsatellite Markers
Abstract The study was performed to evaluate genetic variation on two Sanga type cattle found in Botswana; Tswana and Tuli using twelve microsatellite markers. All amplifie...
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS KEPADA DISABILITAS TULI
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS KEPADA DISABILITAS TULI
Pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini terhadap  penyakit tidak menular (PTM). tidak terke...

Back to Top