Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Pet attachment dengan Stres Akademik Mahasiswa
View through CrossRef
Abstract. Final-year students often experience academic stress due to the demands of completing a thesis, post-graduation preparation, and time pressure. Attachment to pets (Pet attachment) is believed to serve as a form of emotional support that may help in coping with stress. This study aims to examine the relationship between Pet attachment and academic stress among final-year students in Bandung. A quantitative correlational design was employed with 103 final-year students who owned pets, selected through convenience sampling. The instruments used were the Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) and the Student-Life Stress Inventory (SLSI). Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The results showed a significant positive correlation between Pet attachment and academic stress (r = 0.681; p < 0.05), indicating that higher levels of Pet attachment were associated with higher levels of academic stress. These findings suggest that Pet attachment functions as an emotional coping mechanism that emerges alongside stress, rather than serving solely as a stress-reducing factor. Future research is recommended to consider additional variables such as loneliness and social support.
Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir kerap menghadapi stres akademik akibat tuntutan menyelesaikan skripsi, persiapan pasca-kampus, dan tekanan waktu, sehingga keterikatan dengan hewan peliharaan (Pet attachment) diyakini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan emosional yang membantu untuk menurunkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pet attachment dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 103 mahasiswa tingkat akhir yang memiliki hewan peliharaan, yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan Student-Life Stress Inventory (SLSI), dengan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Pet attachment dan stres akademik (r = 0,681; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi tingkat Pet attachment, semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami. Temuan ini mengindikasikan bahwa Pet attachment berperan sebagai bentuk coping emosional yang muncul seiring dengan adanya stres, bukan semata-mata sebagai penurun stres. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan variabel tambahan seperti kesepian dan dukungan sosial.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Pet attachment dengan Stres Akademik Mahasiswa
Description:
Abstract.
Final-year students often experience academic stress due to the demands of completing a thesis, post-graduation preparation, and time pressure.
Attachment to pets (Pet attachment) is believed to serve as a form of emotional support that may help in coping with stress.
This study aims to examine the relationship between Pet attachment and academic stress among final-year students in Bandung.
A quantitative correlational design was employed with 103 final-year students who owned pets, selected through convenience sampling.
The instruments used were the Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) and the Student-Life Stress Inventory (SLSI).
Data were analyzed using Pearson’s correlation test.
The results showed a significant positive correlation between Pet attachment and academic stress (r = 0.
681; p < 0.
05), indicating that higher levels of Pet attachment were associated with higher levels of academic stress.
These findings suggest that Pet attachment functions as an emotional coping mechanism that emerges alongside stress, rather than serving solely as a stress-reducing factor.
Future research is recommended to consider additional variables such as loneliness and social support.
Abstrak.
Mahasiswa tingkat akhir kerap menghadapi stres akademik akibat tuntutan menyelesaikan skripsi, persiapan pasca-kampus, dan tekanan waktu, sehingga keterikatan dengan hewan peliharaan (Pet attachment) diyakini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan emosional yang membantu untuk menurunkan stres.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pet attachment dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 103 mahasiswa tingkat akhir yang memiliki hewan peliharaan, yang dipilih dengan teknik convenience sampling.
Instrumen yang digunakan adalah Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan Student-Life Stress Inventory (SLSI), dengan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Pet attachment dan stres akademik (r = 0,681; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi tingkat Pet attachment, semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami.
Temuan ini mengindikasikan bahwa Pet attachment berperan sebagai bentuk coping emosional yang muncul seiring dengan adanya stres, bukan semata-mata sebagai penurun stres.
Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan variabel tambahan seperti kesepian dan dukungan sosial.
Related Results
SEMANA DE ENFERMAGEM E SEUS ASPECTOS SOCIAIS NA VALORIZAÇÃO PROFISSIONAL: UM RELATO DE EXPERIÊNCIA DO GRUPO PET-ENFERMAGEM
SEMANA DE ENFERMAGEM E SEUS ASPECTOS SOCIAIS NA VALORIZAÇÃO PROFISSIONAL: UM RELATO DE EXPERIÊNCIA DO GRUPO PET-ENFERMAGEM
A enfermagem é o pilar da assistência pois está na linha de frente do cuidado holístico, todavia esta é estigmatizada e desvalorizada, assim como não possui reconhecimento consider...
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial. Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang p...
Comparative study of total-body PET and PET/MR in the diagnosis of liver metastases
Comparative study of total-body PET and PET/MR in the diagnosis of liver metastases
ObjectiveTo compare the diagnostic differences between total-body PET/CT (positron emission tomography/computed tomography) and PET/MR (positron emission tomography/magnetic resona...
Locus of Control dan Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
Locus of Control dan Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyusun tugas akhir sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana. Dalam prosesnya, terkadang mahasiswa harus berhadapan dengan beberap...
OPTIMISME DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PESERTA MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM)
OPTIMISME DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PESERTA MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM)
Program kampus merdeka atau MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan skill dan minatnya agar siap bersaing di dunia kerja. Namun, dalam mengikuti program ter...
POLA STRES PADA MAHASISWA PRAKTIKUM
POLA STRES PADA MAHASISWA PRAKTIKUM
Abstraksi Jumlah mahasiswa yang mengalami stres meningkat setiap semester. Respon stres dari setiap mahasiswa berbeda, Respon tersebut tergantung pada kondisi kesehatan, kepribadi...
SELF REGULATED LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA
SELF REGULATED LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA
Stres akademik merupakan respons individu terhadap kejadian yang menekan ketika menghadapi tuntutan akademik yang mempengaruhi fisiologis, kognitif, emosi, dan perilaku dari indivi...

