Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)

View through CrossRef
Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di kampus tersebut. Gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kampus yang semakin berkembang dan mendukung pengelolaan akademik serta administratif secara lebih optimal. Pondasi yang digunakan pada pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB adalah pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan bangunan bertingkat. Dengan hal ini peneliti mencoba untuk meneliti sebuah perbandingan pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan pondasi tiang spun pile diameter 30 cm dan 40 cm, manakah pondasi tiang yang paling ekonomis. Penelitian dilakukan di Komplek Agra Budi, Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian  korelasional yaitu penelitian yang identik dengan membandingkan antara satu variabel dengan variable yang lainnya dalam penelitian tersebut. Hasil dari analisis daya dukung pondasi mini pile diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 476,74 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 2502,89 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 30 cm diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 253,83 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 989,94 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 40 cm diperoleh nilai Qult tunggal adalah sebesar 374,24 ton, dan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 1.212.,54 ton. Ditinjau dari nilai ekonomis diperoleh pondasi yang paling ekonomis adalah menggunakan pondasi tiang spun pile diameter 40 cm. Namun disisi lain kelemahan dari pondasi spun pile adalah pada proses pengiriman materialnya yang memerlukan waktu lebih lama, karna di cetak dan dibeli dari luar dari pulau Kalimantan. Biasanya memerlukan waktu berkisar antara 4-5 minggu.
Title: STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
Description:
Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di kampus tersebut.
Gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kampus yang semakin berkembang dan mendukung pengelolaan akademik serta administratif secara lebih optimal.
Pondasi yang digunakan pada pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB adalah pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan bangunan bertingkat.
Dengan hal ini peneliti mencoba untuk meneliti sebuah perbandingan pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan pondasi tiang spun pile diameter 30 cm dan 40 cm, manakah pondasi tiang yang paling ekonomis.
Penelitian dilakukan di Komplek Agra Budi, Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.
Metode yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian  korelasional yaitu penelitian yang identik dengan membandingkan antara satu variabel dengan variable yang lainnya dalam penelitian tersebut.
Hasil dari analisis daya dukung pondasi mini pile diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 476,74 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 2502,89 ton.
Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 30 cm diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 253,83 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 989,94 ton.
Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 40 cm diperoleh nilai Qult tunggal adalah sebesar 374,24 ton, dan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 1.
212.
,54 ton.
Ditinjau dari nilai ekonomis diperoleh pondasi yang paling ekonomis adalah menggunakan pondasi tiang spun pile diameter 40 cm.
Namun disisi lain kelemahan dari pondasi spun pile adalah pada proses pengiriman materialnya yang memerlukan waktu lebih lama, karna di cetak dan dibeli dari luar dari pulau Kalimantan.
Biasanya memerlukan waktu berkisar antara 4-5 minggu.

Related Results

ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
KINERJA PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG BERDASARKAN DATA SONDIR
KINERJA PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG BERDASARKAN DATA SONDIR
Pembangunan Gedung baik untuk ruko maupun Plaza yang terdiri dari 2 lantai atau lebih sedang gencar dibangun di kota Malang. Penelitian ini menganalisa kinerja pondasi tiang pancan...
Analisis Daya Dukung Pondasi Spun Pile Dievaluasi Dengan Kalendering Dan PDA
Analisis Daya Dukung Pondasi Spun Pile Dievaluasi Dengan Kalendering Dan PDA
Dalam suatu proyek konstruksi jembatan, terdapat dua jenis struktur, yaitu struktur atas dan struktur bawah. Pondasi merupakan bagian dari struktur bawah yang berfungsi sebagai pen...
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG
This study aims to determine the most effective bored pile spacing to support the load of a structure. This study used a group pile configuration with dimensions 10x10, 30 m long, ...
ANALISIS PENGARUH DIAMETER TIANG TERHADAP DAYA DUKUNG LATERAL FONDASI TIANG TUNGGAL DENGAN PEMBEBANAN STATIK DAN SIKLIK
ANALISIS PENGARUH DIAMETER TIANG TERHADAP DAYA DUKUNG LATERAL FONDASI TIANG TUNGGAL DENGAN PEMBEBANAN STATIK DAN SIKLIK
The pile foundation is a frequently chosen option in constructing multi-story buildings, where the vertical load is substantial and needs to be transferred to hard soil/strata. Mul...
INTERAKSI SIMULTAN BEBAN AXIAL-LATERAL PADA PONDASI TIANG TUNGGAL
INTERAKSI SIMULTAN BEBAN AXIAL-LATERAL PADA PONDASI TIANG TUNGGAL
Pondasi tiang adalah salah satu bentuk struktur bawah dalam konstruksi sipil. Aplikasi di lapangan, pondasi tiang mendukung beban axial dari berat struktur dan lateral dari angin, ...

Back to Top