Javascript must be enabled to continue!
PENGGUNAAN TEPUNG KOMPOSIT DARI PISANG KEPOK, AMPAS KEDELAI DAN AMPAS KELAPA PADA PEMBUATAN SNACK BAR
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi terpilih dari rasio tepung komposit tepung ampas kedelai dan tepung ampas kelapa terhadap karakteristik kimia dan mutu sensori snack bar. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari lima taraf perlakuan rasio tepung ampas kedelai dan tepung ampas kelapa, yaitu P1 (10:30), P2 (15:25), P3 (20:20), P4 (25:15), dan P5 (30:10) serta dilakukan empat kali ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat (by difference), kadar serat kasar, dan penilaian sensori dengan uji deskriptif dan hedonik yang meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan penilaian keseluruhan snack bar. Data penelitian ini dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA), jika F hitung lebih besar dari F tabel dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) pada taraf 5%. Penentuan formulasi terpilih berdasarkan pada analisis kimia dibandingkan dengan produk komersial “Soyjoy”, serta penilaian sensori. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terpilih adalah P5, yaitu snack bar dengan rasio tepung pisang kepok dan tepung ampas kedelai (30:10) dengan kadar air sebesar 26,09%, kadar abu 2,35%, kadar protein 14,70%, kadar lemak 14,83%, kadar karbohidrat 42,27%, dan kadar serat kasar 5,97%. Perlakuan terpilih memiliki warna cokelat, agak beraroma kedelai, bertekstur empuk, dan agak berasa kedelai. Kadar protein dan kadar serat perlakuan terpilih ini memiliki nilai mendekati kadar protein dan kadar serat produk komersial “Soyjoy”, yaitu 13,33 dan 6,67%.
Title: PENGGUNAAN TEPUNG KOMPOSIT DARI PISANG KEPOK, AMPAS KEDELAI DAN AMPAS KELAPA PADA PEMBUATAN SNACK BAR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi terpilih dari rasio tepung komposit tepung ampas kedelai dan tepung ampas kelapa terhadap karakteristik kimia dan mutu sensori snack bar.
Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari lima taraf perlakuan rasio tepung ampas kedelai dan tepung ampas kelapa, yaitu P1 (10:30), P2 (15:25), P3 (20:20), P4 (25:15), dan P5 (30:10) serta dilakukan empat kali ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan.
Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat (by difference), kadar serat kasar, dan penilaian sensori dengan uji deskriptif dan hedonik yang meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan penilaian keseluruhan snack bar.
Data penelitian ini dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA), jika F hitung lebih besar dari F tabel dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) pada taraf 5%.
Penentuan formulasi terpilih berdasarkan pada analisis kimia dibandingkan dengan produk komersial “Soyjoy”, serta penilaian sensori.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terpilih adalah P5, yaitu snack bar dengan rasio tepung pisang kepok dan tepung ampas kedelai (30:10) dengan kadar air sebesar 26,09%, kadar abu 2,35%, kadar protein 14,70%, kadar lemak 14,83%, kadar karbohidrat 42,27%, dan kadar serat kasar 5,97%.
Perlakuan terpilih memiliki warna cokelat, agak beraroma kedelai, bertekstur empuk, dan agak berasa kedelai.
Kadar protein dan kadar serat perlakuan terpilih ini memiliki nilai mendekati kadar protein dan kadar serat produk komersial “Soyjoy”, yaitu 13,33 dan 6,67%.
Related Results
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia, disisi lain, dengan tekstur pisang yang lembut, kadar air yang tinggi serta aktivitas proses meta...
Induksi Poliploid Planlet Pisang Kepok Batu Dengan Media Kultur Jaringan
Induksi Poliploid Planlet Pisang Kepok Batu Dengan Media Kultur Jaringan
Colchicine is often used in plant breeding to induce mutations and produce polyploid plants with superior traits. Cytologically polylpoid plants have variations in shape, number of...

