Javascript must be enabled to continue!
KUDA JAWA DAN GAJAH SIAM PEREKAT HUBUNGAN JAWA-SIAM
View through CrossRef
Negeri Siam atau Thailand sekarang, sangat tertarik pada kebudayaan Nusantara, khususnya Jawa. Tarian, musik, batik, cerita Panji, dan bahasa Jawa sangat dikenal di Siam. Di Siam cerita Panji dari Kediri telah diperlakukan sebagai cerita drama yang disakralkan dengan dengan nama, Inao. Selain tertarik pada mata dagang rempah-rempah, kayu cendana, dan kapur barus, ternyata Siam juga tertarik pada kuda Jawa. Masalahnya, belum banyak orang yang mengetahui bahwa kuda Jawa juga pernah menjadi mata dagang yang penting. Selain itu, belum banyak diketahui bahwa kuda juga dijadikan cenderamata bergengsi untuk diberikan kepada Raja Siam. Sebaliknya, Raja Siam menjadikan hewan gajah yang dimitoskan sebagai hewan suci sebagai cenderamata untuk Raja Jawa. Tujuan kajian ini adalah agar masalah jual-beli dan saling tukar cenderamata kuda dan gajah antara Jawa-Siam dapat membuka wawasan kita bahwa kuda dan gajah menjadi benih dalam membangun persahabatan kedua bangsa. Melalui metode kajian berdasarkan pada sumber pustaka di Siam dan VOC serta sumber lainnya diketahui bahwa selain budaya, sejak beberapa abad yang lalu kuda Jawa telah ikut menjadi daya tarik bagi raja-raja Siam untuk datang ke Jawa. Sebaliknya, Siam menjadikan gajah sebagai cenderamata bagi Jawa. Kedua hewan itu telah ikut menjadi “lem perekat” bagi kedekatan hubungan antara kedua bangsa dari dulu hingga kini.
Museum Nasional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Title: KUDA JAWA DAN GAJAH SIAM PEREKAT HUBUNGAN JAWA-SIAM
Description:
Negeri Siam atau Thailand sekarang, sangat tertarik pada kebudayaan Nusantara, khususnya Jawa.
Tarian, musik, batik, cerita Panji, dan bahasa Jawa sangat dikenal di Siam.
Di Siam cerita Panji dari Kediri telah diperlakukan sebagai cerita drama yang disakralkan dengan dengan nama, Inao.
Selain tertarik pada mata dagang rempah-rempah, kayu cendana, dan kapur barus, ternyata Siam juga tertarik pada kuda Jawa.
Masalahnya, belum banyak orang yang mengetahui bahwa kuda Jawa juga pernah menjadi mata dagang yang penting.
Selain itu, belum banyak diketahui bahwa kuda juga dijadikan cenderamata bergengsi untuk diberikan kepada Raja Siam.
Sebaliknya, Raja Siam menjadikan hewan gajah yang dimitoskan sebagai hewan suci sebagai cenderamata untuk Raja Jawa.
Tujuan kajian ini adalah agar masalah jual-beli dan saling tukar cenderamata kuda dan gajah antara Jawa-Siam dapat membuka wawasan kita bahwa kuda dan gajah menjadi benih dalam membangun persahabatan kedua bangsa.
Melalui metode kajian berdasarkan pada sumber pustaka di Siam dan VOC serta sumber lainnya diketahui bahwa selain budaya, sejak beberapa abad yang lalu kuda Jawa telah ikut menjadi daya tarik bagi raja-raja Siam untuk datang ke Jawa.
Sebaliknya, Siam menjadikan gajah sebagai cenderamata bagi Jawa.
Kedua hewan itu telah ikut menjadi “lem perekat” bagi kedekatan hubungan antara kedua bangsa dari dulu hingga kini.
Related Results
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian y...
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
Perencanaan gedung pada saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor namun semua ditujukan untuk mencapai suatu struktur yang kuat dan ekonomis. Termasuk dalam hal perencanaan st...
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING
Ketergantungan yang besar pada sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan terjadinya eksploitasi besar-besaran pada sumber bahan bakar fosil, sehingga dikhawatirkan bahan bakar fos...
Analisis Efisiensi Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan
Analisis Efisiensi Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan
Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, termasuk juga untuk keperluan per...
Olahraga Pacu Kuda sebagai Warisan Sejarah Budaya di Kota Bukittinggi Tahun (1889-1945)
Olahraga Pacu Kuda sebagai Warisan Sejarah Budaya di Kota Bukittinggi Tahun (1889-1945)
Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi. Bukittinggi merupakan sebuah kota yang terletak di Sumatera Barat yang...
Teaching & Learning Guide for: Buddhism and Thai Art
Teaching & Learning Guide for: Buddhism and Thai Art
This guide accompanies the following article(s):
Chirapravati, P, Buddhism and Thai Art, Religion Compass 3/4 (2009)
: pp. 566–579, 10.1...
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN
Abstrak: Pertumbuhan atau kenaikan penduduk Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah kebutuhan rumah tinggal yang juga semakin meningkat. Saat ini pembangunan ...
PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG
PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG
Kuda Lumping has long been an integral part of the cultural identity of the people in Gandon Hamlet. However, no practices or performances had taken place since 2010. This communit...

