Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA TORSI PADA POROS KAPAL BARUNA JAYA I MENGGUNAKAN SHAFT POWER MEASUREMENT

View through CrossRef
Pengukuran performa poros (torsi) kapal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengetahui performa dari mesin kapal. Pengukuran performa ini dilakukan pada saat mesin dan poros kapal belum dipasang atau dalam keadaan kapal baru. Untuk pengukuran performa (torsi) poros kapal pada saat kapal sudah berlayar lama tidak bisa dilakukan dengan menggunakan metode seperti pada saat mesin dan poros dalam keadaan baru. Terdapat beberapa kesulitan yang menyebabkan metode ini sulit untuk dilakukan terutama untuk mengukur torsi yang bekerja pada poros kapal. Hal ini disebabkan oleh minimnya ruang untuk melakukan pengukuran pada poros kapal. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melakukan pengukuran performa poros (torsi) kapal adalah menggunakan peralatan yang bernaman Shaft Power Measurement. Dengan peralatan ini maka dapat diketahui torsi, kecepatan dan daya yang bekerja pada poros (shat horse power/SHP) untuk nantinya diturunkan menjadi daya yang bekerja pada mesin kapal (effective horse power/EHP). Hasil yang didapatkan dari pengukuran torsi pada poros kapal adalah untuk mesin 1 dengan gearbox 1 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 822.56 HP dan untuk mesin 2 dengan gearbox 2 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 659.61 HP
Title: ANALISA TORSI PADA POROS KAPAL BARUNA JAYA I MENGGUNAKAN SHAFT POWER MEASUREMENT
Description:
Pengukuran performa poros (torsi) kapal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengetahui performa dari mesin kapal.
Pengukuran performa ini dilakukan pada saat mesin dan poros kapal belum dipasang atau dalam keadaan kapal baru.
Untuk pengukuran performa (torsi) poros kapal pada saat kapal sudah berlayar lama tidak bisa dilakukan dengan menggunakan metode seperti pada saat mesin dan poros dalam keadaan baru.
Terdapat beberapa kesulitan yang menyebabkan metode ini sulit untuk dilakukan terutama untuk mengukur torsi yang bekerja pada poros kapal.
Hal ini disebabkan oleh minimnya ruang untuk melakukan pengukuran pada poros kapal.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melakukan pengukuran performa poros (torsi) kapal adalah menggunakan peralatan yang bernaman Shaft Power Measurement.
Dengan peralatan ini maka dapat diketahui torsi, kecepatan dan daya yang bekerja pada poros (shat horse power/SHP) untuk nantinya diturunkan menjadi daya yang bekerja pada mesin kapal (effective horse power/EHP).
Hasil yang didapatkan dari pengukuran torsi pada poros kapal adalah untuk mesin 1 dengan gearbox 1 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 822.
56 HP dan untuk mesin 2 dengan gearbox 2 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 659.
61 HP.

Related Results

Perancangan Poros Turbin 5 Mw untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
Perancangan Poros Turbin 5 Mw untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
Poros turbin merupakan komponen utama turbin uap pada pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berperan untuk mentransmisikan daya atau torsi ke poros generator yang terhubung pad...
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
APLIKASI METODE PSEUDO 3D SEISMIK DI CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA MENGGUNAKAN K.R. BARUNA JAYA II
APLIKASI METODE PSEUDO 3D SEISMIK DI CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA MENGGUNAKAN K.R. BARUNA JAYA II
ABSTRAK Tuntutan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan industri migas menjadi motivasi dalam mengembangkan teknik penerapan dan aplikasi akuisisi seismik multichannel 2D. Pe...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan  pelayaran  di  laut  dalam  wilayah  kerja  Kantor  KSOP  Kelas...
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Intisari— Dalam pelaksanaan pembangunan kapal baru, maupun reparasi kapal selalu ada potensi terjadinya keterlambatan penyelesaian kapal. Hal ini sangat merugikan bagi pemilik kapa...

Back to Top