Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISTIK ANGIN PERMUKAAN DI TELUK AMBON, MALUKU
View through CrossRef
Karakteristik angin permukaan di Teluk Ambon antara bulan Agustus dan Oktober dikaji dari dua lokasi pengamatan berbeda yakni Teluk Ambon Luar (TAL) dan ambang teluk yang berdekatan dengan Teluk Ambon Dalam (TAD). Penelitian ini juga (i) menggunakan skala Beaufort dan (ii) mengestimasi kecepatan arus permukaan berdasarkan angin permukaan untuk menganalisis kontribusi angin permukaan pada kondisi oseanografi permukaan di Teluk Ambon. Secara umum, angin permukaan di Teluk Ambon bertiup seragam dalam arah (dari Tenggara) dan kekuatan (4-5 m/det dan 5-6 m/det) di kedua lokasi pengamatan pada bulan Agustus dan September. Disisi lain, pada bulan Oktober, baik arah dan kecepatan di kedua lokasi pengamatan angin di Teluk Ambon ini tidak menunjukan keseragaman yang mana arah angin dominan pada stasiun TAL bertiup dari Selatan dengan kecepatan dominan sebesar 8 m/det sementara arah angin dominan pada stasiun ambang teluk bertiup dari Timur-Tenggara dengan kecepatan dominan sebesar 3 m/det. Angin permukaan antara bulan Agustus dan Oktober di Teluk Ambon tidak mempengaruhi kondisi gelombang dan arus permukaan di teluk tersebut. Hal ini disebabkan tinggi gelombang permukaan (0,3 m – 1 m) akibat angin permukaan yang tidak memenuhi kondisi ekstrim skala Beaufort dan arus permukaan akibat angin permukaan yang sangat kecil dibandingkan arus pasang surut (<0,1 m/det)
Universitas Pattimura
Title: KARAKTERISTIK ANGIN PERMUKAAN DI TELUK AMBON, MALUKU
Description:
Karakteristik angin permukaan di Teluk Ambon antara bulan Agustus dan Oktober dikaji dari dua lokasi pengamatan berbeda yakni Teluk Ambon Luar (TAL) dan ambang teluk yang berdekatan dengan Teluk Ambon Dalam (TAD).
Penelitian ini juga (i) menggunakan skala Beaufort dan (ii) mengestimasi kecepatan arus permukaan berdasarkan angin permukaan untuk menganalisis kontribusi angin permukaan pada kondisi oseanografi permukaan di Teluk Ambon.
Secara umum, angin permukaan di Teluk Ambon bertiup seragam dalam arah (dari Tenggara) dan kekuatan (4-5 m/det dan 5-6 m/det) di kedua lokasi pengamatan pada bulan Agustus dan September.
Disisi lain, pada bulan Oktober, baik arah dan kecepatan di kedua lokasi pengamatan angin di Teluk Ambon ini tidak menunjukan keseragaman yang mana arah angin dominan pada stasiun TAL bertiup dari Selatan dengan kecepatan dominan sebesar 8 m/det sementara arah angin dominan pada stasiun ambang teluk bertiup dari Timur-Tenggara dengan kecepatan dominan sebesar 3 m/det.
Angin permukaan antara bulan Agustus dan Oktober di Teluk Ambon tidak mempengaruhi kondisi gelombang dan arus permukaan di teluk tersebut.
Hal ini disebabkan tinggi gelombang permukaan (0,3 m – 1 m) akibat angin permukaan yang tidak memenuhi kondisi ekstrim skala Beaufort dan arus permukaan akibat angin permukaan yang sangat kecil dibandingkan arus pasang surut (<0,1 m/det).
Related Results
Kajian Pola Angin Permukaan di Bandara Supadio Pontianak
Kajian Pola Angin Permukaan di Bandara Supadio Pontianak
Telah dilakukan sebuah kajian tentang pola angin permukaan yang ada di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arah angin permu...
POLA ARUS PERMUKAAN LAUT DI BAGIAN TERLUAR TELUK KENDARI DAN PERAIRAN SEKITARNYA
POLA ARUS PERMUKAAN LAUT DI BAGIAN TERLUAR TELUK KENDARI DAN PERAIRAN SEKITARNYA
permukaan umumnya bersumber dari gerakan angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh angin terhadap pergerakan arus permukaan di bagian terluar Teluk Kendari dan Pera...
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersu...
Pre-settlement small pelagic larvae in Ambon Bay based on length distribution
Pre-settlement small pelagic larvae in Ambon Bay based on length distribution
Larval occurrence in Ambon Bay is related to the larval settlement and indirectly affects the population of pelagic species which have nursery ground in Ambon Bay. The objective of...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
MEKANISME ANGIN SIKLON DAN ANGIN ANTISIKLON DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN
MEKANISME ANGIN SIKLON DAN ANGIN ANTISIKLON DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN
Angin siklon dan angin antisiklon merupakan sumber energi dengan mekanisme yang melibatkan banyak tahapan dan dapat mempengaruhi kecepatan angin dan arah angin, angin terbentuk kar...
Arkeologi Kepulauan Maluku
Arkeologi Kepulauan Maluku
Archaeological cultural resources in the Maluku Islands consist of a variety of aspects, including Prehistoric, Historic, Islamic, colonial and Ethnoarchaeology. These aspects are ...
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG, ANGIN PERMUKAAN DAN CURAH HUJAN DI TIGA WILAYAH PEMBAGIAN ZONA HUJAN TAHUN 2021-2022
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG, ANGIN PERMUKAAN DAN CURAH HUJAN DI TIGA WILAYAH PEMBAGIAN ZONA HUJAN TAHUN 2021-2022
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang laut, angin permukaan, dan curah hujan di tiga wilayah zona hujan Indonesia: Sumatera Barat, Maluku Selatan dan Jaw...

