Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Pola Aliran Air Tanah di Wilayah Sekitar Aliran Sungai Jilu

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola aliran air tanah di wilayah sekitar aliran Sungai Jilu sepanjang 7 km yang melintas di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Tata guna lahan di lokasi penelitian ini terdiri atas lahan pertanian di wilayah bagian hulu sungai yang diamati dan pemukiman penduduk di wilayah bagian hilir sungai yang diamati. Identifikasi pola aliran air tanah dilakukan berdasarkan peta kontur muka air tanah dan peta arah aliran air tanah. Peta-peta tersebut disusun berdasarkan data elevasi muka air tanah yang diukur dari 53 buah sumur gali milik penduduk sekitar yang tersebar di lokasi penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa elevasi muka air tanah di lokasi penelitian berada pada kisaran +426,2 m dpl hingga +485,9 m dpl. Elevasi muka air tanah tertinggi berada di wilayah Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang sedangkan elevasi muka air tanah terendah berada di wilayah Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang. Aliran air tanah di lokasi penelitian mengalir dari arah Timur (sisi kanan aliran sungai) menuju ke arah Barat (sisi kiri aliran sungai). Berdasarkan 6 cross section yang rutin diamati, secara umum teridentifikasi jenis hubungan antara air tanah dan sungai dimana air tanah mengalir menuju ke aliran sungai.
Title: Identifikasi Pola Aliran Air Tanah di Wilayah Sekitar Aliran Sungai Jilu
Description:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola aliran air tanah di wilayah sekitar aliran Sungai Jilu sepanjang 7 km yang melintas di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Tata guna lahan di lokasi penelitian ini terdiri atas lahan pertanian di wilayah bagian hulu sungai yang diamati dan pemukiman penduduk di wilayah bagian hilir sungai yang diamati.
Identifikasi pola aliran air tanah dilakukan berdasarkan peta kontur muka air tanah dan peta arah aliran air tanah.
Peta-peta tersebut disusun berdasarkan data elevasi muka air tanah yang diukur dari 53 buah sumur gali milik penduduk sekitar yang tersebar di lokasi penelitian.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa elevasi muka air tanah di lokasi penelitian berada pada kisaran +426,2 m dpl hingga +485,9 m dpl.
Elevasi muka air tanah tertinggi berada di wilayah Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang sedangkan elevasi muka air tanah terendah berada di wilayah Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang.
Aliran air tanah di lokasi penelitian mengalir dari arah Timur (sisi kanan aliran sungai) menuju ke arah Barat (sisi kiri aliran sungai).
Berdasarkan 6 cross section yang rutin diamati, secara umum teridentifikasi jenis hubungan antara air tanah dan sungai dimana air tanah mengalir menuju ke aliran sungai.

Related Results

POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Unesco telah menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam WHL (World Heritage List) se...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
Nilai Aksiologis Pernikahan Jilu Pada Masyarakat Jawa
Nilai Aksiologis Pernikahan Jilu Pada Masyarakat Jawa
Abstrak Penelitian ini membahas tentang nilai di balik mitos yang direpresentasikan oleh masyarakat Dusun Tempursari sebagai mitos pernikahan Jilu. Masyarakat Jawa dikenal dengan p...
Analisis Kehilangan Karbon Organik Tanah pada Daerah Aliran Sungai Deli (DAS) Deli Provinsi Sumatera Utara
Analisis Kehilangan Karbon Organik Tanah pada Daerah Aliran Sungai Deli (DAS) Deli Provinsi Sumatera Utara
AbstractThis study aims to (1) Analyze the relationship between surface runoff and soil organic carbon loss in the Deli River Basin. (2) Determine the amount of soil organic carbon...
Strategi Pengendalian Pencemaran Industri untuk Pengelolaan Mutu Air Sungai dan Tanah di DAS Diwak, Jawa Tengah
Strategi Pengendalian Pencemaran Industri untuk Pengelolaan Mutu Air Sungai dan Tanah di DAS Diwak, Jawa Tengah
Pencemaran Sungai Diwak akibat aktivitas industri berdampak terhadap penurunan kualitas air sungai dan tanah, dibuktikan dengan adanya temuan tanaman pertanian abnormal. Penelitian...
Analisis Kualitas Fisikokimia Air di Daerah Aliran Sungai Jilu Kabupaten Malang Jawa Timur
Analisis Kualitas Fisikokimia Air di Daerah Aliran Sungai Jilu Kabupaten Malang Jawa Timur
Sungai Jilu merupakan salah satu sungai di Kabupaten Malang – Jawa Timur yang melewati Desa Sekarpuro, Desa Cemorokandang, Desa Madyopuro, Desa Sawojajar, Desa Lesanpuro, dan Desa ...

Back to Top