Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Korelasi Nilai HGI, Moisture Content, dan Volatile Matter

View through CrossRef
Abstract. Coal is generally used as a basic energy source for several industries. In this study, the data obtained from the results of laboratory tests are the value of Moisture Content, Volatile Matter, and HGI values, these three data are indicated to be related/related to each other in determining coal rank, for this reason, a data correlation test was carried out. The calorific value of the coal sample that has been tested is 5,837 cal/gr or 10,506.6 BTU/lb when referring to the ASTM D 388–12 standard. The calorific value of this coal sample indicates that the coal sample tested can be classified into Sub-bituminous coal class A. The results of the calculation of data normality using the Liliefors Test method show that the resulting Lo value meets the requirements for the acceptance of the H0 hypothesis, so it can be concluded that the three data variables are data variables with normal distribution. The results of the calculation of the correlation of the data indicate that the value of rcount does not meet the criteria for accepting hypothesis H0. So it can be concluded that there is no positive and significant relationship between the variables of Total Moisture, Volatile Matter, and HGI values. Abstrak. Batubara umumnya dimanfaatkan sebagai sumber energi pokok untuk beberapa industri. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari hasil uji laboratorium adalah nilai Moisture Content, Volatile Matter, dan nilai HGI, ketiga data ini diindikasikan saling berkaitan/berhubungan satu sama lainnya dalam menentukan peringkat batubara, untuk itu dilakukan uji korelasi data. Nilai kalori sampel batubara yang telah diuji yaitu sebesar 5.837 cal/gr atau 10.506,6 btu/lb jika mengacu pada standar ASTM D 388–12 nilai kalori sampel batubara ini menunjukkan bahwa sampel batubara yang diuji dapat diklasifikasikan ke dalam kelas batubara Sub-bituminous A. Hasil perhitungan normalitas data menggunakan metode Uji Liliefors menunjukkan nilai Lo yang dihasilkan memenuhi syarat diterimanya hipotesis H0 sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel data merupakan variabel data yang berdistribusi Normal. Hasil perhitungan korelasi data menunjukkan bahwa nilai rhitung tidak memenuhi kriteria diterimanya hipotesis H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kandungan Total Moisture, Volatile Matter, dan Nilai HGI.
Title: Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Korelasi Nilai HGI, Moisture Content, dan Volatile Matter
Description:
Abstract.
Coal is generally used as a basic energy source for several industries.
In this study, the data obtained from the results of laboratory tests are the value of Moisture Content, Volatile Matter, and HGI values, these three data are indicated to be related/related to each other in determining coal rank, for this reason, a data correlation test was carried out.
The calorific value of the coal sample that has been tested is 5,837 cal/gr or 10,506.
6 BTU/lb when referring to the ASTM D 388–12 standard.
The calorific value of this coal sample indicates that the coal sample tested can be classified into Sub-bituminous coal class A.
The results of the calculation of data normality using the Liliefors Test method show that the resulting Lo value meets the requirements for the acceptance of the H0 hypothesis, so it can be concluded that the three data variables are data variables with normal distribution.
The results of the calculation of the correlation of the data indicate that the value of rcount does not meet the criteria for accepting hypothesis H0.
So it can be concluded that there is no positive and significant relationship between the variables of Total Moisture, Volatile Matter, and HGI values.
Abstrak.
Batubara umumnya dimanfaatkan sebagai sumber energi pokok untuk beberapa industri.
Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari hasil uji laboratorium adalah nilai Moisture Content, Volatile Matter, dan nilai HGI, ketiga data ini diindikasikan saling berkaitan/berhubungan satu sama lainnya dalam menentukan peringkat batubara, untuk itu dilakukan uji korelasi data.
Nilai kalori sampel batubara yang telah diuji yaitu sebesar 5.
837 cal/gr atau 10.
506,6 btu/lb jika mengacu pada standar ASTM D 388–12 nilai kalori sampel batubara ini menunjukkan bahwa sampel batubara yang diuji dapat diklasifikasikan ke dalam kelas batubara Sub-bituminous A.
Hasil perhitungan normalitas data menggunakan metode Uji Liliefors menunjukkan nilai Lo yang dihasilkan memenuhi syarat diterimanya hipotesis H0 sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel data merupakan variabel data yang berdistribusi Normal.
Hasil perhitungan korelasi data menunjukkan bahwa nilai rhitung tidak memenuhi kriteria diterimanya hipotesis H0.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kandungan Total Moisture, Volatile Matter, dan Nilai HGI.

Related Results

Haemodynamic gain index and heart failure incidence- Prognostic and preventive value
Haemodynamic gain index and heart failure incidence- Prognostic and preventive value
Abstract Aims Heart failure (HF) is a non-curable, life-threatening condition, characterized by impaired haemodynamic function a...
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan bisnis batubara yang cukup besar di Indonesia. Batubara tergolong sumber energi karena memiliki nilai kalor untuk terjadinya pembakaran. Oleh ka...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Gasifikasi Batubara Bawah Tanah: Teknologi Pemanfaatan Batubara Ramah Lingkungan
Gasifikasi Batubara Bawah Tanah: Teknologi Pemanfaatan Batubara Ramah Lingkungan
Di Indonesia, kebutuhan dan distribusi pemanfaatan batubara sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh tersebarnya industri pengguna batubara, pengangkutan dan penyimpanannya.Kadar...
Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
Penggunaan batubara dalam negeri didominasi oleh sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kegiatan pendistribusian batubara menuju PLTU merupakan salah satu kegiatan yang membe...
Analisis pola distribusi batubara untuk IKM pengguna gasmin batubara di daerah Istimewa Yogyakarta
Analisis pola distribusi batubara untuk IKM pengguna gasmin batubara di daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu wilayah yang sarat berbagai jenis industri kecil dan menengah, terutama industri yang memanfaatkan panas (api) untuk memasak menggunaka...
Pengaruh Kadar Air dan Kadar Abu terhadap Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Analisis Rergesi Linier Berganda
Pengaruh Kadar Air dan Kadar Abu terhadap Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Analisis Rergesi Linier Berganda
Abstract. Coal contains moisture in the air, ash, volatiles, and fixed carbon. Proximate analysis was conducted to determine these contents, and the calorific value of the coal was...

Back to Top