Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BENTUK INTERAKSI INTRASPESIFIK LUTUNG BUDENG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN ADINUSO KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG

View through CrossRef
Lutung Budeng merupakan jenis asli (endemik) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan individu Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) dalam satu populasi di kawasan hutan Adinuso Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan langsung. Pengambilan data diakukan di Hutan Adinuso Subah Kabupaten Batang selama 14 hari pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2016, sementara analisis data menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yaitu kompetisi, kooperasi, komensalisme, dan netralisme. Interaksi kompetisi dilakukan oleh sesama individu jantan dengan presentase 6,67%, interaksi kooperasi terjadi 33,33% yang dilakukan oleh sesama individu betina dengan persentase 20%, individu betina dengan infant 13,33%. Sementara interaksi komensalisme 26,67% yang seluruhnya dilakukan oleh individu betina dan Infant. Interaksi netralisme terjadi 33,33% dilakukan oleh individu jantan dengan individu betina 13,33%, individu jantan dan infant 13,33%, dan individu betina dengan infant 6,67%. Pada interaksi intraspesifik kompetisi terdapat perilaku agonistik, netralisme terdapat perilaku ingestif dan alelometik, kooperasi terdapat perilaku efimeletik dan play, serta komensalisme terdapat perilaku efimeletik dan etefimeletik. 
Title: BENTUK INTERAKSI INTRASPESIFIK LUTUNG BUDENG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN ADINUSO KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG
Description:
Lutung Budeng merupakan jenis asli (endemik) Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan individu Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) dalam satu populasi di kawasan hutan Adinuso Kecamatan Subah Kabupaten Batang.
Metode yang digunakan adalah metode pengamatan langsung.
Pengambilan data diakukan di Hutan Adinuso Subah Kabupaten Batang selama 14 hari pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2016, sementara analisis data menggunakan metode diskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yaitu kompetisi, kooperasi, komensalisme, dan netralisme.
Interaksi kompetisi dilakukan oleh sesama individu jantan dengan presentase 6,67%, interaksi kooperasi terjadi 33,33% yang dilakukan oleh sesama individu betina dengan persentase 20%, individu betina dengan infant 13,33%.
Sementara interaksi komensalisme 26,67% yang seluruhnya dilakukan oleh individu betina dan Infant.
Interaksi netralisme terjadi 33,33% dilakukan oleh individu jantan dengan individu betina 13,33%, individu jantan dan infant 13,33%, dan individu betina dengan infant 6,67%.
Pada interaksi intraspesifik kompetisi terdapat perilaku agonistik, netralisme terdapat perilaku ingestif dan alelometik, kooperasi terdapat perilaku efimeletik dan play, serta komensalisme terdapat perilaku efimeletik dan etefimeletik.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAKNILLA ERNI NURRACHMAH NINGSIH. 2022. Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Kawasan Hutan Batu Tikar Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Dibimbing oleh Sulasmi Anggo dan Wahyudin...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
Problematik Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kegiatan Perkebunan
ABSTRAK Hubungan masyarakat dengan kawasan hutan telah terjalin begitu erat. Sayangnya hubungan ini belum didukung dengan tata kelola pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan yang ...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Sexual Behavior of Javan Langur (Trachypithecus auratus) in Taman Safari Indonesia Ex-situ Conservation Facility
Sexual Behavior of Javan Langur (Trachypithecus auratus) in Taman Safari Indonesia Ex-situ Conservation Facility
Trachypithecus auratus is one of the vulnerable primate species that is declining in number due to illegal hunting and forest degradation. The efforts to increase population can be...

Back to Top