Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita

View through CrossRef
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang mengakibatkan pengekuaran feases yang tidak normal dan tidak seperti biasanya dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat juga berupa air saja dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih) dalam satu hari. Berdasarkan laporan Tahun 2015 sampai Tahun 2017 Puskesmas Kenten Kota Palembang penderita diare pada balita masih sangat tinggi, dan pada Tahun 2018 dari bulan Januari sampai dengan Mei terdapat 150 penderita diare balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor perilaku ibu yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yaitu penelitian yang menggali bagaimana fenomena kesehatan terjadi dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen dan variabel dependen di observasi sekaligus pada saat yang sama. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang diare dan sampel yang diambil berjumlah 60 orang. Tehnik pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara accidental sampling. Faktor-faktor perilaku ibu yang diukur meliputi, pemberian ASI, cara penggunaan botol susu dan kebiasaan mencuci tangan. Data dianalisis dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kejadian diare pada balita dengan diare  berat sebesar 53.3% dan dengan diare ringan sebesar 46,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ketiga faktor perilaku ibu ada hubungan dengan kejadian diare pada balita pada variabel pemberian ASI didapatkan PR=2,731, penggunaan botol susu didapatkan PR=2,551 dan kebiasaan mencuci tangan PR=1,737.
Title: Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Description:
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia.
Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang mengakibatkan pengekuaran feases yang tidak normal dan tidak seperti biasanya dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat juga berupa air saja dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih) dalam satu hari.
Berdasarkan laporan Tahun 2015 sampai Tahun 2017 Puskesmas Kenten Kota Palembang penderita diare pada balita masih sangat tinggi, dan pada Tahun 2018 dari bulan Januari sampai dengan Mei terdapat 150 penderita diare balita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor perilaku ibu yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yaitu penelitian yang menggali bagaimana fenomena kesehatan terjadi dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen dan variabel dependen di observasi sekaligus pada saat yang sama.
Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang diare dan sampel yang diambil berjumlah 60 orang.
Tehnik pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara accidental sampling.
Faktor-faktor perilaku ibu yang diukur meliputi, pemberian ASI, cara penggunaan botol susu dan kebiasaan mencuci tangan.
Data dianalisis dengan chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kejadian diare pada balita dengan diare  berat sebesar 53.
3% dan dengan diare ringan sebesar 46,7%.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ketiga faktor perilaku ibu ada hubungan dengan kejadian diare pada balita pada variabel pemberian ASI didapatkan PR=2,731, penggunaan botol susu didapatkan PR=2,551 dan kebiasaan mencuci tangan PR=1,737.

Related Results

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita
Sanitasi lingkungan merupakan hal yang penting untuk kesehatan lingkungan dan harus dimiliki oleh setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dampak dari rendahnya tingka...
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadi...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Orangtua tentang Diare pada Balita di RSCM Kiara
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Orangtua tentang Diare pada Balita di RSCM Kiara
Latar belakang. Diare masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di Indonesia. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua tentang diare dapat berpenga...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...

Back to Top