Javascript must be enabled to continue!
Analisa 2 Timotius 4:1-8 Tentang Nasihat Paulus Kepada Timotius Dan Implikasinya Bagi Hamba Tuhan
View through CrossRef
Sesuai perintah ajaran kristiani sebagai seorang hamba Tuhan tentang teguran dan nasehat apa yang salah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Berdasarkan tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Paulus tidak dapat menangani hal itu terus menerus, karena ia harus melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Maka ia meninggalkan pembantunya, Timotius, di Efesus untuk mengamankan situasi di situ. Timotius mendapat tugas untuk menasehatkan yaitu bertindak dengan tegas terhadap penyeleweng-penyeleweng di bidang pengajaran. Nasehat adalah kata kerja yang memiliki arti tindakan memanggil seseorang untuk menghibur atau untuk mendamaikan. Rasul Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menegor dan menasehati jemaat yang dilayaninya dengan pengajaran dan penuh kesabaran. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode peneletian kualitatif dengan menggunakan literatur. Berdasarkan pemaparannya, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Timotius ini sangatlah baik untuk dapat digali, mulai sejak ia dibawah naugan kepemimpinan Paulus hingga dia diangkat menjadi pemimpin. Tentu dalam hal ini, masih banyak hal yang bisa kita temukan dalam sifat-sifat atau ciri-ciri kepemimpinan Timotius yang tersurat yang ada dalam Alkitab dalam membangun jemaat di Efesus.
Fakultas Hukum, Universitas Katolik Widya Karya Malang
Title: Analisa 2 Timotius 4:1-8 Tentang Nasihat Paulus Kepada Timotius Dan Implikasinya Bagi Hamba Tuhan
Description:
Sesuai perintah ajaran kristiani sebagai seorang hamba Tuhan tentang teguran dan nasehat apa yang salah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Berdasarkan tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Paulus tidak dapat menangani hal itu terus menerus, karena ia harus melanjutkan perjalanan ke Makedonia.
Maka ia meninggalkan pembantunya, Timotius, di Efesus untuk mengamankan situasi di situ.
Timotius mendapat tugas untuk menasehatkan yaitu bertindak dengan tegas terhadap penyeleweng-penyeleweng di bidang pengajaran.
Nasehat adalah kata kerja yang memiliki arti tindakan memanggil seseorang untuk menghibur atau untuk mendamaikan.
Rasul Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menegor dan menasehati jemaat yang dilayaninya dengan pengajaran dan penuh kesabaran.
Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode peneletian kualitatif dengan menggunakan literatur.
Berdasarkan pemaparannya, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Timotius ini sangatlah baik untuk dapat digali, mulai sejak ia dibawah naugan kepemimpinan Paulus hingga dia diangkat menjadi pemimpin.
Tentu dalam hal ini, masih banyak hal yang bisa kita temukan dalam sifat-sifat atau ciri-ciri kepemimpinan Timotius yang tersurat yang ada dalam Alkitab dalam membangun jemaat di Efesus.
Related Results
PEMURIDAN PAULUS KEPADA TIMOTIUS: ANALISA HISTORIS KRITIS 2 TIMOTIUS 3:14-17
PEMURIDAN PAULUS KEPADA TIMOTIUS: ANALISA HISTORIS KRITIS 2 TIMOTIUS 3:14-17
Hubungan antara Paulus dan Timotius dalam Perjanjian Baru merupakan hubungan yang penting bagi perkembangan awal Kekristenan. Meskipun Paulus tidak menikah, dia sering menganggap T...
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
Kitab Maleakhi menyatakan ketertinggalan bangsa Israel dalam mewujudkan ketaatannya kepada Allah. Meskipun demikian Allah tetap mengasihi mereka. Maleakhi mengajak bangsa ini untuk...
Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan
Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan
Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan. Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas pos...
Hari Tuhan dan Implikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini
Hari Tuhan dan Implikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini
Topik mengenai hari Tuhan dikalangan orang percaya masa kini sudah mulai menurun. Permasalahan utamanya adalah kurangnya pemahaman yang jelas tentang konsep Hari Tuhan. Secara teol...
TRANSFORMASI SPIRITUAL: PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN GEREJA DAN PENGEMBANGAN HAMBA TUHAN
TRANSFORMASI SPIRITUAL: PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN GEREJA DAN PENGEMBANGAN HAMBA TUHAN
Kecerdasan buatan (AI) adalah bagian dari inovasi teknologi yang banyak menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Artikel ini mengulas dampak pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam m...
herlina OSF 2
herlina OSF 2
Penelitian ini dilakukan untuk bertujuan mengkaji apa saja alasan yang mendasari diri seorang hamba Tuhan itu dalam bergaya hidup rendah hati. Sebagai seorang hamba Tuhan dalam jem...
MENGKAJI PANGGILAN DAN PELAYANAN NABI YEREMIA DALAM KONTEKS KITAB YEREMIA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI
MENGKAJI PANGGILAN DAN PELAYANAN NABI YEREMIA DALAM KONTEKS KITAB YEREMIA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI
Menjadi seorang hamba Tuhan yang siap melayani dalam kondisi apapun bukanlah perkara yang mudah. Hamba Tuhan harus mempunyai komitmen yang benar sehingga tidak lari dari panggilann...
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki zaman milenial ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan melahirkan sejumlah model gaya hidup (Life Style) baik yang bersifat postif ma...

