Javascript must be enabled to continue!
Persepsi Pedagang Terhadap Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman
View through CrossRef
Program Pasar SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS merupakan inisiatif Bank Indonesia Kementerian Perdagangan untuk mendorong adopsi pembayaran digital di pasar tradisional. Meskipun fasilitas QRIS telah diberikan kepada pedagang, tingkat penggunaan berkelanjutan di lapangan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pedagang terhadap implementasi Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert empat tingkat kepada pedagang yang telah memperoleh fasilitas QRIS. Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATT), dan Behavioral Intention to Use (BITU). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM berada pada kategori buruk. Persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) dan persepsi kebermanfaatan (PU) memperoleh nilai rata-rata rendah, yang berdampak pada sikap pedagang terhadap penggunaan QRIS (ATT) serta niat penggunaan berkelanjutan (BITU) yang juga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pedagang belum merasakan kemudahan dan manfaat QRIS secara optimal dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Program Pasar SIAP QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan penggunaan aktual oleh pedagang. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang menekankan peningkatan literasi digital, pendampingan teknis, serta komunikasi manfaat QRIS yang lebih kontekstual bagi pedagang pasar tradisional.
Indonesian Journal Publisher
Title: Persepsi Pedagang Terhadap Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman
Description:
Program Pasar SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS merupakan inisiatif Bank Indonesia Kementerian Perdagangan untuk mendorong adopsi pembayaran digital di pasar tradisional.
Meskipun fasilitas QRIS telah diberikan kepada pedagang, tingkat penggunaan berkelanjutan di lapangan masih tergolong rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pedagang terhadap implementasi Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM).
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif.
Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert empat tingkat kepada pedagang yang telah memperoleh fasilitas QRIS.
Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATT), dan Behavioral Intention to Use (BITU).
Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM berada pada kategori buruk.
Persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) dan persepsi kebermanfaatan (PU) memperoleh nilai rata-rata rendah, yang berdampak pada sikap pedagang terhadap penggunaan QRIS (ATT) serta niat penggunaan berkelanjutan (BITU) yang juga rendah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pedagang belum merasakan kemudahan dan manfaat QRIS secara optimal dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Program Pasar SIAP QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan penggunaan aktual oleh pedagang.
Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang menekankan peningkatan literasi digital, pendampingan teknis, serta komunikasi manfaat QRIS yang lebih kontekstual bagi pedagang pasar tradisional.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Tinjauan Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola Putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman
Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan teknik dasar sepakbola pemain Sepakbola putri SSB Baringin Sati Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini ...
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Pedagang pasar pagi Sambas perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, dan arahan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan pendapatan sehingga berpengaruh kepada tingkat kes...
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitiian ini adalah: 1.Untuk mengetahui ketaatan hukum terhadapĀ pedagang dalam membayar Retribusi pasar di pasarĀ Sabho Kecamatan Pasarwajo Kab...
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan yang berkaitan dengan pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Karawang, (2) mengetahui dampak adanya pasar modern te...
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan yang berkaitan dengan pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Karawang, (2) mengetahui dampak adanya pasar modern te...
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
DAMPAK PERTUMBUHAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan yang berkaitan dengan pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Karawang, (2) mengetahui dampak adanya pasar modern te...
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN RISIKO DISTRIBUSI MELON (Cucumis melo L.) YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN RISIKO DISTRIBUSI MELON (Cucumis melo L.) YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR
Penelitian bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran dan risiko distribusi Melon yang dijual di pasar tradisional Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan di Pasar Jambu ...

