Javascript must be enabled to continue!
Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia (PAN) pada Bahasa Karo, Bahasa Toba, Bahasa Pakpak, Bahasa Simalungun, Bahasa Mandailing dan Bahasa Angkola: Kajian Linguistik Historis Komparatif dan Fonologi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perubahan bunyi Bahasa Proto Austronesia pada Bahasa Karo, Bahasa Toba, Bahasa Pakpak, Bahasa Simalungun, Bahasa Mandailing, dan Bahasa Angkola. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Langkah ilmiah yang dilakukan dalam mengumpulkan data yakni, mempersiapkan 200 kosakata dasar Morris Swadesh, melakukan observasi sumber data, uji kelayakan sumber data, wawancara, penyalinan dan transkripsi data. Dalam analisis data dilakukan dalam beberapa langkah yakni, membandingkan data, analisis data dengan melihat perubahan bunyi yang terjadi, kemudian penyajian hasil analisis. Kajian teori yang digunakan merupakan teori Linguistik Historis Komparatif yang dikemukakan oleh Keraf, 1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 bentuk perubahan bunyi yang ditemukan, 7 diantaranya berupa perubahan bunyi berdasarkan teori yang dikemukakan Keraf (1996) yaitu perubahan bunyi bentuk metatesis, aferesis, sinkop, apokop, protesis, epentesis dan paragog dan 2 lainnya berupa bentuk baru perubahan bunyi yang ditemukan oleh peneliti yaitu perubahan bunyi berupa pengulangan dan perubahan bunyi berupa penambahan fonem pada posisi tengah dan akhir kata.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Perubahan Bunyi Bahasa Proto Austronesia (PAN) pada Bahasa Karo, Bahasa Toba, Bahasa Pakpak, Bahasa Simalungun, Bahasa Mandailing dan Bahasa Angkola: Kajian Linguistik Historis Komparatif dan Fonologi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perubahan bunyi Bahasa Proto Austronesia pada Bahasa Karo, Bahasa Toba, Bahasa Pakpak, Bahasa Simalungun, Bahasa Mandailing, dan Bahasa Angkola.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif.
Langkah ilmiah yang dilakukan dalam mengumpulkan data yakni, mempersiapkan 200 kosakata dasar Morris Swadesh, melakukan observasi sumber data, uji kelayakan sumber data, wawancara, penyalinan dan transkripsi data.
Dalam analisis data dilakukan dalam beberapa langkah yakni, membandingkan data, analisis data dengan melihat perubahan bunyi yang terjadi, kemudian penyajian hasil analisis.
Kajian teori yang digunakan merupakan teori Linguistik Historis Komparatif yang dikemukakan oleh Keraf, 1996.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 bentuk perubahan bunyi yang ditemukan, 7 diantaranya berupa perubahan bunyi berdasarkan teori yang dikemukakan Keraf (1996) yaitu perubahan bunyi bentuk metatesis, aferesis, sinkop, apokop, protesis, epentesis dan paragog dan 2 lainnya berupa bentuk baru perubahan bunyi yang ditemukan oleh peneliti yaitu perubahan bunyi berupa pengulangan dan perubahan bunyi berupa penambahan fonem pada posisi tengah dan akhir kata.
Related Results
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
Abstrak—Bahasa Proto Austronesia merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang mendiami wilayah daratan Asia Tenggara. Bahasa Batak merupakan bahasa yang digunakan oleh penutur asli bah...
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
Artikel ini membahas mengenai hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) dengan melakukan perbandingan berdasarkan 200 kosakata Morris...
KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK PADA BAHASA BATAK TOBA DAN BATAK ANGKOLA MANDAILING
KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK PADA BAHASA BATAK TOBA DAN BATAK ANGKOLA MANDAILING
Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kekerabatan, masa pisah, dan tahun prediksi bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Angkola Mandailing berdasarkan persama...
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif)
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif)
Proses pembentukan bahasa gaul generasi Z di social media diperoleh pemendekan kata, singkatan dan kata yang dipelesetkan sehingga sangat menarik jika dikaji dari sisi fonologi gen...
Pewarisan Fonem Vokal Protoaustronesia ke Bahasa Angkola dan Bahasa Simalungun
Pewarisan Fonem Vokal Protoaustronesia ke Bahasa Angkola dan Bahasa Simalungun
Penelitian ini menjelaskan perubahan dan pewarisan bunyi vokal PAN ke dalam bahasa Angkola (BA) dan bahasa Simalungun (BS). Linguistik Historis Komparatif(LHK) adalah pendekatan ya...
MANDAILING LANGUAGE MAINTENANCE IN KELURAHAN SUDIREJO II MEDAN
MANDAILING LANGUAGE MAINTENANCE IN KELURAHAN SUDIREJO II MEDAN
This study deals with Language Maintenance in Kelurahan Sudirejo II Medan. The objectives of the study are (1) to describe out the factors affecting Mandailing Languagein Kelurahan...
KAIDAH-KAIDAH FONOLOGI BAHASA INDONESIA
KAIDAH-KAIDAH FONOLOGI BAHASA INDONESIA
Bahasa adalah suatu fenomena yang sangat kompleks. Pendekatan kita terhadapbahasa bisa saja menganggapnya sebagai fenomena perorangan. Bila seseorangmengatakan, “Bahasanya kasar se...

