Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potret Dimensi Pengukuran Standar Miskin menurut Badan Pusat Statistik dan Konsep Islam

View through CrossRef
Konsep kemiskinan merupakan suatu konsep yang bersifat multidimensi dan sulit untuk didefinisikan secara tunggal. Sejauh ini, konsep miskin masih dalam perdebatan dan dialog yang patut disoroti serta pngukuran pun berbeda berdasarkan presfektif yang dianut. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat. Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkomparasikan standar pengukuran kemiskinan menurut BPS dan menurut konsep ekonomi Islam. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan dengan paradigma kualitatif-komparatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persamaan konsep pengukuran kemiskinan BPS dan ekonomi Islam terletak pada definisi miskin sebagai orang yang berada dalam kekurangan dan menjadikan kemiskinan sebagai faktor utama permasalahan ekonomi. Perbedaannya adalah bahwa konsep pengukuran BPS berorientasi pada kebutuhan untuk bertahan hidup dalam waktu singkat, berrfokus pada kebutuhan materiil, dan parameternya bersifat sementara. Sedangkan dalam konsep pengukuran ekonomi Islam, disoroti kebutuhan materiil dan akidah, dan parameter yang digunakan dapat diberlakukan sepanjang masa.
Title: Potret Dimensi Pengukuran Standar Miskin menurut Badan Pusat Statistik dan Konsep Islam
Description:
Konsep kemiskinan merupakan suatu konsep yang bersifat multidimensi dan sulit untuk didefinisikan secara tunggal.
Sejauh ini, konsep miskin masih dalam perdebatan dan dialog yang patut disoroti serta pngukuran pun berbeda berdasarkan presfektif yang dianut.
Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat.
Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkomparasikan standar pengukuran kemiskinan menurut BPS dan menurut konsep ekonomi Islam.
Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan dengan paradigma kualitatif-komparatif.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persamaan konsep pengukuran kemiskinan BPS dan ekonomi Islam terletak pada definisi miskin sebagai orang yang berada dalam kekurangan dan menjadikan kemiskinan sebagai faktor utama permasalahan ekonomi.
Perbedaannya adalah bahwa konsep pengukuran BPS berorientasi pada kebutuhan untuk bertahan hidup dalam waktu singkat, berrfokus pada kebutuhan materiil, dan parameternya bersifat sementara.
Sedangkan dalam konsep pengukuran ekonomi Islam, disoroti kebutuhan materiil dan akidah, dan parameter yang digunakan dapat diberlakukan sepanjang masa.

Related Results

IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
Globalisasi mengharuskan kualitas yang tinggi yang diharapkan oleh para pelanggan, karena itu merupakan tolok ukur dalam mempertahankan kesetiaan pelanggan. Disisi lain untuk mempe...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
PERBEDAAN BADAN HUKUM PUBLIK DAN BADAN HUKUM PRIVAT
PERBEDAAN BADAN HUKUM PUBLIK DAN BADAN HUKUM PRIVAT
Berdasarkan Pasal 1ayat (1) danPasal2 NBW yang dimaksudkan dengan badan hukum publik itu adalah Negara, provinsi, kotapraja-kotapraja (kabupaten/kota), The Waterboardsdan lembaga l...
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down sy...
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, INSENTIF, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, INSENTIF, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI
Permasalahan sumber daya manusia dalam keberlangsungan Badan Pusat Statistik Provinsi Bali sebagai Lembaga pemerintah yang memiliki tujuan utama sebagai penyedia data terpercaya ya...
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penguasaan dimensi kompetensi kepala sekolah khususnya bagi Kepala Sekolah Dasar di Kota Makassar berdasarkan Standar Kompetensi Kepala Sek...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...

Back to Top