Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MUSIK SEBAGAI MEDIA KRITIK SOSIAL : ANALISIS SEMIOTIKA LAGU BAYAR BAYAR BAYAR KARYA BAND SUKATANI

View through CrossRef
Lagu berjudul Bayar Bayar Bayar merupakan sebuah lagu karya grup band punk Sukatani yang mengandung pesan kritik sosial yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu kepada para pendengarnya. Berisi lirik yang lugas, tajam, dan kritis terhadap isu sosial yang sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, yaitu praktik korupsi yang dilakukan oleh sebagian oknum polisi yang melanggar aturan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis bagaimana efektivitas musik sebagai media kritik sosial berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi pada lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, lirik lagu tersebut menggambarkan fenomena pungutan liar oleh oknum aparat, sementara secara konotatif merepresentasikan resistensi masyarakat terhadap hegemoni kekuasaan yang korup. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa pengembangan kajian komunikasi konflik dalam karya seni, di mana efektivitas musik sebagai media kritik tidak hanya diukur dari muatan liriknya, tetapi juga dari dialektika yang muncul di ruang publik pasca-rilis karya. Temuan menunjukkan bahwa meskipun musik memiliki daya tarik emosional yang kuat untuk mendorong perubahan sosial, keberadaannya tetap rentan terhadap batasan kebebasan berekspresi di Indonesia. Hasil ini memperkaya literatur mengenai fungsi musik sebagai kanal aspirasi politik sekaligus memetakan tantangan bagi musisi independen dalam menghadapi risiko hukum dan institusional di era digital. Kata Kunci : Kritik Sosial, Musik, Roland Barthes, Semiotika
Title: MUSIK SEBAGAI MEDIA KRITIK SOSIAL : ANALISIS SEMIOTIKA LAGU BAYAR BAYAR BAYAR KARYA BAND SUKATANI
Description:
Lagu berjudul Bayar Bayar Bayar merupakan sebuah lagu karya grup band punk Sukatani yang mengandung pesan kritik sosial yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu kepada para pendengarnya.
Berisi lirik yang lugas, tajam, dan kritis terhadap isu sosial yang sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, yaitu praktik korupsi yang dilakukan oleh sebagian oknum polisi yang melanggar aturan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis bagaimana efektivitas musik sebagai media kritik sosial berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi pada lirik lagu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, lirik lagu tersebut menggambarkan fenomena pungutan liar oleh oknum aparat, sementara secara konotatif merepresentasikan resistensi masyarakat terhadap hegemoni kekuasaan yang korup.
Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa pengembangan kajian komunikasi konflik dalam karya seni, di mana efektivitas musik sebagai media kritik tidak hanya diukur dari muatan liriknya, tetapi juga dari dialektika yang muncul di ruang publik pasca-rilis karya.
Temuan menunjukkan bahwa meskipun musik memiliki daya tarik emosional yang kuat untuk mendorong perubahan sosial, keberadaannya tetap rentan terhadap batasan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Hasil ini memperkaya literatur mengenai fungsi musik sebagai kanal aspirasi politik sekaligus memetakan tantangan bagi musisi independen dalam menghadapi risiko hukum dan institusional di era digital.
Kata Kunci : Kritik Sosial, Musik, Roland Barthes, Semiotika.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Perlindungan Hukum Seniman Sukatani atas Lagu Bayar Bayar Bayar ditinjau dari Instrumen HAM Internasional dan Nasional
Perlindungan Hukum Seniman Sukatani atas Lagu Bayar Bayar Bayar ditinjau dari Instrumen HAM Internasional dan Nasional
Abstract. Songs are a medium of expression that falls under the right to freedom of opinion and expression, which is clearly recognized in various human rights legal instruments, b...
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Musik adalah karya seni yang berupa bunyi atau suara yang disusun dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang memiliki kesatuan dan kesinambung...
Musik – Die schönste Nebensache
Musik – Die schönste Nebensache
Jugend und Musik ist ein Thema, dem sich die Medienpädagogik immer wieder von Neuem zuwenden muss. Die zentrale Position, die Musik im Fühlen, aber auch im Denken und Handeln der M...
SENI MUSIK SEBAGAI KRITIK SOSIAL MELAUI LAGU ‘BAYAR BAYAR BAYAR’ OLEH BAND SUKATANI
SENI MUSIK SEBAGAI KRITIK SOSIAL MELAUI LAGU ‘BAYAR BAYAR BAYAR’ OLEH BAND SUKATANI
Fenomena musik sebagai alat kritik sosial telah lama ada, namun baru-baru ini lagu 'Bayar Bayar Bayar' menjadi sorotan karena liriknya secara eksplisit mengkritik institusi kepolis...
SINISME POLITIK DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS KRITIK SOSIAL LAGU VIRAL “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND SUKATANI
SINISME POLITIK DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS KRITIK SOSIAL LAGU VIRAL “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND SUKATANI
Fenomena sinisme politik di media sosial Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya ekspresi publik melalui konten digital bernuansa kritik sosial. Penelitian ini bertujuan ...
Kritik Sosial Pada Lirik Lagu
Kritik Sosial Pada Lirik Lagu
Abstract. Today music is not only seen as a means of entertainment, more than that music can also be used as a means of communication which is poured into song lyrics. Through the ...
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
AbstrakSuperman Is Dead adalah band yang berdiri sejak tahun 1995 hingga saat ini masih eksis dankonsisten mengusung tema karya-karya kritik sosial. Kritik sosial tidak lepas dari ...

Back to Top