Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH NASI PUTIH BARU MATANG DAN NASI PUTIH KEMARIN (TERETROGRADASI) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA SUBJEK WANITA PRA DIABETES

View through CrossRef
Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Faktor yang meningkatkan risiko diabetes mellitus adalah pola makan yang tidak sehat, seperti diet tinggi indeks glikemik. Salah satu jenis pangan berindeks glikemik tinggi adalah nasi. Namun, nasi yang disimpan dan mengalami penurunan suhu dapat mengalami proses retrogradasi sehingga nasi memiliki kadar pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang baru matang (masih tergelatinisasi). Konsumsi makanan dengan kadar pati resisten yang tinggi dapat menurunkan kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diet nasi putih baru matang dan nasi putih kemarin (teretrogradasi) terhadap kadar glukosa darah postprandial (½, 1, dan 2 jam) pada subjek wanita pra diabetes.    Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan rancangan pre-post controlled grup design yang menggunakan wanita pra diabetes sebagai subjek penelitian. Total sampel 18 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (mendapat nasi putih baru matang) dan kelompok perlakuan (mendapat nasi putih kemarin). Metode pengukuran kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan alat glucometer test. Independent sample t-test dan uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan kadar glukosa darah pada kedua kelompok. Hasil : Rerata kadar glukosa darah ½, 1, dan 2 postprandial pada kelompok 1 sebesar 145,6; 138,1; dan 124,4 mg/dl dan kelompok 2 sebesar 149,63; 121,13; dan 118,75 mg/dl. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p>0,05). Simpulan : Kenaikan rerata glukosa darah postprandial setelah konsumsi nasi putih kemarin tidak berbeda dengan kenaikan setelah konsumsi nasi putih baru matang.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: PENGARUH NASI PUTIH BARU MATANG DAN NASI PUTIH KEMARIN (TERETROGRADASI) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA SUBJEK WANITA PRA DIABETES
Description:
Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia.
Faktor yang meningkatkan risiko diabetes mellitus adalah pola makan yang tidak sehat, seperti diet tinggi indeks glikemik.
Salah satu jenis pangan berindeks glikemik tinggi adalah nasi.
Namun, nasi yang disimpan dan mengalami penurunan suhu dapat mengalami proses retrogradasi sehingga nasi memiliki kadar pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang baru matang (masih tergelatinisasi).
Konsumsi makanan dengan kadar pati resisten yang tinggi dapat menurunkan kenaikan kadar glukosa darah.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diet nasi putih baru matang dan nasi putih kemarin (teretrogradasi) terhadap kadar glukosa darah postprandial (½, 1, dan 2 jam) pada subjek wanita pra diabetes.
    Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan rancangan pre-post controlled grup design yang menggunakan wanita pra diabetes sebagai subjek penelitian.
Total sampel 18 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (mendapat nasi putih baru matang) dan kelompok perlakuan (mendapat nasi putih kemarin).
Metode pengukuran kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan alat glucometer test.
Independent sample t-test dan uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan kadar glukosa darah pada kedua kelompok.
Hasil : Rerata kadar glukosa darah ½, 1, dan 2 postprandial pada kelompok 1 sebesar 145,6; 138,1; dan 124,4 mg/dl dan kelompok 2 sebesar 149,63; 121,13; dan 118,75 mg/dl.
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p>0,05).
Simpulan : Kenaikan rerata glukosa darah postprandial setelah konsumsi nasi putih kemarin tidak berbeda dengan kenaikan setelah konsumsi nasi putih baru matang.

Related Results

Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
Lansia merupakan seseorang yang telah menginjak usia 60 tahun atau lebih. Lansia pada umumnya mengalami perubahan biologis dalam dirinya sehingga lebih mudah terkena masalah keseha...

Back to Top