Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gaya Penulisan Media Ormas Islam

View through CrossRef
Abstract. The media of Islamic organizations in Indonesia can now be said to be an online media that is needed by the community, especially those who are involved in these Islamic organizations. The presence of information that feels closer personally and geographically makes Islamic mass media media the community's choice of media when the need for valid information is difficult to find. Of the various types of Islamic media organizations in Indonesia, each has its own characteristics, ranging from the variety of websites they manage to different writing styles, one of which is the style of the environment. This research focuses on how the diversity of writing between NU Jabar and Persis media can be written so as to produce the finding that how a media can determine the language style / style of its environment which is so diverse, even though it is still in the same source or rule, namely Islam. The method used in this research is qualitative with a case study approach, and uses data collection techniques in the form of observations, interviews, and literature studies. The results of the research are 1) The writing format on the West Java and Persis NU media there are some basic differences, such as the difference in the font used where NU uses the Metropolis Semibold Family font, while Persis.or.id uses the Trebuchet MS font. In the West Java NU media, they set a standard number of words for each article, which is 300 words, while in Persis they are more flexible by not specifying a minimum number of words. 2) There are differences in the mention of religious figures in the NU Jabar and Persis media, NU Jabar uses the words H. (Haji) and KH. (Kyai Haji) for the designation of religious figures, while Persis mentions Ustad or Al-Ustad. There are also many differences regarding the mention of events, for example, the mention of the word Ramadan, Prayer, Pupils and so on. 3) Basically, the West Java and Persis NU media still refer to the KBBI in determining each word choice they use. However, both of them agreed that some differences in words or what is commonly called the selingkung style is a natural thing considering this is the hallmark of an organization which eventually becomes the hallmark of the media. Abstrak. Media ormas Islam di Indonesia saat ini bisa dibilang menjadi media online yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di organisasi Islam tersebut. Hadirnya informasi yang terasa lebih dekat secara personal maupun geografis  menjadikan media ormas Islam menjadi media pilihan masyarakat ketika kebutuhan akan informasi yang valid sulit ditemukan. Dari berbagai jenis organisasi media Islam di Indonesia, masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari keberagaman website yang mereka kelola hingga gaya penulisan yang berbeda-beda, salah satunya adalah gaya selingkungnya. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana keberagaman penulisan antara media NU Jabar dan Persis dapat ditulis sehingga menghasilkan temuan bahwa bagaimana sebuah media bisa menentukan gaya bahasa/gaya selingkungnya yang begitu beragam, walaupun masih dalam sumber atau kaidah yang sama yaitu agama Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun hasil penelitiannya yaitu 1) Format penulisan pada media NU Jabar dan Persis terdapat beberapa perbedaan yang mendasar, seperti perbedaan font yang digunakan dimana NU menggunakan font MetropolisSemibold Family, sedangkan Persis.or.id menggunakan font Trebuchet MS. Pada media NU Jabar, mereka menetapkan standar jumlah kata tiap tulisan yaitu 300 kata, sedangkan pada media Persis mereka lebih fleksibel dengan tidak menentukan minimal jumlah kata. 2) Terdapat perbedaan penyebutan tokoh keagamaan pada media NU Jabar dan Persis, NU Jabar menggunakan kata H. (Haji) dan KH. (Kyai Haji) untuk sebutan tokoh keagamaan, sedangkan Persis menyebutkan Ustad atau Al-Ustad. Terdapat pula banyak perbedaan terkait penyebutan peristiwa contohnya seperti penyebutan kata Ramadhan, Sholat, Murid dan sebagainya. 3) Pada dasarnya, media NU Jabar dan Persis masih merujuk kepada KBBI dalam menentukan setiap pemilihan kata yang mereka gunakan. Namun keduanya bersepakat bahwa beberapa perbedaan kata atau yang biasa disebut gaya selingkung merupakan hal yang wajar mengingat hal ini merupakan ciri khas suatu organisasi yang akhirnya menjadi ciri khas pada media tersebut.
Title: Gaya Penulisan Media Ormas Islam
Description:
Abstract.
The media of Islamic organizations in Indonesia can now be said to be an online media that is needed by the community, especially those who are involved in these Islamic organizations.
The presence of information that feels closer personally and geographically makes Islamic mass media media the community's choice of media when the need for valid information is difficult to find.
Of the various types of Islamic media organizations in Indonesia, each has its own characteristics, ranging from the variety of websites they manage to different writing styles, one of which is the style of the environment.
This research focuses on how the diversity of writing between NU Jabar and Persis media can be written so as to produce the finding that how a media can determine the language style / style of its environment which is so diverse, even though it is still in the same source or rule, namely Islam.
The method used in this research is qualitative with a case study approach, and uses data collection techniques in the form of observations, interviews, and literature studies.
The results of the research are 1) The writing format on the West Java and Persis NU media there are some basic differences, such as the difference in the font used where NU uses the Metropolis Semibold Family font, while Persis.
or.
id uses the Trebuchet MS font.
In the West Java NU media, they set a standard number of words for each article, which is 300 words, while in Persis they are more flexible by not specifying a minimum number of words.
2) There are differences in the mention of religious figures in the NU Jabar and Persis media, NU Jabar uses the words H.
(Haji) and KH.
(Kyai Haji) for the designation of religious figures, while Persis mentions Ustad or Al-Ustad.
There are also many differences regarding the mention of events, for example, the mention of the word Ramadan, Prayer, Pupils and so on.
3) Basically, the West Java and Persis NU media still refer to the KBBI in determining each word choice they use.
However, both of them agreed that some differences in words or what is commonly called the selingkung style is a natural thing considering this is the hallmark of an organization which eventually becomes the hallmark of the media.
Abstrak.
Media ormas Islam di Indonesia saat ini bisa dibilang menjadi media online yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di organisasi Islam tersebut.
Hadirnya informasi yang terasa lebih dekat secara personal maupun geografis  menjadikan media ormas Islam menjadi media pilihan masyarakat ketika kebutuhan akan informasi yang valid sulit ditemukan.
Dari berbagai jenis organisasi media Islam di Indonesia, masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari keberagaman website yang mereka kelola hingga gaya penulisan yang berbeda-beda, salah satunya adalah gaya selingkungnya.
Penelitian ini berfokus kepada bagaimana keberagaman penulisan antara media NU Jabar dan Persis dapat ditulis sehingga menghasilkan temuan bahwa bagaimana sebuah media bisa menentukan gaya bahasa/gaya selingkungnya yang begitu beragam, walaupun masih dalam sumber atau kaidah yang sama yaitu agama Islam.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Adapun hasil penelitiannya yaitu 1) Format penulisan pada media NU Jabar dan Persis terdapat beberapa perbedaan yang mendasar, seperti perbedaan font yang digunakan dimana NU menggunakan font MetropolisSemibold Family, sedangkan Persis.
or.
id menggunakan font Trebuchet MS.
Pada media NU Jabar, mereka menetapkan standar jumlah kata tiap tulisan yaitu 300 kata, sedangkan pada media Persis mereka lebih fleksibel dengan tidak menentukan minimal jumlah kata.
2) Terdapat perbedaan penyebutan tokoh keagamaan pada media NU Jabar dan Persis, NU Jabar menggunakan kata H.
(Haji) dan KH.
(Kyai Haji) untuk sebutan tokoh keagamaan, sedangkan Persis menyebutkan Ustad atau Al-Ustad.
Terdapat pula banyak perbedaan terkait penyebutan peristiwa contohnya seperti penyebutan kata Ramadhan, Sholat, Murid dan sebagainya.
3) Pada dasarnya, media NU Jabar dan Persis masih merujuk kepada KBBI dalam menentukan setiap pemilihan kata yang mereka gunakan.
Namun keduanya bersepakat bahwa beberapa perbedaan kata atau yang biasa disebut gaya selingkung merupakan hal yang wajar mengingat hal ini merupakan ciri khas suatu organisasi yang akhirnya menjadi ciri khas pada media tersebut.

Related Results

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
Analisis Penulisan Huruf Kapital pada Teks Deskripsi
Analisis Penulisan Huruf Kapital pada Teks Deskripsi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan dilapangan menunjukan bahwa kemampuan menulis huruf kapital siswa kelas III disebuah sekolah disekitar kecamatan kabupa...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
Implementasi Instrumen Gaya Belajar Bobbi DePorter di STAI YPBWI Surabaya
Implementasi Instrumen Gaya Belajar Bobbi DePorter di STAI YPBWI Surabaya
Artikel ini membahas tentang penerapan instrumen gaya belajar Bobbi DePorter di STAI YPBWI Surabaya. Gaya belajar adalah variasi cara yang dimiliki seseorang untuk mengumpulkan dan...
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
Analisis Karakter Media Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Peserta Didik
Analisis Karakter Media Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Peserta Didik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter media pembelajaran berdasarkan gaya belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode s...

Back to Top