Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FENOMENOLOGI ADVERSITY QUOTIENT PEMULUNG TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) BANTARGEBANG

View through CrossRef
Kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan dalam hidupnya disebut Adversity Quotient. Untuk mengetahui Adversity Quotient Pemulung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Peneliti menggunakan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil 6 informan. Control yang dimiliki pemulung, mampu menerima dan menjalankan kehidupan dengan ikhlas, menyelesaikan masalah dengan mengutamakan komunikasi dan mampu berkomitmen. Origin dan Ownership, mampu menerima dan tidak menyalahkan dirinya, selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, tidak mudah mengeluh. Reach, dapat membatasi segala kesulitan yang terjadi agar tidak menjangkau kepada aspek kehidupan yang lainnya. Edurance, bahwa pemulung memandang segala kendala dalam permasalahan yang terjadi hanya bersifat sementara dan akan segera berlalu. Menurutnya semua permasalahan yang terjadi tidak menjadikan penghalang melainkan menjadikannya penyemangat. Motivasi yang dimiliki pemulung berasal dari dalam diri, keluarga, anak dan istri. Ketekunan dan ketangguhan mental menjadikannya tetap bertahan hidup. Pemulung memiliki karakteristik Climbers, Pemaknaan hidup yang sesungguhnya pemulung mengetahui perasaan bahagia yang sebenarnya menjadikannya anugerah. Resiko kematian akibat tertimbun gundukan sampah serta penghasilan minim menutup mata pemulung akan bahaya pekerjaannya. Motivasi, ketekunan dan ketangguhan mental yang pemulung miliki menjadikannya tetap bertahan. Pemulung sangat menikmati profesinya. Dibuktikan dengan jangka waktu 20 tahun lebih menjadikan pemulung sebagai profesi.
Title: FENOMENOLOGI ADVERSITY QUOTIENT PEMULUNG TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) BANTARGEBANG
Description:
Kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan dalam hidupnya disebut Adversity Quotient.
Untuk mengetahui Adversity Quotient Pemulung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Peneliti menggunakan metode fenomenologi.
Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Peneliti mengambil 6 informan.
Control yang dimiliki pemulung, mampu menerima dan menjalankan kehidupan dengan ikhlas, menyelesaikan masalah dengan mengutamakan komunikasi dan mampu berkomitmen.
Origin dan Ownership, mampu menerima dan tidak menyalahkan dirinya, selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, tidak mudah mengeluh.
Reach, dapat membatasi segala kesulitan yang terjadi agar tidak menjangkau kepada aspek kehidupan yang lainnya.
Edurance, bahwa pemulung memandang segala kendala dalam permasalahan yang terjadi hanya bersifat sementara dan akan segera berlalu.
Menurutnya semua permasalahan yang terjadi tidak menjadikan penghalang melainkan menjadikannya penyemangat.
Motivasi yang dimiliki pemulung berasal dari dalam diri, keluarga, anak dan istri.
Ketekunan dan ketangguhan mental menjadikannya tetap bertahan hidup.
Pemulung memiliki karakteristik Climbers, Pemaknaan hidup yang sesungguhnya pemulung mengetahui perasaan bahagia yang sebenarnya menjadikannya anugerah.
Resiko kematian akibat tertimbun gundukan sampah serta penghasilan minim menutup mata pemulung akan bahaya pekerjaannya.
Motivasi, ketekunan dan ketangguhan mental yang pemulung miliki menjadikannya tetap bertahan.
Pemulung sangat menikmati profesinya.
Dibuktikan dengan jangka waktu 20 tahun lebih menjadikan pemulung sebagai profesi.

Related Results

KONSTRUKSI REALITAS MASYARAKAT BANTARGEBANG
KONSTRUKSI REALITAS MASYARAKAT BANTARGEBANG
Pemberitaan mengenai TPST Bantargebang tidak jarang mendapat sorotan menyedihkan dari media. Namun, untuk memberikan pembanding dari media-media lain yang hanya menyoroti kesengsar...
KEBIJAKAN KEBERLANJUTAN PENGOLAHAN PERSAMPAHAN KABUPATEN SIDOARJO BERBASIS TPST
KEBIJAKAN KEBERLANJUTAN PENGOLAHAN PERSAMPAHAN KABUPATEN SIDOARJO BERBASIS TPST
Pola pembuangan sampah yang dilakukan dengan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tidak relevan dengan lahan kota yang sempit dan pesatnya pertumbuhan penduduk. Pengelolaan s...
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelola...
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Adversity quotient mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015 dan mengetahui ada atau tidak adanya keterkaitan antara Advers...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DESA KARANGKATES UNTUK MENCAPAI ZERO WASTE
PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DESA KARANGKATES UNTUK MENCAPAI ZERO WASTE
Desa Karangkates berupaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah dimana volume sampahsangat berdampak pada lingkungan disekitarnya, maka dari itu direncanakan pengelolaan sampah d...
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Sampah di Indonesia merupakan masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Timbulan sampah dari waktu ke waktu masih fluktuatif jumlahnya. Pembuangan sampah rumah tangga sembarangan j...

Back to Top