Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BUDAYA AMONG-AMONG DAN SLAMETAN DI JAWA

View through CrossRef
Setelah agama islam masuk ke Indonesia pada abad 7-13 M, terjadi perubahan yang sangat drastis dalam system kepercayaan masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat jawa pada khususnya, karena islam berhasil perlahan mengambil hati masyarakatnya. Perkembangan dakwah islam di jawa memiliki proses yang unik, karena menghadapi kekuatan pra islam yang telah mengakar pada setiap spektrum kehidupan masyarakat. Para penyebar agama islam di pulau jawa tidak mudah untk menghilangkan dan menggeser budaya budaya yang telah diciptakan nenek moyang mereka pada masa pra islam. Maka dengan bentuk dan cara yang telah mengakar dalam kehidpan masyarakat tetap dipertahankan dengan arah dan tujuan dialihkan menuju yang bernuansa islami. Tetapi seiring berkembangnya zaman, budaya budaya masyarakat pulau jawa mengalami revolusi dalam bentuk, tata cara, dan tujuan pelaksanaanya. Sehingga tidak lagi dapat dikatakan sebaggai ajaran islam yang sesuai dengan apa yang tertera dalam Al Quran dan Hadist. Dalam artian bahwa budaya-budaya tersebut sudah tergolong dalam perbuatan yang syirik. Maka makalah ini mengkaji tentang budaya-budaya masyarakat pulau jawa khususnya among-among yang telah mengalami revolusi bentuk, tatacara, dan tujuan pelaksanaan, yang sudah tidak sesuai dengan syareat islam.
Center for Open Science
Title: BUDAYA AMONG-AMONG DAN SLAMETAN DI JAWA
Description:
Setelah agama islam masuk ke Indonesia pada abad 7-13 M, terjadi perubahan yang sangat drastis dalam system kepercayaan masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat jawa pada khususnya, karena islam berhasil perlahan mengambil hati masyarakatnya.
Perkembangan dakwah islam di jawa memiliki proses yang unik, karena menghadapi kekuatan pra islam yang telah mengakar pada setiap spektrum kehidupan masyarakat.
Para penyebar agama islam di pulau jawa tidak mudah untk menghilangkan dan menggeser budaya budaya yang telah diciptakan nenek moyang mereka pada masa pra islam.
Maka dengan bentuk dan cara yang telah mengakar dalam kehidpan masyarakat tetap dipertahankan dengan arah dan tujuan dialihkan menuju yang bernuansa islami.
Tetapi seiring berkembangnya zaman, budaya budaya masyarakat pulau jawa mengalami revolusi dalam bentuk, tata cara, dan tujuan pelaksanaanya.
Sehingga tidak lagi dapat dikatakan sebaggai ajaran islam yang sesuai dengan apa yang tertera dalam Al Quran dan Hadist.
Dalam artian bahwa budaya-budaya tersebut sudah tergolong dalam perbuatan yang syirik.
Maka makalah ini mengkaji tentang budaya-budaya masyarakat pulau jawa khususnya among-among yang telah mengalami revolusi bentuk, tatacara, dan tujuan pelaksanaan, yang sudah tidak sesuai dengan syareat islam.

Related Results

PRESPEKTIF SIMBOLIK DALAM BUDAYA RITUAL SLAMETAN: STUDI KASUS DI MASYARAKAT ISLAM JAWA
PRESPEKTIF SIMBOLIK DALAM BUDAYA RITUAL SLAMETAN: STUDI KASUS DI MASYARAKAT ISLAM JAWA
budaya dan agama masyarakat. Islam tiba dengan proses akulturasi yang panjang, mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan budaya lokal yang telah ada sebelumnya. Dalam konteks Jawa,...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
Meretas Narasi Dewi Sri: Etnografi Sastra Terhadap Peran Perempuan dalam Folklor Jawa
Meretas Narasi Dewi Sri: Etnografi Sastra Terhadap Peran Perempuan dalam Folklor Jawa
Melalui keindahan dan kedalaman mitologi Jawa, masyarakat meresapi keberadaan Dewi Sri sebagai entitas yang menghiasi warisan budaya dengan makna mendalam. Dewi Sri bukan sekadar k...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
Kristus dalam Berbagai Budaya
Kristus dalam Berbagai Budaya
Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga b...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...

Back to Top