Javascript must be enabled to continue!
NILAI-NILAI HUMANISME DALAM ETIKA PEPERANGAN (KAJIAN AYAT-AYAT QITAL)
View through CrossRef
Kajian Ilmiah ini membahas kaitannya nilai pada humanisme mengenai etika dalam peperangan (Kajian mengenai ayat Qital). Adanya pembaharuan kontektual humanisme yang menjadi unsur pokok dalam pengembangan baru untuk terkhusus umat Islam. Dengan terlihat keadaan yang terjadi, dengan terindikasi pemahaman yang belum terperinci dalam memahami ayat-ayat peperangan, sehingga menimbulkan masalah seperti pahami megenai ayat jihad. Jelaslah teruntuk seseorang yang hanya memahami dengan satu aspek justru akan memunculkan yang fatal dalam memahi konteks dari pada ayat-ayat qital yang dimaksud. Hal tersebut menjadikan wawasan baru, untuk menemukan relevansi dan menciptakan harmoni sosial seperti yang diharapkan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Untuk itu digunakan bahan-bahan kepustakaan dengan sumber utama primer yakni kitab tafsir ibnu katsir persi indnesia, Fī Zilâl Qur’an, tafsir Al-Azhar. dan mengenai sumber primer contohnya tesis, skripsi, dan artikel ilmiah. Dalam mengolah data, penulis lebih dulu mengumpulkan ayat-ayat dalam Al-Qur‟an yang menyebut dan membahas qitâl dalam Al-Qur‟an. Kemudian penulis terkumpulnya mengenai ayat yang menyebut kata qitâl diringkas dan dikorelasikan dengan perpekstif humanisme. Demikian dapat diperoleh beberapa kesimpulan termasuk diantaranya; bahwasanya masalah yang ada menjangkiti masyarakat dunia pada umumnya lebih dikarenakan pudarnya rasa peduli terhadap sesama insan atas dasar kepentingan pribadi dan kelompok. Kemudian kontekstual perang saat ini bukan mendasar pada peperangan pada umumnya yang terjadi pada zaman nabi, akan tetapi rusaknya sebuah peradaban karena tidak mampu memerangi pembaharuan teknologi yang menurunkan keimanan.
State Islamic University of Raden Fatah Palembang
Title: NILAI-NILAI HUMANISME DALAM ETIKA PEPERANGAN (KAJIAN AYAT-AYAT QITAL)
Description:
Kajian Ilmiah ini membahas kaitannya nilai pada humanisme mengenai etika dalam peperangan (Kajian mengenai ayat Qital).
Adanya pembaharuan kontektual humanisme yang menjadi unsur pokok dalam pengembangan baru untuk terkhusus umat Islam.
Dengan terlihat keadaan yang terjadi, dengan terindikasi pemahaman yang belum terperinci dalam memahami ayat-ayat peperangan, sehingga menimbulkan masalah seperti pahami megenai ayat jihad.
Jelaslah teruntuk seseorang yang hanya memahami dengan satu aspek justru akan memunculkan yang fatal dalam memahi konteks dari pada ayat-ayat qital yang dimaksud.
Hal tersebut menjadikan wawasan baru, untuk menemukan relevansi dan menciptakan harmoni sosial seperti yang diharapkan Islam.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan.
Untuk itu digunakan bahan-bahan kepustakaan dengan sumber utama primer yakni kitab tafsir ibnu katsir persi indnesia, Fī Zilâl Qur’an, tafsir Al-Azhar.
dan mengenai sumber primer contohnya tesis, skripsi, dan artikel ilmiah.
Dalam mengolah data, penulis lebih dulu mengumpulkan ayat-ayat dalam Al-Qur‟an yang menyebut dan membahas qitâl dalam Al-Qur‟an.
Kemudian penulis terkumpulnya mengenai ayat yang menyebut kata qitâl diringkas dan dikorelasikan dengan perpekstif humanisme.
Demikian dapat diperoleh beberapa kesimpulan termasuk diantaranya; bahwasanya masalah yang ada menjangkiti masyarakat dunia pada umumnya lebih dikarenakan pudarnya rasa peduli terhadap sesama insan atas dasar kepentingan pribadi dan kelompok.
Kemudian kontekstual perang saat ini bukan mendasar pada peperangan pada umumnya yang terjadi pada zaman nabi, akan tetapi rusaknya sebuah peradaban karena tidak mampu memerangi pembaharuan teknologi yang menurunkan keimanan.
Related Results
Maqâshid al-Syarî`ah al-Shâthibî and Ibn `Ashûr’s Perspectives on al-Qitâl Verse
Maqâshid al-Syarî`ah al-Shâthibî and Ibn `Ashûr’s Perspectives on al-Qitâl Verse
The verse of al-Qitâl is frequently exploited as a symbol to instill a negative stigma against Islam and trigger the emergence of religious radicalism, which disrupts Muslim-non-Mu...
Qital: Reinterpretasi Pendekatan Humanis
Qital: Reinterpretasi Pendekatan Humanis
Penelitian ini bertujuan untuk mencari sisi humanis pada lafadz qital (perintah untuk perang) dalam Islam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka...
PEPERANGAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN AYAT-AYAT QITÂL
PEPERANGAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN AYAT-AYAT QITÂL
Persoalan perang dalam masyarakat Islam belakangan ini kembali menjadi problematis karena kini muncul kecenderungan kelompok-kelompok yang memahami perang sebagai sebuah gerakan of...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
Perang sebagai Penyelesaian Konflik dalam Syair Perang Menteng
Perang sebagai Penyelesaian Konflik dalam Syair Perang Menteng
Kajian ini membincangkan perang sebagai penyelesaian konflik dalam Syair Perang Menteng. Objektif kajian ini adalah untuk menjelaskan konflik antara Sultan Mahmud ...
HUMANISME DALAM CERITA RAKYAT DI KABUPATEN PATI
HUMANISME DALAM CERITA RAKYAT DI KABUPATEN PATI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk etika humanisme sastra profetik dan faktor-faktor yang melatarbelakangi tokoh beretika humanisme di dalam cerita rakyat...

