Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Hasil Fermentasi Limbah Kulit Buah terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong

View through CrossRef
Limbah kulit buah merupakan salah satu jenis sampah organik yang sering dibuang, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengolahan limbah ini menjadi POC dapat mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POC dari limbah kulit buah terhadap pertumbuhan tanaman terong dan membandingkannya dengan pupuk organik cair komersil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan fermentasi limbah kulit buah (buah naga, mangga, jeruk, dan alpukat) selama 20 hari. POC yang dihasilkan kemudian diuji kandungan unsur haranya, dan percobaan pemupukan dilakukan dengan dua rasio POC berbeda (4 ml:1000 ml dan 8 ml:1000 ml) serta pupuk komersil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman terong yang diberi POC dengan rasio 8 ml:1000 ml tumbuh paling baik, mencapai tinggi 38 cm dan 28 helai daun pada akhir pengamatan. Sebaliknya, perlakuan tanpa pupuk menunjukkan pertumbuhan paling lambat. Kesimpulannya, POC dari limbah kulit buah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terong, memberikan alternatif berkelanjutan untuk pupuk kimia, dan berkontribusi pada pengurangan limbah, yang relevan untuk pengembangan praktik pertanian  
Title: Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Hasil Fermentasi Limbah Kulit Buah terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong
Description:
Limbah kulit buah merupakan salah satu jenis sampah organik yang sering dibuang, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC).
Pengolahan limbah ini menjadi POC dapat mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi pertanian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POC dari limbah kulit buah terhadap pertumbuhan tanaman terong dan membandingkannya dengan pupuk organik cair komersil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan fermentasi limbah kulit buah (buah naga, mangga, jeruk, dan alpukat) selama 20 hari.
POC yang dihasilkan kemudian diuji kandungan unsur haranya, dan percobaan pemupukan dilakukan dengan dua rasio POC berbeda (4 ml:1000 ml dan 8 ml:1000 ml) serta pupuk komersil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman terong yang diberi POC dengan rasio 8 ml:1000 ml tumbuh paling baik, mencapai tinggi 38 cm dan 28 helai daun pada akhir pengamatan.
Sebaliknya, perlakuan tanpa pupuk menunjukkan pertumbuhan paling lambat.
Kesimpulannya, POC dari limbah kulit buah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terong, memberikan alternatif berkelanjutan untuk pupuk kimia, dan berkontribusi pada pengurangan limbah, yang relevan untuk pengembangan praktik pertanian  .

Related Results

Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair
Pertanian modern menghadapi tantangan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan. Salah satu solusi yang menarik adalah penggunaan pupuk organik cair dari limbah tahu yang...
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is one of the ornamental plants that are in great demand by the people of Indonesia. Unfortunately, chrysanthemum seeds are still imported ...
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Indigofera zollingeriana
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Indigofera zollingeriana
Pupuk organik merupakan hasil aktivitas mikrobiologi dalam merombak bahan organik, dan memiliki sifat slow release (lambat tersedia) namun dapat tersedia lebih lama di dalam tanah ...
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EM4 DAN JENIS LIMBAH KULIT BUAH PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EM4 DAN JENIS LIMBAH KULIT BUAH PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
Industri makanan berbahan dasar buah-buahan seperti pisang juga nanas ,menghasilkan bahan buangan atau limbah diantaranya berupa  kulit dalam jumlah yang banyak. Limbah kulit buah ...

Back to Top