Javascript must be enabled to continue!
Immediate Full Denture Untuk Perbaikan Estetik dengan Alveolektomi Radikal Pada Rahang Bawah
View through CrossRef
Immediate Denture dapat diberikan kepada penderita yang akan mengalami pencabutan satu gigi atau beberapa gigi anterior, atau bahkan disertai adanya eksostosis. Penderita yang karena sesuatu hal terpaksa gigi anteriornya dicabut, akan mengalami gangguan estetik dan psikologik. Maka immediate denture bertujuan agar penderita tidak mengalami ompong akibat pencabutan gigi dan penderita dapat langsung menggunakan gigi tiruan tersebut segera tanpa menunggu proses penyembuhan. Persiapan pembuatan gigi tiruan lengkap seperti biasa dengan meradir (memotong) gigi-gigi pada model kerja yang akan direncanakan dicabut dan segera diinsersikan setelah gigi-gigi tersebut dicabut dan dilakukan alveolektomy. Kontrol 3 hari, 7 hari, 4 minggu, dan 8 minggu pasca insersi untuk melihat proses resorbsi dari pasca pencabutan agar dapat dilakukan relining dan rebasing pada gigi tiruannya. Kontrol 7 hari proses penyembuhan sudah terlihat membaik dan retensi gigi tiruan masih baik. Pada kontrol 4 minggu setelah insersi, gigi tiruan mulai goyang dan dilakukan proses relining dan rebasing menggunakan soft liner. Pada kontrol 8 minggu sesudah insersi proses penyembuhan sudah sempurna, dan gigi tiruan lengkap harus dilakukan relining dan rebasing kembali menggunakan self cure acrylic. Kesimpulan, pembuatan gigi tiruan immediate dapat dilakukan bila penderita menginginkan pemakaian gigi tiruan lengkap dalam waktu cepat dan penderita tidak ingin kehilangan gigi anteriornya dalam waktu lama sehingga merusak estetik
Title: Immediate Full Denture Untuk Perbaikan Estetik dengan Alveolektomi Radikal Pada Rahang Bawah
Description:
Immediate Denture dapat diberikan kepada penderita yang akan mengalami pencabutan satu gigi atau beberapa gigi anterior, atau bahkan disertai adanya eksostosis.
Penderita yang karena sesuatu hal terpaksa gigi anteriornya dicabut, akan mengalami gangguan estetik dan psikologik.
Maka immediate denture bertujuan agar penderita tidak mengalami ompong akibat pencabutan gigi dan penderita dapat langsung menggunakan gigi tiruan tersebut segera tanpa menunggu proses penyembuhan.
Persiapan pembuatan gigi tiruan lengkap seperti biasa dengan meradir (memotong) gigi-gigi pada model kerja yang akan direncanakan dicabut dan segera diinsersikan setelah gigi-gigi tersebut dicabut dan dilakukan alveolektomy.
Kontrol 3 hari, 7 hari, 4 minggu, dan 8 minggu pasca insersi untuk melihat proses resorbsi dari pasca pencabutan agar dapat dilakukan relining dan rebasing pada gigi tiruannya.
Kontrol 7 hari proses penyembuhan sudah terlihat membaik dan retensi gigi tiruan masih baik.
Pada kontrol 4 minggu setelah insersi, gigi tiruan mulai goyang dan dilakukan proses relining dan rebasing menggunakan soft liner.
Pada kontrol 8 minggu sesudah insersi proses penyembuhan sudah sempurna, dan gigi tiruan lengkap harus dilakukan relining dan rebasing kembali menggunakan self cure acrylic.
Kesimpulan, pembuatan gigi tiruan immediate dapat dilakukan bila penderita menginginkan pemakaian gigi tiruan lengkap dalam waktu cepat dan penderita tidak ingin kehilangan gigi anteriornya dalam waktu lama sehingga merusak estetik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Contemporary methods and mobile denture cleansers and theirs significance for older population
Contemporary methods and mobile denture cleansers and theirs significance for older population
Introduction. A dramatic increase in the number of people living in their
seventies, eighties and nineties is associated with a loss of teeth and the
use of mobile dentures. ...
PERAWATAN SALURAN AKAR INSISIVUS CENTRALIS RAHANG BAWAH PADA ANAK CLEIDOCRANIAL DYSPLASIA
PERAWATAN SALURAN AKAR INSISIVUS CENTRALIS RAHANG BAWAH PADA ANAK CLEIDOCRANIAL DYSPLASIA
Cleidocranial dysplasia adalah sindrom yang ditandai oleh aplasia/hipoplasia klavikula dengan karakteristik malformasi kraniofasial dan adanya gigi berlebih (gigi supernumerary). E...
Antifungal effects of eugenol on Candida albicans adherence to denture polymers
Antifungal effects of eugenol on Candida albicans adherence to denture polymers
Background
The study’s objective is to assess the adherence of C. albicans in different types of denture polymers and the effectiveness of eugenol and commercialized...
Prevention of inflammatory changes in the denture-bearing mucous membrane
Prevention of inflammatory changes in the denture-bearing mucous membrane
Relevance. Advanced clinical and cytological studies have not been conducted yet to examine denture adhesive effect on the prevention of inflammatory changes in the mucous membrane...
Fit Accuracy of Complete Denture Base Fabricated by CAD/CAM Milling and 3D-Printing Methods
Fit Accuracy of Complete Denture Base Fabricated by CAD/CAM Milling and 3D-Printing Methods
Abstract
Objective Digital complete denture fabrication can be accomplished by either milling or three-dimensional (3D)-printing approach in which minimal distortion duri...
Denture Hygiene Habits among Elderly Patients Wearing Complete Dentures
Denture Hygiene Habits among Elderly Patients Wearing Complete Dentures
Aim: To determine the denture cleaning routine and habits in complete denture wearers according to cleaning frequency, patient age and life of dentures. Methods: In this cross-sect...

