Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MEMAHAMI HAKIKAT CINTA PADA HUBUNGAN MANUSIA: BERDASARKAN PERBANDINGAN SUDUT PANDANG FILSAFAT CINTA DAN PSIKOLOGI ROBERT STERNBERG

View through CrossRef
AbstrakCinta menjadi instrumen kehidupan yang sangat penting untuk selalu dimaknai kehadirannya. Bahkan cinta merupakan hal yang identik dengan eksistensi sejak penciptaan umat manusia, Adam dan Hawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan ilmu psikologi dan filsafat terhadap paradigma cinta yang umumnya terjadi pada manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang didapatkan dari laporan tertulis yang bersifat ilmiah dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Pada penelitian ini didapati bahwa secara psikologi, cinta diartikan sebagai bentuk tanggung jawab seseorang yang telah memasuki masa dewasa awal untuk dapat menentukan calon pendamping hidupnya. Baik yang berkenaan dengan hubungan nikah maupun pranikah atau biasa disebut sebagai bentuk perkenalan secara lebih mendalam dengan sang pasangan. Selain itu, psikologi menemukan sedikit kemungkinan kecil bahwa cinta pada dasarnya bisa dipahami secara ilmiah dengan melakukan riset-riset yang objektif. Sementara itu, Plato mewakili bagian filsafat menjelaskan bahwa cinta merupakan sebuah entitas maha dahsyat yang darinya sumber kekuatan dan energi tercipta. Sifat cinta adalah mulia dan cinta pada dasarnya merupakan sebuah penghapus alami dari sebuah kebencian dan kejahatan. Plato pun mengungkapkan penjelasan mengenai hakikat cinta yang diterimanya dari Socrates, bahwasannya cinta akan sangat indah ketika cinta tersebut belum ditemukan dan didapatkan beriringan dengannya proses pencarian dan penilaian akan terus berlangsung hingga pada titik akhir dimana ruang hampalah yang didapatkan. Oleh karena itu, golongan filosof menyepakati secara general bahwa kemustahilan adalah hal yang akan didapat ketika cinta mulai dimengerti. Kata Kunci: Cinta, Filsafat, Psikologi AbstractLove is a living instrument that is very important to always be interpreted by its presence. Even love is identical to existence since the creation of mankind, Adam and Hawa. This study aims to determine the review of psychology and philosophy on the love paradigm that generally occurs in humans. This study uses qualitative methods with data sources obtained from scientific written reports and literature resources related to this study. In this study, it was found that psychologically, love was interpreted as a form of responsibility of a person who had entered the initial adulthood to be able to determine the prospective companion of his life. Good relating to marriage and premarital relationships or commonly referred to as dating. In addition, psychology finds it a little less likely that love can be understood scientifically by conducting objective research. Meanwhile, Plato represents the philosophical section explaining that love is a great awesome entity from the source of strength and energy is created. The nature of love is noble and love is a natural eraser of hatred and crime. Plato also decreased the explanation of the nature of the love he received from Socrates, the love would be very beautiful when love had not been found and obtained together with him the search and assessment process would continue until at the end of where the room was obtained. Therefore, the philosophical group agreed in general that impossibility is something that will be obtained when love starts to understand.Keywords: Love, Philosophy, Psychology
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: MEMAHAMI HAKIKAT CINTA PADA HUBUNGAN MANUSIA: BERDASARKAN PERBANDINGAN SUDUT PANDANG FILSAFAT CINTA DAN PSIKOLOGI ROBERT STERNBERG
Description:
AbstrakCinta menjadi instrumen kehidupan yang sangat penting untuk selalu dimaknai kehadirannya.
Bahkan cinta merupakan hal yang identik dengan eksistensi sejak penciptaan umat manusia, Adam dan Hawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan ilmu psikologi dan filsafat terhadap paradigma cinta yang umumnya terjadi pada manusia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang didapatkan dari laporan tertulis yang bersifat ilmiah dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini.
Pada penelitian ini didapati bahwa secara psikologi, cinta diartikan sebagai bentuk tanggung jawab seseorang yang telah memasuki masa dewasa awal untuk dapat menentukan calon pendamping hidupnya.
Baik yang berkenaan dengan hubungan nikah maupun pranikah atau biasa disebut sebagai bentuk perkenalan secara lebih mendalam dengan sang pasangan.
Selain itu, psikologi menemukan sedikit kemungkinan kecil bahwa cinta pada dasarnya bisa dipahami secara ilmiah dengan melakukan riset-riset yang objektif.
Sementara itu, Plato mewakili bagian filsafat menjelaskan bahwa cinta merupakan sebuah entitas maha dahsyat yang darinya sumber kekuatan dan energi tercipta.
Sifat cinta adalah mulia dan cinta pada dasarnya merupakan sebuah penghapus alami dari sebuah kebencian dan kejahatan.
Plato pun mengungkapkan penjelasan mengenai hakikat cinta yang diterimanya dari Socrates, bahwasannya cinta akan sangat indah ketika cinta tersebut belum ditemukan dan didapatkan beriringan dengannya proses pencarian dan penilaian akan terus berlangsung hingga pada titik akhir dimana ruang hampalah yang didapatkan.
Oleh karena itu, golongan filosof menyepakati secara general bahwa kemustahilan adalah hal yang akan didapat ketika cinta mulai dimengerti.
 Kata Kunci: Cinta, Filsafat, Psikologi AbstractLove is a living instrument that is very important to always be interpreted by its presence.
Even love is identical to existence since the creation of mankind, Adam and Hawa.
This study aims to determine the review of psychology and philosophy on the love paradigm that generally occurs in humans.
This study uses qualitative methods with data sources obtained from scientific written reports and literature resources related to this study.
In this study, it was found that psychologically, love was interpreted as a form of responsibility of a person who had entered the initial adulthood to be able to determine the prospective companion of his life.
Good relating to marriage and premarital relationships or commonly referred to as dating.
In addition, psychology finds it a little less likely that love can be understood scientifically by conducting objective research.
Meanwhile, Plato represents the philosophical section explaining that love is a great awesome entity from the source of strength and energy is created.
The nature of love is noble and love is a natural eraser of hatred and crime.
Plato also decreased the explanation of the nature of the love he received from Socrates, the love would be very beautiful when love had not been found and obtained together with him the search and assessment process would continue until at the end of where the room was obtained.
Therefore, the philosophical group agreed in general that impossibility is something that will be obtained when love starts to understand.
Keywords: Love, Philosophy, Psychology.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Jenis Cinta dalam Antologi Cerkak Tabeting Lakon Kepungkur Karya Suryadi Ws (Teori Psikologi Cinta Robert J. Sternberg)
Jenis Cinta dalam Antologi Cerkak Tabeting Lakon Kepungkur Karya Suryadi Ws (Teori Psikologi Cinta Robert J. Sternberg)
Abstract This research began because of a love affair that occurred in the anthology of short story Tabeting Lakon Kepungkur. Starting from the closeness between the characters, t...
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
Ironi Cinta Sinta pada “Tanya Sinta, 3” dan “Sinta Gugat, 2” dalam Antologi Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono
Ironi Cinta Sinta pada “Tanya Sinta, 3” dan “Sinta Gugat, 2” dalam Antologi Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono
Abstract: Irony can happen anywhere, especially when it comes to love. Love can be seen as a human perception in looking at life and the world. Love has many forms. The ideal form ...
Tinjauan sistematik Hubungan Quadriceps Angle (Q-Angle) Dan Tibiofemoral Angle Terhadap Keluhan Knee Pain
Tinjauan sistematik Hubungan Quadriceps Angle (Q-Angle) Dan Tibiofemoral Angle Terhadap Keluhan Knee Pain
Latar belakang: Sudut tekanan otot quadriceps ditunjukkan oleh sudut Q, yaitu sudut yang terbentuk antara otot quadriceps dan tendon patela. Permukaan cembung kondilus femoralis da...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...

Back to Top