Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan sistematik Hubungan Quadriceps Angle (Q-Angle) Dan Tibiofemoral Angle Terhadap Keluhan Knee Pain
View through CrossRef
Latar belakang: Sudut tekanan otot quadriceps ditunjukkan oleh sudut Q, yaitu sudut yang terbentuk antara otot quadriceps dan tendon patela. Permukaan cembung kondilus femoralis dan kondilus plato tibialis berartikulasi membentuk sendi tibiofemoral. Variasi sudut quadriceps (sudut Q) dapat menyebabkan aktivitas otot sudut Q yang asimetris karena menyebabkan gerakan lutut dan patela yang tidak normal. Distribusi beban yang tidak merata pada sendi lutut dapat disebabkan oleh deviasi sudut tibiofemoral seperti genu varum (lutut O) atau genu valgum (lutut X). Sudut Q terkadang disebut sebagai sudut yang terbentuk antara tendon patela dan sebagian otot quadriceps, dan TFA sering dianggap sebagai prediktor keselarasan kebugaran bagian bawah yang baik pada bidang frontal dan fungsi sendi lutut. Tujuan dari studi tinjauan sistematis ini adalah untuk mengkaji bagaimana keluhan ketidaknyamanan lutut berhubungan dengan sudut quadriceps dan tibiofemoral. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan tinjauan artikel ini adalah critical review ful text dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris pada data base Google Scholar (n=50) dan Neliti (n=500) total hasil pencarian sebanyak (n=550). Setelah melakukan seleksi dan penyaringan didapatkan 8 artikel jurnal yang di review dalam studi ini. Hasil: Sudut Tibiofemoral memiliki nilai normalnya antara 5-10 derajat valgum sedangkan sudut Q Angle memiliki nilai normal sudut Q yang berada di antara 12 dan 20 derajat, pria biasanya berada di kisaran bawah, sementara wanita cenderung memiliki pengukuran yang lebih tinggi. Perubahan Q Angle sangat mempengaruhi terhadap perubahan sudut TFA yang dimana jika nilai normal kedua sudut tersebut melewati garis normalnya maka, besar resiko untuk terjadinya knee pain (nyeri lutut), cidera lutut, ACl atau cidera lainnya. Didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ramada R, 2019 1 mendapatkan temuan yaitu sudut Q lebih menonjol pada subyek perempuan (n=267) sedangkan laki-laki (n=233) dengan rata-rata sudut Q ± SEM pada subjek perempuan adalah 17,35 ± 0,225, sedangkan pada subjek laki-laki adalah 14,1 ± 0,210. Simpulan: Sudut quadriceps (Q-angle) dan sudut tibiofemoral memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya nyeri lutut (knee pain), terutama yang berkaitan dengan kondisi muskuloskeletal seperti patellofemoral pain syndrome (PFPS) dan osteoartritis.
Title: Tinjauan sistematik Hubungan Quadriceps Angle (Q-Angle) Dan Tibiofemoral Angle Terhadap Keluhan Knee Pain
Description:
Latar belakang: Sudut tekanan otot quadriceps ditunjukkan oleh sudut Q, yaitu sudut yang terbentuk antara otot quadriceps dan tendon patela.
Permukaan cembung kondilus femoralis dan kondilus plato tibialis berartikulasi membentuk sendi tibiofemoral.
Variasi sudut quadriceps (sudut Q) dapat menyebabkan aktivitas otot sudut Q yang asimetris karena menyebabkan gerakan lutut dan patela yang tidak normal.
Distribusi beban yang tidak merata pada sendi lutut dapat disebabkan oleh deviasi sudut tibiofemoral seperti genu varum (lutut O) atau genu valgum (lutut X).
Sudut Q terkadang disebut sebagai sudut yang terbentuk antara tendon patela dan sebagian otot quadriceps, dan TFA sering dianggap sebagai prediktor keselarasan kebugaran bagian bawah yang baik pada bidang frontal dan fungsi sendi lutut.
Tujuan dari studi tinjauan sistematis ini adalah untuk mengkaji bagaimana keluhan ketidaknyamanan lutut berhubungan dengan sudut quadriceps dan tibiofemoral.
Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan tinjauan artikel ini adalah critical review ful text dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris pada data base Google Scholar (n=50) dan Neliti (n=500) total hasil pencarian sebanyak (n=550).
Setelah melakukan seleksi dan penyaringan didapatkan 8 artikel jurnal yang di review dalam studi ini.
Hasil: Sudut Tibiofemoral memiliki nilai normalnya antara 5-10 derajat valgum sedangkan sudut Q Angle memiliki nilai normal sudut Q yang berada di antara 12 dan 20 derajat, pria biasanya berada di kisaran bawah, sementara wanita cenderung memiliki pengukuran yang lebih tinggi.
Perubahan Q Angle sangat mempengaruhi terhadap perubahan sudut TFA yang dimana jika nilai normal kedua sudut tersebut melewati garis normalnya maka, besar resiko untuk terjadinya knee pain (nyeri lutut), cidera lutut, ACl atau cidera lainnya.
Didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ramada R, 2019 1 mendapatkan temuan yaitu sudut Q lebih menonjol pada subyek perempuan (n=267) sedangkan laki-laki (n=233) dengan rata-rata sudut Q ± SEM pada subjek perempuan adalah 17,35 ± 0,225, sedangkan pada subjek laki-laki adalah 14,1 ± 0,210.
Simpulan: Sudut quadriceps (Q-angle) dan sudut tibiofemoral memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya nyeri lutut (knee pain), terutama yang berkaitan dengan kondisi muskuloskeletal seperti patellofemoral pain syndrome (PFPS) dan osteoartritis.
Related Results
The Effect of Clinical Knee Measurement in Children with Genu Varus
The Effect of Clinical Knee Measurement in Children with Genu Varus
Abstract
Introduction
Children with genu varus needs frequent assessment and follow up that may need several radiographies. This study investigates the effectiveness of the clinica...
Mediating Role of Effusion-synovitis on Knee Pain Worsening Following Quadriceps Weakness: Data from the Osteoarthritis Initiative
Mediating Role of Effusion-synovitis on Knee Pain Worsening Following Quadriceps Weakness: Data from the Osteoarthritis Initiative
Abstract
Objective
The cause of increased knee pain related to quadriceps weakness in knee osteoarthritis remains unclear. This study aimed to assess the impact of alterat...
Preoperative factors influencing knee-flexion range of motion after total knee arthroplasty in patients with knee osteoarthritis
Preoperative factors influencing knee-flexion range of motion after total knee arthroplasty in patients with knee osteoarthritis
Background: Knee osteoarthritis (OA) is a leading cause of pain and disability in the elderly, often managed effectively with total knee arthroplasty (TKA). Postoperative range of ...
Differential Diagnosis of Neurogenic Thoracic Outlet Syndrome: A Review
Differential Diagnosis of Neurogenic Thoracic Outlet Syndrome: A Review
Abstract
Thoracic outlet syndrome (TOS) is a complex and often overlooked condition caused by the compression of neurovascular structures as they pass through the thoracic outlet. ...
Predictors of Graft Failure After Primary Medial Patellofemoral Ligament Reconstruction
Predictors of Graft Failure After Primary Medial Patellofemoral Ligament Reconstruction
Background: The tibiofemoral rotation angle has been found to be higher in patients with recurrent patellar dislocations (RPDs) than in healthy people; however, little is known abo...
MO843: Prevalence of Knee Pain in Maintenance Hemodialysis Patients and its Relation to Quality of Life, Depression and Anxiety
MO843: Prevalence of Knee Pain in Maintenance Hemodialysis Patients and its Relation to Quality of Life, Depression and Anxiety
Abstract
BACKGROUND AND AIMS
Maintenance hemodialysis (MHD) patients have higher morbidity and mortality compared with general p...
Correlation and comparison of quadriceps endurance and knee joint position sense in individuals with and without unilateral knee osteoarthritis
Correlation and comparison of quadriceps endurance and knee joint position sense in individuals with and without unilateral knee osteoarthritis
Abstract
Background
Knee osteoarthritis (KOA) is a painful degenerative joint disease that may limit activities of daily living. This study aimed to...
The Importance of Functional Hamstring/Quadriceps Ratios in Knee Osteoarthritis
The Importance of Functional Hamstring/Quadriceps Ratios in Knee Osteoarthritis
Context:Osteoarthritis (OA) is the most common chronic joint condition. Muscle dysfunction plays a critical role in the pathogenesis of knee OA.Objective:It has been suggested that...

