Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nazariyyah al-Ḥudūd sebagai Metode Tafsir Kontekstual: Telaah Pemikiran Muhammad Shahrur

View through CrossRef
Artikel ini membahas biografi dan pemikiran Muhammad Shahrur, seorang pemikir Islam kontemporer asal Suriah yang dikenal melalui pendekatan hermeneutika dan rasionalitas dalam menafsirkan Al-Qur’an. Meskipun berlatar belakang pendidikan teknik sipil, Shahrur menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap kajian keislaman, khususnya dalam bidang linguistik dan filsafat. Pendekatan otodidak serta keterlibatannya dalam studi bahasa dan diskusi filosofis membentuk fondasi pemikirannya, yang terangkum dalam karya utamanya Al-Kitāb wa al-Qur’ān: Qirā’ah Mu‘āṣirah. Dalam karya tersebut, Shahrur mengembangkan teori hermeneutika berbasis linguistik dan memperkenalkan Nazariyyah al-Ḥudūd (Teori Batas) sebagai metode ijtihad kontekstual terhadap ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an. Ia membedakan antara wahyu absolut (Al-Qur’an) dan teks historis (Al-Kitāb), serta memperkenalkan konsep-konsep seperti Umm al-Kitāb, Lauḥ Maḥfūẓ, dan al-Imām al-Mubīn. Pemikirannya menekankan pentingnya relevansi teks keagamaan dengan konteks zaman modern, serta membuka ruang reinterpretasi terhadap hukum Islam yang kaku. Meskipun menuai banyak kritik karena tidak berasal dari institusi keagamaan formal, pemikiran Shahrur memberikan kontribusi signifikan dalam wacana reformasi pemikiran Islam kontemporer.
Title: Nazariyyah al-Ḥudūd sebagai Metode Tafsir Kontekstual: Telaah Pemikiran Muhammad Shahrur
Description:
Artikel ini membahas biografi dan pemikiran Muhammad Shahrur, seorang pemikir Islam kontemporer asal Suriah yang dikenal melalui pendekatan hermeneutika dan rasionalitas dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Meskipun berlatar belakang pendidikan teknik sipil, Shahrur menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap kajian keislaman, khususnya dalam bidang linguistik dan filsafat.
Pendekatan otodidak serta keterlibatannya dalam studi bahasa dan diskusi filosofis membentuk fondasi pemikirannya, yang terangkum dalam karya utamanya Al-Kitāb wa al-Qur’ān: Qirā’ah Mu‘āṣirah.
Dalam karya tersebut, Shahrur mengembangkan teori hermeneutika berbasis linguistik dan memperkenalkan Nazariyyah al-Ḥudūd (Teori Batas) sebagai metode ijtihad kontekstual terhadap ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an.
Ia membedakan antara wahyu absolut (Al-Qur’an) dan teks historis (Al-Kitāb), serta memperkenalkan konsep-konsep seperti Umm al-Kitāb, Lauḥ Maḥfūẓ, dan al-Imām al-Mubīn.
Pemikirannya menekankan pentingnya relevansi teks keagamaan dengan konteks zaman modern, serta membuka ruang reinterpretasi terhadap hukum Islam yang kaku.
Meskipun menuai banyak kritik karena tidak berasal dari institusi keagamaan formal, pemikiran Shahrur memberikan kontribusi signifikan dalam wacana reformasi pemikiran Islam kontemporer.

Related Results

KESALAHAN HUDUD DALAM NASKHAH SULALATUS SALATIN
KESALAHAN HUDUD DALAM NASKHAH SULALATUS SALATIN
Abstrak Kajian ini bertujuan untuk menilai tahap pelaksanaan hukuman terhadap kesalahan hudud berpandukan al-Quran dan Hadis dalam naskhah Sulalatus Salatin yang diselenggara...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Comparison of Shahrur's Hermeneutics and Salaf Tafsir
Comparison of Shahrur's Hermeneutics and Salaf Tafsir
This study aims are to find out comparison of shahrur's hermeneutics and salaf tafsir. The methodology of the interpretation of Shahrur and the Salaf Ulama will be seen as well as ...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Muhammad Shahrur's millenial interpretation of women’s issues
Muhammad Shahrur's millenial interpretation of women’s issues
Background: This study examines Muhammad Shahrur's theory of limits and women’s issues. This theory adjusts the muhkamat verses to remain relevant to sociocultural conditions while...

Back to Top