Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Flavonoid Daun Kitolod dengan Metode Maserasi dan Enkapsulasi

View through CrossRef
Tanaman kitolod merupakan tanaman yang jarang diteliti, namun demikian tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Salah satu kandungan kitolod yang bermanfaat yakni flavonoid. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan.Senyawa ini dapat larut pada pelarut polar, namun mudah terdegradasi pada suhu yang tinggi. Dalam hal ini perlu dilakukan uji karakteristik flavonoid berdasarkan kadar pelarut dan suhu ekstraksinya. Selain itu juga, dilakukan penyalutan senyawa flavonoid dengan metode enkapsulasi guna menjaga senyawa tersebut agar tidak terkontaminasi atau rusak. Ekstraksi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol dengan kadar 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% serta suhu ekstraksinya 30℃, 40℃, 50℃, 60℃ dan 70OC. Penyalut yang digunakan pada proses enkapsulasi adalah gula (sukrosa). Hasil yang diperoleh pengambilan ekstrak dan enkapsulasi terbaik pada suhu 70℃ dengan pelarut etanol 90% dan jumlah flavonoid yang diperoleh hasil enkapsulasi 39,5277 mg/ 10 gram.
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: Karakterisasi Flavonoid Daun Kitolod dengan Metode Maserasi dan Enkapsulasi
Description:
Tanaman kitolod merupakan tanaman yang jarang diteliti, namun demikian tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat.
Salah satu kandungan kitolod yang bermanfaat yakni flavonoid.
Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan.
Senyawa ini dapat larut pada pelarut polar, namun mudah terdegradasi pada suhu yang tinggi.
Dalam hal ini perlu dilakukan uji karakteristik flavonoid berdasarkan kadar pelarut dan suhu ekstraksinya.
Selain itu juga, dilakukan penyalutan senyawa flavonoid dengan metode enkapsulasi guna menjaga senyawa tersebut agar tidak terkontaminasi atau rusak.
Ekstraksi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol dengan kadar 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% serta suhu ekstraksinya 30℃, 40℃, 50℃, 60℃ dan 70OC.
Penyalut yang digunakan pada proses enkapsulasi adalah gula (sukrosa).
Hasil yang diperoleh pengambilan ekstrak dan enkapsulasi terbaik pada suhu 70℃ dengan pelarut etanol 90% dan jumlah flavonoid yang diperoleh hasil enkapsulasi 39,5277 mg/ 10 gram.

Related Results

Aktivitas Penyembuhan Luka Formulasi Salep Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora) pada Mencit (Mus musculus)
Aktivitas Penyembuhan Luka Formulasi Salep Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora) pada Mencit (Mus musculus)
Pendahuluan: Kitolod (Isotoma longiflora) merupakan tanaman yang memiliki manfaat untuk mengobati luka. Kitolod mengandung beberapa senyawa seperti flavonoid, saponin, dan tanin ya...
ANATOMI MAKROSKOPIS ORGAN LIMFOID BROILER TERHADAP PENAMBAHAN ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DALAM AIR MINUM
ANATOMI MAKROSKOPIS ORGAN LIMFOID BROILER TERHADAP PENAMBAHAN ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DALAM AIR MINUM
Pemakaian antibiotik komersial yang digunakan secara terus menerus akan mengakibatkan adanya residu antibiotik pada daging broiler. Hal ini akan memberikan efek samping terhadap ko...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
TEKNOLOGI ENKAPSULASI: TEKNIK DAN APLIKASINYA
TEKNOLOGI ENKAPSULASI: TEKNIK DAN APLIKASINYA
Enkapsulasi adalah suatu proses yang mampu mempertahankan sifat fisik, kimia, dan biologis dari suatu senyawa  aktif atau bahan inti dengan cara melapisinya di dalam suatu bahan pe...
EKSTRAKSI FLAVONOID DARI TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) DAN APLIKASINYA PADA SABUN TRANSPARAN
EKSTRAKSI FLAVONOID DARI TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) DAN APLIKASINYA PADA SABUN TRANSPARAN
Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb) merupakan salah satu dari sekian tanaman obat tradisional yang ada di Indonesia yang diketahui mengandung flavonoid. Flavonoid ini dapat berfun...
Effect of Kitolod (Isotoma Longiflora) Leaf Extract Concentration in Gel Formula on Total Phenolic and Flavonoid Levels
Effect of Kitolod (Isotoma Longiflora) Leaf Extract Concentration in Gel Formula on Total Phenolic and Flavonoid Levels
Belonging to the Campanulaceae family, Kitolod (Isotoma longiflora) possesses antioxidant properties crucial for wound healing; presenting a case for its formulation into a gel and...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...

Back to Top