Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIFITAS PEMIJATAN TITIK NEIGUAN UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA
View through CrossRef
Masa balita adalah masa yang tidak bisa diulang karena masa ini adalah masa tumbuh kembang. Pada saat balita menyelesaikan proses tumbuh kembangnya maka diperlukan makanan sesuai kebutuhannya. Kebutuhan makanan yang tercukupi akan meningkatkan berat badan balita. Salah satu solusi untuk meningkatkan berat badan balita yaitu dengan pemijatan titik neiguan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat neiguan dengan peningkatan berat badan balita. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah quasi eksperimen one group pretest and posttest design. Populasi penelitian yaitu balita yang umur 13 bulan sampai dengan 60 bulan. Teknik sampling Menggunakan total sampling dengan satu kelompok subjek sebagai kelompok eksperimen. Pengukuran berat badan dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum pemijatan dan sesudah pemijatan. Pemijatan dilakukan satu kali dalam sehari dalam waktu selama 30 hari. Hasil penelitian jumlah balita perempuan sebanyak 8 (53%) dan laki-laki 7 (43%). Peningkatan berat badan menunjukkan adanya peningkatan dari 14 balita (93,3%) dan tidak meningkat 1 balita (6,7%). Kesimpulan ada peningkatan berat badan balita setelah dilakukan pijat neiguan sehingga di masa yang akan datang untuk penelitian bisa dipertimbangkan untuk menambah jumlah balita sebagai responden.
Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang
Title: EFEKTIFITAS PEMIJATAN TITIK NEIGUAN UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA
Description:
Masa balita adalah masa yang tidak bisa diulang karena masa ini adalah masa tumbuh kembang.
Pada saat balita menyelesaikan proses tumbuh kembangnya maka diperlukan makanan sesuai kebutuhannya.
Kebutuhan makanan yang tercukupi akan meningkatkan berat badan balita.
Salah satu solusi untuk meningkatkan berat badan balita yaitu dengan pemijatan titik neiguan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat neiguan dengan peningkatan berat badan balita.
Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah quasi eksperimen one group pretest and posttest design.
Populasi penelitian yaitu balita yang umur 13 bulan sampai dengan 60 bulan.
Teknik sampling Menggunakan total sampling dengan satu kelompok subjek sebagai kelompok eksperimen.
Pengukuran berat badan dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum pemijatan dan sesudah pemijatan.
Pemijatan dilakukan satu kali dalam sehari dalam waktu selama 30 hari.
Hasil penelitian jumlah balita perempuan sebanyak 8 (53%) dan laki-laki 7 (43%).
Peningkatan berat badan menunjukkan adanya peningkatan dari 14 balita (93,3%) dan tidak meningkat 1 balita (6,7%).
Kesimpulan ada peningkatan berat badan balita setelah dilakukan pijat neiguan sehingga di masa yang akan datang untuk penelitian bisa dipertimbangkan untuk menambah jumlah balita sebagai responden.
Related Results
PENGARUH ACUPRESSURE TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA USIA 13-36 BULAN
PENGARUH ACUPRESSURE TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BALITA USIA 13-36 BULAN
Kondisi sulit makan merupakan salah satu masalah yang berdampak pada kekurangan asupan gizi pada balita. Kondisi gangguan makan pada anak harus segera ditangani karena dapat member...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Efektivitas Intervensi Demo Memasak dan Makan Bersama Menu Tinggi Protein terhadap Peningkatan Berat Badan Balita di Kecamatan Simokerto, Surabaya
Efektivitas Intervensi Demo Memasak dan Makan Bersama Menu Tinggi Protein terhadap Peningkatan Berat Badan Balita di Kecamatan Simokerto, Surabaya
Latar belakang: Berdasarkan data statistik yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, terdapat 12.183 desa yang masih memiliki penduduk yang berstatus kekurangan gizi. J...
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
ABSTRACT Stunting is a condition of failure to thrive in children under five (infants under five years). In Indonesia, based on the results of Riskesdas in 2013 there were 37.2% of...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gizi Balita di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gizi Balita di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan atau perkembangan, status gizi sampai pad...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Peragaan Penggunaan Meja Instrumen Multifungsi Pemantau Kesehatan Balita di Posyandu
Peragaan Penggunaan Meja Instrumen Multifungsi Pemantau Kesehatan Balita di Posyandu
Covid-19 memberlakukan 5M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Dua dari ...

