Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Efek Anti Kandidiasis dari Beberapa Tanaman Genus Syzygium

View through CrossRef
Abstract. Candidiasis is a fungal infection that is opportunistic, meaning that the infection occurs due to a decrease in the immune system. According to WHO (Word Health Organization) candidiasis cases attack women every year around the world by 10-15% of 100 million women. This study aims to determine the anti candidiasis activity of several syzygium genus plants against the growth of Candida albicans, knowing some syzygium genus plants that have the best effect and knowing the KHM concentration of syzygium genus plants that can have potential as anti candidiasis. The method used in this test is agar diffusion. In this study, anti-candidiasis activity was tested against Candida albicans at concentrations of 1, 5, 10, 20%. Determination of the KHM value is done by reducing the concentration of anti-candidiasis activity test results so that the smallest concentration that can inhibit fungal growth is obtained. Negative control used 10% DMSO and positive control as a comparison using 2% ketoconazole. The results showed that bay leaves (Syzygium polyanthum), jamblang leaves (Syzygium cumini), water guava leaves (Syzygium aqueum), guava bol (Syzygium malaccense), and clove leaves (Syzygium aromaticum) had anti-candidiasis activity against the growth of Candida albicans, and the plants had the best effect on clove leaves with KHM values of 1-5% with an inhibition diameter of 13.5 mm. Abstrak. Kandidiasis adalah infeksi jamur yang bersifat oportunistik artinya infeksi yang terjadi akibat terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh. Menurut WHO (Word Health Organization) kasus kandidiasis menyerang perempuan setiap tahunnya diseluruh dunia sebesar 10-15% dari 100 juta perempuan. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui aktivitas anti kandidiasis dari beberapa tanaman genus syzygium terhadap pertumbuhan Candida albicans, mengetahui beberapa tanaman genus syzygium yang memiliki efek paling baik serta mengetahui konsentrasi KHM dari tanaman genus syzygium yang dapat berpotensi sebagai anti kandidiasis. Metode yang digunakan pada pengujian ini yaitu difusi agar cara sumuran. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas anti kandidiasis terhadap Candida albicans pada konsentrasi 1, 5, 10, 20%. Penentuan nilai KHM dilakukan dengan menurunkan konsentrasi hasil pengujian aktivitas anti kandidiasis sehingga diperoleh konsentrasi terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Kontrol negatif menggunakan DMSO 10% dan kontrol positif sebagai pembanding menggunakan ketokonazol 2%. Hasil menunjukkan bahwa pada daun salam (Syzygium polyanthum), daun jamblang (Syzygium cumini), daun jambu air (Syzygium aqueum), jambu bol (Syzygium malaccense), dan daun cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki aktivitas anti kandidiasis terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta tanaman memiliki efek paling baik yaitu pada daun cengkeh dengan nilai KHM sebesar 1-5% dengan diameter hambat sebesar13,5 mm.
Title: Perbandingan Efek Anti Kandidiasis dari Beberapa Tanaman Genus Syzygium
Description:
Abstract.
Candidiasis is a fungal infection that is opportunistic, meaning that the infection occurs due to a decrease in the immune system.
According to WHO (Word Health Organization) candidiasis cases attack women every year around the world by 10-15% of 100 million women.
This study aims to determine the anti candidiasis activity of several syzygium genus plants against the growth of Candida albicans, knowing some syzygium genus plants that have the best effect and knowing the KHM concentration of syzygium genus plants that can have potential as anti candidiasis.
The method used in this test is agar diffusion.
In this study, anti-candidiasis activity was tested against Candida albicans at concentrations of 1, 5, 10, 20%.
Determination of the KHM value is done by reducing the concentration of anti-candidiasis activity test results so that the smallest concentration that can inhibit fungal growth is obtained.
Negative control used 10% DMSO and positive control as a comparison using 2% ketoconazole.
The results showed that bay leaves (Syzygium polyanthum), jamblang leaves (Syzygium cumini), water guava leaves (Syzygium aqueum), guava bol (Syzygium malaccense), and clove leaves (Syzygium aromaticum) had anti-candidiasis activity against the growth of Candida albicans, and the plants had the best effect on clove leaves with KHM values of 1-5% with an inhibition diameter of 13.
5 mm.
Abstrak.
Kandidiasis adalah infeksi jamur yang bersifat oportunistik artinya infeksi yang terjadi akibat terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh.
Menurut WHO (Word Health Organization) kasus kandidiasis menyerang perempuan setiap tahunnya diseluruh dunia sebesar 10-15% dari 100 juta perempuan.
Penelitian ini bertujuan agar mengetahui aktivitas anti kandidiasis dari beberapa tanaman genus syzygium terhadap pertumbuhan Candida albicans, mengetahui beberapa tanaman genus syzygium yang memiliki efek paling baik serta mengetahui konsentrasi KHM dari tanaman genus syzygium yang dapat berpotensi sebagai anti kandidiasis.
Metode yang digunakan pada pengujian ini yaitu difusi agar cara sumuran.
Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas anti kandidiasis terhadap Candida albicans pada konsentrasi 1, 5, 10, 20%.
Penentuan nilai KHM dilakukan dengan menurunkan konsentrasi hasil pengujian aktivitas anti kandidiasis sehingga diperoleh konsentrasi terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan jamur.
Kontrol negatif menggunakan DMSO 10% dan kontrol positif sebagai pembanding menggunakan ketokonazol 2%.
Hasil menunjukkan bahwa pada daun salam (Syzygium polyanthum), daun jamblang (Syzygium cumini), daun jambu air (Syzygium aqueum), jambu bol (Syzygium malaccense), dan daun cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki aktivitas anti kandidiasis terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta tanaman memiliki efek paling baik yaitu pada daun cengkeh dengan nilai KHM sebesar 1-5% dengan diameter hambat sebesar13,5 mm.

Related Results

SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA VIRUS DAN TANAMAN
SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA VIRUS DAN TANAMAN
Interaksi antara virus dan tanaman seringkali dikaitkan dengan penyakit atau bersifat interaksi negatif. Akhir - akhir ini mulai dikaji interaksi positif antara virus dan tanaman, ...
The Literature Review: Taksonomi dan Morfologi Syzygium
The Literature Review: Taksonomi dan Morfologi Syzygium
Syzygium is the largest genus in the myrtle family (Myrtaceae) with about 1200 species. Syzygium ranks 16th out of 57 genera of flowering plants, or even in the top 10. Syzygium is...
            Logam berat Cu adalah polutan yang umum terdapat dalam tanah pertanian dan dapat mencemari tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut. Salah satu cara untuk mengurangi pol...
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk MKM dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (2) mengetahui dosis pupuk MKM dan ekstrak ta...
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...

Back to Top