Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS QOWA’ID FI’IL MADHI DAN FI‘L MUDHORI’ DALAM SURAH ABASA AYAT 1-10 (Kaidah tafsir fi’i madhi dan mudhori)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penggunaan fiil madhi dan fiil mudhari dalam surah Abasa ayat 1-10. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penggunaan dua bentuk kata kerja dalam surah Abasa ayat 1-10 dan bagaimana bentuk kata kerja ini menunjukkan pesan dan nilai etika yang terkandung dalam ayat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang  termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Data dianalisis berdasarkan struktur gramatikal kata kerja serta keterkaitannya dengan konteks turunnya ayat (asbab al-nuzul). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa fiil madhi digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang sudah terjadi sebagai bentuk teguran dan koreksi terhadap pendekatan dakwah yang kurang tepat, sedangkan fiil mudhari digunakan untuk menegaskan kemungkinan terjadinya kembali sikap serupa di masa mendatang. Sehingga berfungsi sebagai peringatan dan pelajaran berikutnya. Dari hasil analisis, pemilihan bentuk kata kerja dalam ayat-ayat ini ternyata punya makna yang dalam. Bukan sekedar susunan bahasa, tetapi menyiratkan pesan penting soal adab, kepekaan sosial dan prioritas dalam berdakwah. Hal ini menunjukkan bahwa struktur fiil madhi dan fiil mudhori dalam ayat 1-10 ini bisa membuka pemahaman baru tentang pesan Al-Qur’an.
Title: ANALISIS QOWA’ID FI’IL MADHI DAN FI‘L MUDHORI’ DALAM SURAH ABASA AYAT 1-10 (Kaidah tafsir fi’i madhi dan mudhori)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penggunaan fiil madhi dan fiil mudhari dalam surah Abasa ayat 1-10.
Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penggunaan dua bentuk kata kerja dalam surah Abasa ayat 1-10 dan bagaimana bentuk kata kerja ini menunjukkan pesan dan nilai etika yang terkandung dalam ayat tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang  termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research).
Data dianalisis berdasarkan struktur gramatikal kata kerja serta keterkaitannya dengan konteks turunnya ayat (asbab al-nuzul).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa fiil madhi digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang sudah terjadi sebagai bentuk teguran dan koreksi terhadap pendekatan dakwah yang kurang tepat, sedangkan fiil mudhari digunakan untuk menegaskan kemungkinan terjadinya kembali sikap serupa di masa mendatang.
Sehingga berfungsi sebagai peringatan dan pelajaran berikutnya.
Dari hasil analisis, pemilihan bentuk kata kerja dalam ayat-ayat ini ternyata punya makna yang dalam.
Bukan sekedar susunan bahasa, tetapi menyiratkan pesan penting soal adab, kepekaan sosial dan prioritas dalam berdakwah.
Hal ini menunjukkan bahwa struktur fiil madhi dan fiil mudhori dalam ayat 1-10 ini bisa membuka pemahaman baru tentang pesan Al-Qur’an.

Related Results

The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
Pancasila is the foundation of the Indonesian state, derived from various aspects of the nation's founding fathers, including Islamic teachings. This qualitative, literature-based ...
Strategi Eksplisitasi Pengkhususan Leksikal dalam Terjemahan Al-Quran: Kajian Terhadap Majāz Mursal oleh Mahmud Yunus
Strategi Eksplisitasi Pengkhususan Leksikal dalam Terjemahan Al-Quran: Kajian Terhadap Majāz Mursal oleh Mahmud Yunus
Mahmud Yunus is a distinguished expert in Quranic studies and interpretation.One of his significant contributions is the translation of the meaning of the Quran into Malay, known a...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam)  pengembangan  itu belum begitu tampak. Pada...

Back to Top