Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh pemanasan terhadap sifat-sifat fisika tanah gambut

View through CrossRef
Tanah gambut di Indonesia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan Sumatera, Kalimantan, Jawa/bali, Maluku/Nusa Tenggara dan Irian Jaya. Tanah gambut di Indonesia umumnya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada diperoleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan organiknya. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode pemanasan sample tanah dalam muffle furnance selama 1 jam dengan temperature 25” (control), 175"C (Dehidrasi sempurna dari sample), 325”C (Dehidrasi dari bentuk gel0, 475 (Pembakaran bahan organic). Hasil dari pemanasan ini dimasukkan dalam analisa Statistik rancangan acak lengkak (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna tanah hitam menjadi hitam mereahan pada pemanasan 475"C, porositas tanahnya sebesar 93,71”6 sehingga porositas tanah gambut yang besar akan memberikan peluang air untuk lolos besar. Kerapatan lindaknya memberikan pengaruh yang nyata berdasarkan analisa sidik ragam suhu semakin tinggi, kerapatan lindak yang diperoleh nilainya semakin kecil sekitar 0,09 gr/cm' pada suhu 475'C. Kandungan C- organik tanahnya memberikan pengaruh yang nyata pada pemanasan 475"C sebesar 5,5096 yaitu tanah mengalami penurunan yang sangat besar saat pembakaran bahan dan kemasaman tanahnya, semakin tinggi suhu yang diberikan maka Ph tanah tinggi dan tingkat kemasaman tanah rendah.Kata kunci : Tanah gambut, warna tanah, kerapatan lindak, porositas tanah, C-organik tanah, PH.
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: Pengaruh pemanasan terhadap sifat-sifat fisika tanah gambut
Description:
Tanah gambut di Indonesia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan Sumatera, Kalimantan, Jawa/bali, Maluku/Nusa Tenggara dan Irian Jaya.
Tanah gambut di Indonesia umumnya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada diperoleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan organiknya.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode pemanasan sample tanah dalam muffle furnance selama 1 jam dengan temperature 25” (control), 175"C (Dehidrasi sempurna dari sample), 325”C (Dehidrasi dari bentuk gel0, 475 (Pembakaran bahan organic).
Hasil dari pemanasan ini dimasukkan dalam analisa Statistik rancangan acak lengkak (RAL).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna tanah hitam menjadi hitam mereahan pada pemanasan 475"C, porositas tanahnya sebesar 93,71”6 sehingga porositas tanah gambut yang besar akan memberikan peluang air untuk lolos besar.
Kerapatan lindaknya memberikan pengaruh yang nyata berdasarkan analisa sidik ragam suhu semakin tinggi, kerapatan lindak yang diperoleh nilainya semakin kecil sekitar 0,09 gr/cm' pada suhu 475'C.
Kandungan C- organik tanahnya memberikan pengaruh yang nyata pada pemanasan 475"C sebesar 5,5096 yaitu tanah mengalami penurunan yang sangat besar saat pembakaran bahan dan kemasaman tanahnya, semakin tinggi suhu yang diberikan maka Ph tanah tinggi dan tingkat kemasaman tanah rendah.
Kata kunci : Tanah gambut, warna tanah, kerapatan lindak, porositas tanah, C-organik tanah, PH.

Related Results

PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
Pengaruh Gambut Terbakar Terhadap Beberapa Sifat Fisika Gambut di Kecamatan Tripa Makmur
Pengaruh Gambut Terbakar Terhadap Beberapa Sifat Fisika Gambut di Kecamatan Tripa Makmur
Abstrak. Gambut mengandung bahan organik yang tinggi. Gambut yang didrainase rentan terhadap kebakaran. Pemanfaatan gambut di Aceh sangat luas. Umumnya, gambut sering dibakar agar ...

Back to Top