Javascript must be enabled to continue!
Merawat Kearifan Lokal melalui Sanggar Budaya
View through CrossRef
Kebudayaan hadir di tengah-tengah kehidupan manusia bukanlah seperti seorang pesulap yang memainkan kecepatan tangannya untuk mengubah suatu benda menjadi bentuk benda yang lainnya atau menggeser posisi benda, dari tempat yang satu ke tempat lainnya, namun melalui proses tindakan dan pemikiran bijak dengan dilandasi rasa memiliki yang tinggi oleh para tetua dan masyarakat yang hidup di massa lampau. Dengan dilandasi rasa memiliki yang tinggi itulah kebudayaan menjadi suatu penciri secara kolektif bagi kelompok masyarakat yang berada di sekitarnya. Apabila ada satu di antara kelompok masyarakat yang merusak marwah budaya, baik disengaja atau pun tidak maka yang akan terkena dampaknya bukan hanya individu/kelompok tertentu, melainkan kelompok masyarakat secara kolektif. Mengingat bagaimana proses dan fungsi kehadiran kebudayaan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sudah selayaknyalah setiap generasi yang hidup dari zaman ke zaman menyadari arti penting kedudukan, peran, dan fungsi kebudayaan. Hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab bersama bagi setiap lapisan masyarakat, baik dalam bentuk formal maupun non-formal melalui strategi, media, dan metode yang bisa dipahami. Dengan demikian, marwah budaya yang menjadi salah satu jati diri masyarakat tetap terjaga dengan baik di tengah-tengah perubahan zaman. Oleh sebab itu, buku ini mencoba menguraikan permasalahan kebudayaan di lingkaran zaman dan alternatif upaya untuk menjaga serta merawatnya yang dimulai dari kebudayaan daerah/kearifan lokal. Alternatif upaya menjaga dan merawat kebudayaan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang bersifat kekinian.
Title: Merawat Kearifan Lokal melalui Sanggar Budaya
Description:
Kebudayaan hadir di tengah-tengah kehidupan manusia bukanlah seperti seorang pesulap yang memainkan kecepatan tangannya untuk mengubah suatu benda menjadi bentuk benda yang lainnya atau menggeser posisi benda, dari tempat yang satu ke tempat lainnya, namun melalui proses tindakan dan pemikiran bijak dengan dilandasi rasa memiliki yang tinggi oleh para tetua dan masyarakat yang hidup di massa lampau.
Dengan dilandasi rasa memiliki yang tinggi itulah kebudayaan menjadi suatu penciri secara kolektif bagi kelompok masyarakat yang berada di sekitarnya.
Apabila ada satu di antara kelompok masyarakat yang merusak marwah budaya, baik disengaja atau pun tidak maka yang akan terkena dampaknya bukan hanya individu/kelompok tertentu, melainkan kelompok masyarakat secara kolektif.
Mengingat bagaimana proses dan fungsi kehadiran kebudayaan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sudah selayaknyalah setiap generasi yang hidup dari zaman ke zaman menyadari arti penting kedudukan, peran, dan fungsi kebudayaan.
Hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab bersama bagi setiap lapisan masyarakat, baik dalam bentuk formal maupun non-formal melalui strategi, media, dan metode yang bisa dipahami.
Dengan demikian, marwah budaya yang menjadi salah satu jati diri masyarakat tetap terjaga dengan baik di tengah-tengah perubahan zaman.
Oleh sebab itu, buku ini mencoba menguraikan permasalahan kebudayaan di lingkaran zaman dan alternatif upaya untuk menjaga serta merawatnya yang dimulai dari kebudayaan daerah/kearifan lokal.
Alternatif upaya menjaga dan merawat kebudayaan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang bersifat kekinian.
Related Results
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DI SANGGAR JUANDA BUDI BAHARI SIDOARJO
MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DI SANGGAR JUANDA BUDI BAHARI SIDOARJO
Juanda Budi Bahari (JBB) merupakan Sanggar tari yang berdiri pada tanggal 3 Agustus 2006, Lokasi Sanggar di jalan Insinyur Haji Djuanda. Pelajaran di Sanggar terbagi dalam tiga kat...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ada Tiga rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam tulisan berjudul “Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal ini. (1) pengaruh faktor lintas budaya dan globalisasi terhadap ke...
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Penataan ruang merupakan salah satu unsur untuk mewujudkan kehidupan yang serasi. Penataan ruang dapat berpedoman pada hukum nasional maupun pada kearifan lokal. Tujuan penelitian ...
Literasi Budaya Lokal bagi Anak di Desa Jatisura
Literasi Budaya Lokal bagi Anak di Desa Jatisura
Anak merupakan pewaris peradaban. Mereka perlu dipersiapkan guna melanjutkan nilai-nilai luhur menjadi penerus. Untuk itu anak-anak perlu mengenal lingkungan dirinya, memahami sosi...

