Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan program pelatihan edukator tuberkulosis paru
View through CrossRef
The training and development of nursing educators in management of pulmonary tuberculosis Background: The quality of education in patients is a key element in the quality of health promotion in hospitals. The phenomenon that occurs in the pulmonary clinic is the provision of very minimal education and there is no TB educator team.Purpose: To increase the competence of nurses as educators in the pulmonary clinic by carrying out TB educator training.Method: The action research, identification of problems with structured interview techniques, observation, and filling out questionnaires to the district head and 2 persons. Analysis of the problem is done with the fish bone method, solving the problem using the planing of action method.Results: As a condition of completeness of training instruments, curriculum structure and activity descriptions and modules containing training material have been made. From the results of this training a TB educator team will be formed at RS X.Conclusion: The manifestation of the responsibility of the nursing manager in improving the quality of nursing human resources in order to increase the competence of nurses as tb educators in health promotion and prevention of increasing numbers of patients with pulmonary TB in the hospital by compiling the curriculum structure and basic tb educator training modules.Keywords: The training; Development; Nursing educators; Management; Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Kualitas edukasi pada pasien menjadi elemen kunci mutu promosi kesehatan di rumah sakit. Fenomena yang terjadi di poliklinik paru ialah pemberian edukasi yang sangat minim dan belum ada tim edukator TB.Tujuan: Untuk meningkatkan kompetensi perawat sebagai edukator di poliklinik paru dengan melaksanakan pelatihan edukator TB.Metode: Metode yang digunakan dengan penelitian tindakan, identifikasi masalah dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan pengisian kuesioner kepada kabidyankep dan 2 orang kasie. Analisis masalah dilakukan dengan metode fish bone, pemecahan masalah menggunakan metode planing of action.Hasil: Sebagai syarat kelengkapan instrumen pelatihan telah dibuat struktur kurikulum dan deskripsi kegiatan serta modul yang berisi materi pelatihan. Dari hasil pelatihan ini akan dibentuk tim edukator TB RS X.Simpulan: Wujud tanggung jawab manajer keperawatan dalam peningkatan kualitas SDM keperawatan guna meningkatkan kompetensi perawat sebagai edukator TB dalam promosi kesehatan dan pencegahan peningkatan angka penderita TB Paru di rumah sakit yakni dengan menyusun struktur kurikulum dan modul pelatihan edukator TB dasar.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Pengembangan program pelatihan edukator tuberkulosis paru
Description:
The training and development of nursing educators in management of pulmonary tuberculosis Background: The quality of education in patients is a key element in the quality of health promotion in hospitals.
The phenomenon that occurs in the pulmonary clinic is the provision of very minimal education and there is no TB educator team.
Purpose: To increase the competence of nurses as educators in the pulmonary clinic by carrying out TB educator training.
Method: The action research, identification of problems with structured interview techniques, observation, and filling out questionnaires to the district head and 2 persons.
Analysis of the problem is done with the fish bone method, solving the problem using the planing of action method.
Results: As a condition of completeness of training instruments, curriculum structure and activity descriptions and modules containing training material have been made.
From the results of this training a TB educator team will be formed at RS X.
Conclusion: The manifestation of the responsibility of the nursing manager in improving the quality of nursing human resources in order to increase the competence of nurses as tb educators in health promotion and prevention of increasing numbers of patients with pulmonary TB in the hospital by compiling the curriculum structure and basic tb educator training modules.
Keywords: The training; Development; Nursing educators; Management; Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Kualitas edukasi pada pasien menjadi elemen kunci mutu promosi kesehatan di rumah sakit.
Fenomena yang terjadi di poliklinik paru ialah pemberian edukasi yang sangat minim dan belum ada tim edukator TB.
Tujuan: Untuk meningkatkan kompetensi perawat sebagai edukator di poliklinik paru dengan melaksanakan pelatihan edukator TB.
Metode: Metode yang digunakan dengan penelitian tindakan, identifikasi masalah dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan pengisian kuesioner kepada kabidyankep dan 2 orang kasie.
Analisis masalah dilakukan dengan metode fish bone, pemecahan masalah menggunakan metode planing of action.
Hasil: Sebagai syarat kelengkapan instrumen pelatihan telah dibuat struktur kurikulum dan deskripsi kegiatan serta modul yang berisi materi pelatihan.
Dari hasil pelatihan ini akan dibentuk tim edukator TB RS X.
Simpulan: Wujud tanggung jawab manajer keperawatan dalam peningkatan kualitas SDM keperawatan guna meningkatkan kompetensi perawat sebagai edukator TB dalam promosi kesehatan dan pencegahan peningkatan angka penderita TB Paru di rumah sakit yakni dengan menyusun struktur kurikulum dan modul pelatihan edukator TB dasar.
Related Results
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
ABSTRAK Tuberkulosis Paru telah menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia dan angka keberhasilan pengobatan merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
Pengaruh Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung
Pengaruh Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung
Abstrak
TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang d...
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Status Gizi dengan Insiden Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Tahun 2020
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Status Gizi dengan Insiden Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Tahun 2020
Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kejadian penyakit Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru merup...
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita mela...
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS
ABSTRAKTuberkulosis Paru (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih ditemukan di Indonesia. Â TB tersebut diduga di sebabkan oleh kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan. Tu...
Hubungan Fase Pengobatan Tuberkulosis dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cakranegara
Hubungan Fase Pengobatan Tuberkulosis dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cakranegara
Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan kasus Tuberkulosis tertinggi nomor tiga di dunia. Infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan perubahan metabolisme tub...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TB PARU DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TB PARU DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS
Latar Belakang: Tuberkulosis dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara (droplet dahak pasien penderita tuberkulosis). Pasien yang terinfeksi tuberkulosis...

