Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemodelan Spasial Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2023

View through CrossRef
Abstract. Spatial regression analysis is an extension of classical regression that incorporates spatial effects. Spatial effects refer to the geographic influence on data, which can be classified into spatial dependence and spatial heterogeneity. To address spatial heterogeneity, the Geographically Weighted Regression (GWR) method is applied by estimating parameters through geographic proximity weighting. GWR allows each location to have its own local parameters, enabling the model to capture variations in the relationship between variables across locations. This makes GWR a more adaptive and representative model compared to classical regression, especially in revealing spatially varying relationships. In this study, the GWR method is applied to the 2023 Food Security Index (FSI) data of districts and cities in East Java Province, using haversine distance and a fixed exponential kernel. The analysis produces 38 local GWR models, with variations in predictor variables influencing the IKP across two regional groups. The GWR model demonstrates superior performance over OLS, as indicated by a higher adjusted R² value. Abstrak. Analisis regresi spasial merupakan pengembangan analisis regresi klasik yang mempertimbangkan efek spasial. Efek spasial diartikan sebagai pengaruh geografis terhadap data, yang terbagi menjadi keterkaitan spasial dan heterogenitas spasial. Dalam mengatasi masalah heterogenitas spasial dapat dilakukan melalui metode Geographically Weighted Regression (GWR) dengan menaksir parameter melalui pembobotan kedekatan geografis. Metode GWR memungkinkan setiap lokasi memiliki parameter lokal sehingga dapat mampu menangkap variasi hubungan antar variabel di setiap lokasi. Hal ini menjadikan GWR sebagai model yang adaptif dan representatif dibandingkan model regresi klasik, khususnya dalam menunjukkan perbedaan hubungan antar variabel di berbagai lokasi. Dalam penelitian ini, metode GWR diterapkan pada data Indeks Ketahanan Pangan (IKP) kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2023 dengan menggunakan jarak haversine dan kernel fixed Eksponensial. Hasil analisis menghasilkan 38 model lokal GWR dengan variasi variabel prediktor yang memengaruhi IKP pada dua kelompok wilayah. Model GWR terbukti lebih baik dari OLS berdasarkan nilai adjusted R² yang lebih tinggi.
Title: Pemodelan Spasial Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2023
Description:
Abstract.
Spatial regression analysis is an extension of classical regression that incorporates spatial effects.
Spatial effects refer to the geographic influence on data, which can be classified into spatial dependence and spatial heterogeneity.
To address spatial heterogeneity, the Geographically Weighted Regression (GWR) method is applied by estimating parameters through geographic proximity weighting.
GWR allows each location to have its own local parameters, enabling the model to capture variations in the relationship between variables across locations.
This makes GWR a more adaptive and representative model compared to classical regression, especially in revealing spatially varying relationships.
In this study, the GWR method is applied to the 2023 Food Security Index (FSI) data of districts and cities in East Java Province, using haversine distance and a fixed exponential kernel.
The analysis produces 38 local GWR models, with variations in predictor variables influencing the IKP across two regional groups.
The GWR model demonstrates superior performance over OLS, as indicated by a higher adjusted R² value.
Abstrak.
Analisis regresi spasial merupakan pengembangan analisis regresi klasik yang mempertimbangkan efek spasial.
Efek spasial diartikan sebagai pengaruh geografis terhadap data, yang terbagi menjadi keterkaitan spasial dan heterogenitas spasial.
Dalam mengatasi masalah heterogenitas spasial dapat dilakukan melalui metode Geographically Weighted Regression (GWR) dengan menaksir parameter melalui pembobotan kedekatan geografis.
Metode GWR memungkinkan setiap lokasi memiliki parameter lokal sehingga dapat mampu menangkap variasi hubungan antar variabel di setiap lokasi.
Hal ini menjadikan GWR sebagai model yang adaptif dan representatif dibandingkan model regresi klasik, khususnya dalam menunjukkan perbedaan hubungan antar variabel di berbagai lokasi.
Dalam penelitian ini, metode GWR diterapkan pada data Indeks Ketahanan Pangan (IKP) kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2023 dengan menggunakan jarak haversine dan kernel fixed Eksponensial.
Hasil analisis menghasilkan 38 model lokal GWR dengan variasi variabel prediktor yang memengaruhi IKP pada dua kelompok wilayah.
Model GWR terbukti lebih baik dari OLS berdasarkan nilai adjusted R² yang lebih tinggi.

Related Results

KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat  ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat bantuan sosial pangan di Kabupaten Batang Hari, dan untuk mengetahui ting...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Jawa Barat
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Jawa Barat
Beberapa indikator dan indeks ketahanan pangan dan gizi telah dikembangkan pada tingkat global untuk menilai situasi ketahanan pangan dan gizi serta melakukan peringkatan, namun be...
Integrasi Big Data Dan Sistem Informasi Geospasial Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Indonesia
Integrasi Big Data Dan Sistem Informasi Geospasial Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Indonesia
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis nasional karena menyangkut keberlanjutan pembangunan, stabilitas sosial, dan kedaulatan negara. Kompleksitas permasalahan ketaha...
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...
PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL: STRATEGI ANTISIPASI KRISIS PANGAN INDONESIA
PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL: STRATEGI ANTISIPASI KRISIS PANGAN INDONESIA
<p>Indonesia merespons urgensi ancaman krisis pangan yang melanda dengan strategi pembangunan lumbung pangan nasional. Menurut laporan yang dirilis oleh FAO dan PBB, wabah pa...

Back to Top