Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak pada ibu-ibu PKK di Desa Kerta Mandala Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Bali

View through CrossRef
Background: Stunting is a serious health issue in children that can lead to impaired physical and cognitive development, as well as increased morbidity and mortality rates. In addition to this, children may also face emergencies such as choking and dehydration. While the local healthcare post (Posyandu) has provided some education about stunting, it still needs to be improved. Furthermore, emergency-related knowledge has yet to be conveyed to the community. Based on these circumstances, we conducted community service by educating members of the Family Welfare Program (PKK) in Kerta Mandala Village. The aim was to increase knowledge about stunting and emergencies in children. Methods: A pediatric specialist delivered education using a PowerPoint presentation. This was followed by a simulation on handling pediatric emergencies and formative evaluation through pre-tests and post-tests. The participants provided positive feedback during the activity and actively asked questions. Results: The analysis showed an increase in knowledge scores by 15.4 points, with an average score of 77.3 ± 18 before and 92.7 ± 8.6 after the education. The level of knowledge was categorized based on the average score. Statistically, a p-value of < 0.001 was obtained, indicating a significant increase in knowledge among participants after receiving education on stunting and first aid for pediatric emergencies. Conclusion: This community service program significantly increased participants' knowledge after receiving education on stunting and first aid for pediatric emergencies.     Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius pada anak-anak yang dapat mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang fisik, pola pikir, hingga peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Selain itu, anak juga tidak terlepas dari permasalahan kegawatdaruratan, seperti tersedak dan dehidrasi. Posyandu sendiri sudah memberikan edukasi terkait stunting, namun masih terbatas. Pengetahuan terkait kegawatdaruratan juga belum pernah diedukasikan ke masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, kami mengadakan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi kepada ibu-ibu PKK di Desa Kerta Mandala yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait stunting dan kegawatdaruratan pada anak. Metode: Pemberian edukasi diberikan oleh dokter spesialis anak dengan power point presentation, dilanjutkan simulasi penanganan kegawatdaruratan anak, hingga evaluasi formatif berupa pre-test dan post-test. Peserta memberikan respon umpan balik yang baik selama mengikuti kegiatan dan juga aktif dalam bertanya. Hasil: Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebanyak 15,4 poin dengan rerata skor pengetahuan sebelum pemberian edukasi (77,3 ± 18) dan setelah pemberian edukasi (92,7 ± 8,6). Tingkat pengetahuan dikategorikan berdasarkan rerata skor. Secara statistik didapatkan nilai p< 0,001 berarti terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah mendapatkan edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak. Simpulan: Hasil pada pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah mendapatkan edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak.
Title: Edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak pada ibu-ibu PKK di Desa Kerta Mandala Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Bali
Description:
Background: Stunting is a serious health issue in children that can lead to impaired physical and cognitive development, as well as increased morbidity and mortality rates.
In addition to this, children may also face emergencies such as choking and dehydration.
While the local healthcare post (Posyandu) has provided some education about stunting, it still needs to be improved.
Furthermore, emergency-related knowledge has yet to be conveyed to the community.
Based on these circumstances, we conducted community service by educating members of the Family Welfare Program (PKK) in Kerta Mandala Village.
The aim was to increase knowledge about stunting and emergencies in children.
Methods: A pediatric specialist delivered education using a PowerPoint presentation.
This was followed by a simulation on handling pediatric emergencies and formative evaluation through pre-tests and post-tests.
The participants provided positive feedback during the activity and actively asked questions.
Results: The analysis showed an increase in knowledge scores by 15.
4 points, with an average score of 77.
3 ± 18 before and 92.
7 ± 8.
6 after the education.
The level of knowledge was categorized based on the average score.
Statistically, a p-value of < 0.
001 was obtained, indicating a significant increase in knowledge among participants after receiving education on stunting and first aid for pediatric emergencies.
Conclusion: This community service program significantly increased participants' knowledge after receiving education on stunting and first aid for pediatric emergencies.
    Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius pada anak-anak yang dapat mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang fisik, pola pikir, hingga peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada anak.
Selain itu, anak juga tidak terlepas dari permasalahan kegawatdaruratan, seperti tersedak dan dehidrasi.
Posyandu sendiri sudah memberikan edukasi terkait stunting, namun masih terbatas.
Pengetahuan terkait kegawatdaruratan juga belum pernah diedukasikan ke masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut, kami mengadakan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi kepada ibu-ibu PKK di Desa Kerta Mandala yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait stunting dan kegawatdaruratan pada anak.
Metode: Pemberian edukasi diberikan oleh dokter spesialis anak dengan power point presentation, dilanjutkan simulasi penanganan kegawatdaruratan anak, hingga evaluasi formatif berupa pre-test dan post-test.
Peserta memberikan respon umpan balik yang baik selama mengikuti kegiatan dan juga aktif dalam bertanya.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebanyak 15,4 poin dengan rerata skor pengetahuan sebelum pemberian edukasi (77,3 ± 18) dan setelah pemberian edukasi (92,7 ± 8,6).
Tingkat pengetahuan dikategorikan berdasarkan rerata skor.
Secara statistik didapatkan nilai p< 0,001 berarti terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah mendapatkan edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak.
Simpulan: Hasil pada pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah mendapatkan edukasi stunting dan pertolongan pertama kegawatdaruratan anak.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
PELATIHAN PEMBUATAN DENDENG DAN ANEKA OLAHAN DAUN SINGKONG DI DESA TALANG SEBARIS KECAMATAN AIR PERIUKAN KABUPATEN SELUMA
PELATIHAN PEMBUATAN DENDENG DAN ANEKA OLAHAN DAUN SINGKONG DI DESA TALANG SEBARIS KECAMATAN AIR PERIUKAN KABUPATEN SELUMA
Desa Talang Sebaris merupakan salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dengan luas wilayah  847,28 Ha, dengan topografi dataran renda...

Back to Top