Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TANTANGAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MINANGKABAU DI NAGARI/DESA SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG

View through CrossRef
ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini dimana mulai dari tahun 1945 sampai dengan sekarang belum ada pemimpin Nagari/Desa Sijunjung yang dipimpin oleh seorang perempuan. Tujuan penelitian ini mengungkap tantangan kepemimpinan perempuan di nagari/desa yang dihambat oleh beberapa faktor, baik itu faktor budaya maupun faktor lainnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di nagari/desa sijunjung, kabupaten sijunjung, sumatera barat.  Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triagulasi data. Hasil menunjukkan bahwa perempuan di nagari sijunjung belum dapat diterima oleh masyarakat secara luas bila dijadikan seorang pemimpin. Faktor penghambat belum adanya pemimpin perempuan yaitu faktor teologis, sosiologis serta historis. Kepemimpinan perempuan di nagari/desa sijunjung akan diterima jika faktor-faktor tersebut bisa di ubah dan ditinjau kembali, sehingga perempuan dapat diterima sebagai pemimpin di nagari/desa.  ABSTRACTThe background of this research is that from 1945 until now there has been no leader of the Nagari/Village of Sijunjung led by a woman. The aim of this research is to reveal the challenges of women's leadership in nagari/villages which are hampered by several factors, both cultural and other factors. The research uses qualitative methods with a case study approach. This research was conducted in Nagari/Sijunjung village, Sijunjung district, West Sumatra. Data was collected through interviews, observation and documentation. Data were analyzed using data triagulation techniques. The results show that women in Nagari Sijunjung have not been widely accepted by society as leaders. The inhibiting factors for the lack of female leaders are theological, sociological and historical factors. Women's leadership in the nagari/village of Sijunjung will be accepted if these factors can be changed and reviewed, so that women can be accepted as leaders in the nagari/village.
Title: TANTANGAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MINANGKABAU DI NAGARI/DESA SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG
Description:
ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini dimana mulai dari tahun 1945 sampai dengan sekarang belum ada pemimpin Nagari/Desa Sijunjung yang dipimpin oleh seorang perempuan.
Tujuan penelitian ini mengungkap tantangan kepemimpinan perempuan di nagari/desa yang dihambat oleh beberapa faktor, baik itu faktor budaya maupun faktor lainnya.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Penelitian ini dilakukan di nagari/desa sijunjung, kabupaten sijunjung, sumatera barat.
  Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Data dianalisis menggunakan teknik triagulasi data.
Hasil menunjukkan bahwa perempuan di nagari sijunjung belum dapat diterima oleh masyarakat secara luas bila dijadikan seorang pemimpin.
Faktor penghambat belum adanya pemimpin perempuan yaitu faktor teologis, sosiologis serta historis.
Kepemimpinan perempuan di nagari/desa sijunjung akan diterima jika faktor-faktor tersebut bisa di ubah dan ditinjau kembali, sehingga perempuan dapat diterima sebagai pemimpin di nagari/desa.
  ABSTRACTThe background of this research is that from 1945 until now there has been no leader of the Nagari/Village of Sijunjung led by a woman.
The aim of this research is to reveal the challenges of women's leadership in nagari/villages which are hampered by several factors, both cultural and other factors.
The research uses qualitative methods with a case study approach.
This research was conducted in Nagari/Sijunjung village, Sijunjung district, West Sumatra.
Data was collected through interviews, observation and documentation.
Data were analyzed using data triagulation techniques.
The results show that women in Nagari Sijunjung have not been widely accepted by society as leaders.
The inhibiting factors for the lack of female leaders are theological, sociological and historical factors.
Women's leadership in the nagari/village of Sijunjung will be accepted if these factors can be changed and reviewed, so that women can be accepted as leaders in the nagari/village.

Related Results

Efektivitas Program Partisipatif Kelompok Perempuan dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat
Efektivitas Program Partisipatif Kelompok Perempuan dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat
Di era otonomi daerah, yang diawali dengan UU RI No. 22 Tahun 1999, yang diamandemen dengan UU RI No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintah lokal, telah memberikan kesempatan bagi otono...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Falsafah Adat Minangkabau dan Hubungannya dengan Administrasi Negara
Falsafah Adat Minangkabau dan Hubungannya dengan Administrasi Negara
AbstractThe Minangkabau community has a very strong traditional philosophy. This philosophy usually explains the way of life and how to socialize with other people. This then led t...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KEUANGAN DAN ASET NAGARI DI NAGARI TARATAK BARU KECAMATAN TANJUNG GADANG KABUPATEN SIJUNJUNG
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KEUANGAN DAN ASET NAGARI DI NAGARI TARATAK BARU KECAMATAN TANJUNG GADANG KABUPATEN SIJUNJUNG
Abstrak Penelitian ini didasari oleh Pengelolaan dan pemanfaatan aset dan keuangan nagari yang wajib dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh pemerintah dalam mengelola  ase...
Deteritorialisasi Khaos Melalui Permainan Musik Calempong di Nagari Unggan
Deteritorialisasi Khaos Melalui Permainan Musik Calempong di Nagari Unggan
This article reveals the element of deterritorialization in the sub-culture of the Minangkabau community with the Deleuze concept. The concept of deterritorialization to reveal wha...
Perempuan Minangkabau dalam Dunia Pers di Sumatra’sWestkust
Perempuan Minangkabau dalam Dunia Pers di Sumatra’sWestkust
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi dan menganalisis bagaimana perkembangan dunia pers di Sumatra’s Westkust? Seberapa besar perempuan Minangkabau mengambil bagian d...

Back to Top