Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NASIONALISME DALAM FILM SUSI SUSANTI LOVE ALL

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji tentang nilai nasionalisme yang terkandung pada Film Susi Susanti Love All. Film ini mengisahkan perjuangan Susi Susanti yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui bulutangkis. Penelitian ini berfokus pada dialog dan adegan melalui plot film Susi Susanti Love All. Penekanan film ini terletak pada jiwa nasionalisme Susi Susanti meskipun belum resmi sebagai warga negara Indonesia. Dia rela berkorban demi kehormatan negaranya. Semangat nasionalisme lahir dari keringat di bidang olahraga. Sedangkan pada film-film lain, biasanya nasionalisme ditunjukkan melalui sebuah maha karya. Film merupakan sarana penyampaian pesan yang mengandung makna yang ditujukan kepada penonton. Penyampaian pesan pada film dapat diketahui melalui alur cerita yang dibangun oleh sutradara. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan prinsip-prinsip nasionalisme dalam narasi cerita Film Susi Susanti Love All melalui analisis naratif pada cerita awal, tengah, dan akhir. Metode penelitian menggunakan data kualitatif dengan analisis naratif model Tzevetan Todorov. Hasil penelitian menunjukkan prinisp-prinsip nasionalisme yang terkandung pada cerita awal adalah prestasi dan kesatuan/persatuan. Kemudian prinsip nasionalisme pada cerita tengah terkait kehormatan dan kesamaan. Sedangkan prinsip nasionalisme pada cerita akhir adalah kesamaan, kepribadian, dan kehormatan.
Title: NASIONALISME DALAM FILM SUSI SUSANTI LOVE ALL
Description:
Penelitian ini mengkaji tentang nilai nasionalisme yang terkandung pada Film Susi Susanti Love All.
Film ini mengisahkan perjuangan Susi Susanti yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui bulutangkis.
Penelitian ini berfokus pada dialog dan adegan melalui plot film Susi Susanti Love All.
Penekanan film ini terletak pada jiwa nasionalisme Susi Susanti meskipun belum resmi sebagai warga negara Indonesia.
Dia rela berkorban demi kehormatan negaranya.
Semangat nasionalisme lahir dari keringat di bidang olahraga.
Sedangkan pada film-film lain, biasanya nasionalisme ditunjukkan melalui sebuah maha karya.
Film merupakan sarana penyampaian pesan yang mengandung makna yang ditujukan kepada penonton.
Penyampaian pesan pada film dapat diketahui melalui alur cerita yang dibangun oleh sutradara.
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan prinsip-prinsip nasionalisme dalam narasi cerita Film Susi Susanti Love All melalui analisis naratif pada cerita awal, tengah, dan akhir.
Metode penelitian menggunakan data kualitatif dengan analisis naratif model Tzevetan Todorov.
Hasil penelitian menunjukkan prinisp-prinsip nasionalisme yang terkandung pada cerita awal adalah prestasi dan kesatuan/persatuan.
Kemudian prinsip nasionalisme pada cerita tengah terkait kehormatan dan kesamaan.
Sedangkan prinsip nasionalisme pada cerita akhir adalah kesamaan, kepribadian, dan kehormatan.

Related Results

Analisis resepsi mahasiswa UNY mengenai nilai-nilai Nasionalisme dalam film Susi Susanti – love all
Analisis resepsi mahasiswa UNY mengenai nilai-nilai Nasionalisme dalam film Susi Susanti – love all
AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui resepsi atau pemaknaan khalayak terhadap nilai-nilai nasionalisme yang disampaikan dalam Film Susi Susanti: Love All. Penelitian in...
NASIONALISME DALAM FILM SURAT KALENG KARYA AZHARI MEUGIT
NASIONALISME DALAM FILM SURAT KALENG KARYA AZHARI MEUGIT
This article studies about nationalism in the film Tin Can by Azhari Meugit the directed by Fauzan Santa. The film was published in 2018 with a 1950s film background. This film is ...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Kepribadian Dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding
Kepribadian Dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding
The life story of Susi Pudjiastuti is admired by many people for her hard work, until becoming successful by having so much company in the field of aviation and fisheries. Susi Pud...
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di rise...
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
Students are the younger generation as the nation's successors, should have a good spirit of nationalism, who can uphold the dignity of the Indonesian nation. The development of gl...
What Are the Reasons for Love?
What Are the Reasons for Love?
<p><span>Romanticism was an intellectual and artistic movement from the late 18th to the mid-19th century. The movement focused on reasoning and materialism. It emphasi...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...

Back to Top