Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi program pelatihan menjahit di UPTD BLK Kota Palangka Raya dengan menggunakan Model CIPPO

View through CrossRef
Evaluation of the sewing training program at the UPTD BLK in Palangka Raya City using the CIPPO Model The objective of this study is to evaluate the achievement of a training program as an effort to assess its effectiveness at the Regional Technical Implementation Unit of the Vocational Training Center (UPTD BLK) in Palangka Raya City, with a specific focus on the sewing training program. The program evaluation concentrates on five key aspects: context, input, process, product, and outcomes. The theoretical discussion in this study applies a descriptive mixed-methods approach, utilizing the CIPPO evaluation model. The data analysis process includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verifying, with data validation conducted through triangulation and member checking. The overall findings of the program evaluation indicate that the implementation of the vocational training program at UPTD BLK Palangka Raya has been carried out fairly well. Among the five aspects analyzed, the product aspect is of particular concern, as the graduation rate of sewing training participants who achieved BNSP national standard certification has not yet reached 100%. Meanwhile, the outcome evaluation, which measures the effectiveness of the competency-based program, showed a 95% achievement rate, reflecting very strong performance. The main challenge identified involves maximizing the use of available equipment, including sharing the use of overlock (obras) sewing machines, allowing participants to continue practicing throughout the training. Additionally, these issues are reported in the program’s final report to the Palangka Raya City Government. Tujuan daripada penelitian ini guna mengevaluasi pencapaian program pelatihan sebagai upaya dalam menilai efektivitas program tersebut di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, secara khusus pada bidang pelatihan menjahit. Evaluasi program memfokuskan pada 5 (lima) aspek: context, input, process, product, dan outcomes. Pembahasan teori dalam penelitian mengenai program ini menerapkan metode deskriptif mixed methods, dengan evaluasi model CIPPO. Analisa data meliputi data collection, data condensation, data display, conclusion, drawing/verifying serta dilakukan validasi data melalui triangulasi dan member check. Temuan penelitian evaluasi program secara keseluruhan, hasil evaluasi mengungkapkan bahwa pelaksanaan program pelatihan kerja di UPTD BLK Kota Palangka Raya telah berjalan dengan cukup baik. Di antara lima aspek yang dianalisis, aspek product menjadi perhatian utama, karena tingkat kelulusan peserta pelatihan menjahit dengan sertifikasi standar nasional BNSP belum mencapai 100%. Sementara itu, hasil evaluasi outcome yang mengukur efektivitas program berbasis kompetensi menunjukkan pencapaian 95%, yang mencerminkan kinerja sangat baik. Kendala yang ada yaitu dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada, menggunakan mesin obras secara bergantian, sehingga peserta tetap bisa melakukan praktik selama pelatihan, serta menyampaikan permasalahan dalam laporan akhir program kepada Pemda Kota Palangka Raya.
Title: Evaluasi program pelatihan menjahit di UPTD BLK Kota Palangka Raya dengan menggunakan Model CIPPO
Description:
Evaluation of the sewing training program at the UPTD BLK in Palangka Raya City using the CIPPO Model The objective of this study is to evaluate the achievement of a training program as an effort to assess its effectiveness at the Regional Technical Implementation Unit of the Vocational Training Center (UPTD BLK) in Palangka Raya City, with a specific focus on the sewing training program.
The program evaluation concentrates on five key aspects: context, input, process, product, and outcomes.
The theoretical discussion in this study applies a descriptive mixed-methods approach, utilizing the CIPPO evaluation model.
The data analysis process includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verifying, with data validation conducted through triangulation and member checking.
The overall findings of the program evaluation indicate that the implementation of the vocational training program at UPTD BLK Palangka Raya has been carried out fairly well.
Among the five aspects analyzed, the product aspect is of particular concern, as the graduation rate of sewing training participants who achieved BNSP national standard certification has not yet reached 100%.
Meanwhile, the outcome evaluation, which measures the effectiveness of the competency-based program, showed a 95% achievement rate, reflecting very strong performance.
The main challenge identified involves maximizing the use of available equipment, including sharing the use of overlock (obras) sewing machines, allowing participants to continue practicing throughout the training.
Additionally, these issues are reported in the program’s final report to the Palangka Raya City Government.
Tujuan daripada penelitian ini guna mengevaluasi pencapaian program pelatihan sebagai upaya dalam menilai efektivitas program tersebut di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, secara khusus pada bidang pelatihan menjahit.
Evaluasi program memfokuskan pada 5 (lima) aspek: context, input, process, product, dan outcomes.
Pembahasan teori dalam penelitian mengenai program ini menerapkan metode deskriptif mixed methods, dengan evaluasi model CIPPO.
Analisa data meliputi data collection, data condensation, data display, conclusion, drawing/verifying serta dilakukan validasi data melalui triangulasi dan member check.
Temuan penelitian evaluasi program secara keseluruhan, hasil evaluasi mengungkapkan bahwa pelaksanaan program pelatihan kerja di UPTD BLK Kota Palangka Raya telah berjalan dengan cukup baik.
Di antara lima aspek yang dianalisis, aspek product menjadi perhatian utama, karena tingkat kelulusan peserta pelatihan menjahit dengan sertifikasi standar nasional BNSP belum mencapai 100%.
Sementara itu, hasil evaluasi outcome yang mengukur efektivitas program berbasis kompetensi menunjukkan pencapaian 95%, yang mencerminkan kinerja sangat baik.
Kendala yang ada yaitu dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada, menggunakan mesin obras secara bergantian, sehingga peserta tetap bisa melakukan praktik selama pelatihan, serta menyampaikan permasalahan dalam laporan akhir program kepada Pemda Kota Palangka Raya.

Related Results

PELUANG KERJA PESERTA PELATIHAN MENJAHIT Studi kasus: Balai Latihan Kerja di Kota Salatiga
PELUANG KERJA PESERTA PELATIHAN MENJAHIT Studi kasus: Balai Latihan Kerja di Kota Salatiga
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana terciptanya peluang kerja setelah adanya pelatihan menjahit yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Sal...
PERAN UPTD BLK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGKATAN KERJA PENGANGGURAN BERDASARKAN TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW
PERAN UPTD BLK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGKATAN KERJA PENGANGGURAN BERDASARKAN TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW
Dengan menggunakan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow sebagai kerangka kerja, penelitianini mengkaji bagaimana Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK)berkontribusi ...
Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Menjahit Di LKP Tri Nur Kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo
Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Menjahit Di LKP Tri Nur Kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk menilai Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Menjahit Di LKP Tri Nur Kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupak...
Role Rattan Industry Subsector analysis of the Economy of Palangka Raya City
Role Rattan Industry Subsector analysis of the Economy of Palangka Raya City
The purpose of this study was to analyze the basic sectors in Palangka Raya City, to analyze the role of the rattan handicraft industry on the economy of Palangka Raya City, and to...
Pelatihan Sulam Pita bagi Warga Rusunawa Jatinegara Kaum, Klender Jakarta Timur
Pelatihan Sulam Pita bagi Warga Rusunawa Jatinegara Kaum, Klender Jakarta Timur
Kelompok Kerja Menjahit (Pokja) di Rusunawa Jatinegara Kaum, Klender dengan ketuanya ibu Sri Winarti mengalami kesulitan dalam mengaktifkan kegiatan, karena minimnya ide-ide kreati...
Development of Drone Training for Agricultural Instructors Based on the ADDIE Method at UPTD Agriculture Region VIII Gumukmas
Development of Drone Training for Agricultural Instructors Based on the ADDIE Method at UPTD Agriculture Region VIII Gumukmas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pelatihan, menyusun rancangan pelatihan, mendeskripsikan implementasi pelatihan, menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kompet...
PENDAMPINGAN PENILAIAN ASET TETAP PADA GKE YERUSALEM PALANGKA RAYA
PENDAMPINGAN PENILAIAN ASET TETAP PADA GKE YERUSALEM PALANGKA RAYA
Abstract: Community service activities carried out by a team of lecturers from the Faculty of Economics and Business, University of Palangka Raya are community service activities a...
Why Do Palangka Raya Muslim Societies Patronize Islamic Banks?
Why Do Palangka Raya Muslim Societies Patronize Islamic Banks?
Abstract The purpose of this paper is to investigate the constructs of Planned Behavior Theory in selection criteria for Islamic banks employed by Palangka Raya Muslim societies. T...

Back to Top