Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA NGUSABHA GEDEBONGDI DESA ADAT NGIS KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM

View through CrossRef
Desa Adat Ngis sampai saat ini masih melestarikan  adat dan  budaya leluhur. Hal ini terlihat dalam kegiatan yang berkaitan dengan upacara adat terutama dalam melaksanakan upacara Panca Yadnya. Ngusabha Gedebong merupakan salah satu upacara Panca Yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Adat Ngis. Sesuai dengan namanya Ngusabha Gedebong sarana utama  upakaranya menggunakan sarana gedebong ( batang pohon pisang). Ngusabha Gedebong  dilaksanakan  setahun sekali setiap Sasih Kaulu.  Disamping  unik, juga belum pernah dilakukan kajian mendalam tentang bentuk, dan makna  Ngusabha Gedebong  di desa Adat Ngis. Berkaitan dengan itu, kajian difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk,  dan makna Ngusabha Gedebong di Desa Adat Ngis tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan empiris. Jenis penelitian kualitatif, penentuan subjek penelitian purposive sampling. Jenis data digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen; serta analisis data deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa bentuk Ngusabha Gedebong  di Desa Adat Ngis yaitu  merupakan jenis Dewa Yadnya yang dilaksanakan  setiap satu tahun sekali, tepatnya pada purnamaning sasih kawulu,  dengan sarana upacara terdiri dari : Bayuhan 1 tanding, bayuhan berisi piser/tumpeng yang terbuat dari nasi jit kuskusan dan di ujungnya berisi garam/uyah yang beralaskan kojong, bayuhan berisi belayag 11 (solas) buah,tehenan atanding berisi beras, benang putih, porosan, segau ( daun dapdap yang dialuskan/ditumbuk ),Ungkab Lawang atanding berisi beras, kelapa yang dikupas kulitnya, sampiyan pakecuan,kerik keramas, berisi segau atangkih, kunyit mekihkih atangkih, kapas dan minyak, gegine metunu atangkih, buah lemo atangkih, suah sunggar  sebagai pensucian,segehan putih kuning,buu,petabuh yaitu : tuak, arak, bere,.toya anyar ( air suci  yang masih sukla ), api takepan, tegteg  yaitu : wakul berisi jajan, biu, tumpeng, kasa putih, sampian kejingjing, banten pejatian yang dihaturkan di Bale Agung, ajuman  dan canang sari, dengan proses pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan penutup.  Sedangkan makna Nngusabha Gedebong  di Desa Adat Ngis yaitu bermakna  mohon kemakmuran, dan wujud syukur.
Lampuhyang, STKIP Agama Hindu Amlapura
Title: MAKNA NGUSABHA GEDEBONGDI DESA ADAT NGIS KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM
Description:
Desa Adat Ngis sampai saat ini masih melestarikan  adat dan  budaya leluhur.
Hal ini terlihat dalam kegiatan yang berkaitan dengan upacara adat terutama dalam melaksanakan upacara Panca Yadnya.
 Ngusabha Gedebong merupakan salah satu upacara Panca Yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Adat Ngis.
 Sesuai dengan namanya Ngusabha Gedebong sarana utama  upakaranya menggunakan sarana gedebong ( batang pohon pisang).
Ngusabha Gedebong  dilaksanakan  setahun sekali setiap Sasih Kaulu.
 Disamping  unik, juga belum pernah dilakukan kajian mendalam tentang bentuk, dan makna  Ngusabha Gedebong  di desa Adat Ngis.
 Berkaitan dengan itu, kajian difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk,  dan makna Ngusabha Gedebong di Desa Adat Ngis tersebut.
Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan empiris.
Jenis penelitian kualitatif, penentuan subjek penelitian purposive sampling.
Jenis data digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder.
Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen; serta analisis data deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi.
 Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa bentuk Ngusabha Gedebong  di Desa Adat Ngis yaitu  merupakan jenis Dewa Yadnya yang dilaksanakan  setiap satu tahun sekali, tepatnya pada purnamaning sasih kawulu,  dengan sarana upacara terdiri dari : Bayuhan 1 tanding, bayuhan berisi piser/tumpeng yang terbuat dari nasi jit kuskusan dan di ujungnya berisi garam/uyah yang beralaskan kojong, bayuhan berisi belayag 11 (solas) buah,tehenan atanding berisi beras, benang putih, porosan, segau ( daun dapdap yang dialuskan/ditumbuk ),Ungkab Lawang atanding berisi beras, kelapa yang dikupas kulitnya, sampiyan pakecuan,kerik keramas, berisi segau atangkih, kunyit mekihkih atangkih, kapas dan minyak, gegine metunu atangkih, buah lemo atangkih, suah sunggar  sebagai pensucian,segehan putih kuning,buu,petabuh yaitu : tuak, arak, bere,.
toya anyar ( air suci  yang masih sukla ), api takepan, tegteg  yaitu : wakul berisi jajan, biu, tumpeng, kasa putih, sampian kejingjing, banten pejatian yang dihaturkan di Bale Agung, ajuman  dan canang sari, dengan proses pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan penutup.
 Sedangkan makna Nngusabha Gedebong  di Desa Adat Ngis yaitu bermakna  mohon kemakmuran, dan wujud syukur.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Manggis merupakan tanaman buah yang termasuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar buah manggis dijual dalam bentuk buah segar, p...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
hak paten gracia
hak paten gracia
AbstractPT. Zena Nirmala Sentosa didirikan pada tahun 1992 di Jakarta. PT ini bergerak di bidang industri makanan dan suplemen yang memproduksi produk-produk kesehatan berbahan ala...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Sang Hyang Sambah dalam Ngusabha Sambah di Desa Pakraman Pesedahan, Manggis, Karangasem (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna)
Sang Hyang Sambah dalam Ngusabha Sambah di Desa Pakraman Pesedahan, Manggis, Karangasem (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna)
<p><em>The use of Sang Hyang Sambah in Ngusabha Sambah ceremony in the village of Pakraman Pesedahan is very unique, as one of the means that support the implementation...

Back to Top