Javascript must be enabled to continue!
Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji strategi branding media sosial Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin untuk komunikasi dakwah. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari wawancara mendalam dengan lima informan kunci dan analisis konten ceramah yang diunggah ke media sosial Facebook, Instagram, dan TikTok tahun 2024 oleh mubalig Kodam XIV Hasanuddin.
Studi ini menemukan tiga temuan penting. Pertama, penggunaan strategi yang inovatif dan spesifik pada platform memainkan peran penting dalam mengoptimalkan keterlibatan. Facebook berfungsi sebagai platform untuk diskusi keagamaan yang mendalam. Instagram, di sisi lain, menekankan penceritaan visual dengan serial seperti “Hadits in Uniform,” dan TikTok secara efektif menargetkan audiens yang lebih muda dengan video pendek seperti “Rapid Fiqh.” Kedua, keterlibatan audiens ditingkatkan melalui waktu posting yang strategis, interaksi langsung, dan tanggapan yang dipersonalisasi. Periode keterlibatan puncak adalah pada jam-jam malam (6-8 malam waktu setempat). Sesi tanya-jawab langsung secara signifikan mengurangi jumlah pemirsa yang tidak hadir dibandingkan dengan konten yang direkam sebelumnya. Ketiga, citra penceramah menggabungkan otoritas agama dengan nilai-nilai militer, memproyeksikan kredibilitas dan integritas moral. Identitas hibrida ini diperkuat melalui unggahan yang menampilkan pelayanan masyarakat, menghindari komentar politik yang memecah belah, dan menjaga keseimbangan antara pesan institusional dan pesan agama.
Melalui strategi-strategi ini, Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk dakwah modern, memanfaatkan potensinya untuk menjangkau khalayak yang beragam dengan tetap mempertahankan keaslian teologis. Studi ini menawarkan rekomendasi praktis, seperti pengembangan modul pelatihan khusus untuk platform tertentu, proses pemeriksaan konten yang lebih baik, dan kerangka kerja “ijtihad algoritmik” untuk mengadaptasi pesan-pesan agama ke platform digital. Rekomendasi-rekomendasi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan keterlibatan media sosial dalam konteks keagamaan.
Danudirja Setyabudi Nusantara
Title: Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial
Description:
Penelitian ini mengkaji strategi branding media sosial Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin untuk komunikasi dakwah.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari wawancara mendalam dengan lima informan kunci dan analisis konten ceramah yang diunggah ke media sosial Facebook, Instagram, dan TikTok tahun 2024 oleh mubalig Kodam XIV Hasanuddin.
Studi ini menemukan tiga temuan penting.
Pertama, penggunaan strategi yang inovatif dan spesifik pada platform memainkan peran penting dalam mengoptimalkan keterlibatan.
Facebook berfungsi sebagai platform untuk diskusi keagamaan yang mendalam.
Instagram, di sisi lain, menekankan penceritaan visual dengan serial seperti “Hadits in Uniform,” dan TikTok secara efektif menargetkan audiens yang lebih muda dengan video pendek seperti “Rapid Fiqh.
” Kedua, keterlibatan audiens ditingkatkan melalui waktu posting yang strategis, interaksi langsung, dan tanggapan yang dipersonalisasi.
Periode keterlibatan puncak adalah pada jam-jam malam (6-8 malam waktu setempat).
Sesi tanya-jawab langsung secara signifikan mengurangi jumlah pemirsa yang tidak hadir dibandingkan dengan konten yang direkam sebelumnya.
Ketiga, citra penceramah menggabungkan otoritas agama dengan nilai-nilai militer, memproyeksikan kredibilitas dan integritas moral.
Identitas hibrida ini diperkuat melalui unggahan yang menampilkan pelayanan masyarakat, menghindari komentar politik yang memecah belah, dan menjaga keseimbangan antara pesan institusional dan pesan agama.
Melalui strategi-strategi ini, Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk dakwah modern, memanfaatkan potensinya untuk menjangkau khalayak yang beragam dengan tetap mempertahankan keaslian teologis.
Studi ini menawarkan rekomendasi praktis, seperti pengembangan modul pelatihan khusus untuk platform tertentu, proses pemeriksaan konten yang lebih baik, dan kerangka kerja “ijtihad algoritmik” untuk mengadaptasi pesan-pesan agama ke platform digital.
Rekomendasi-rekomendasi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan keterlibatan media sosial dalam konteks keagamaan.
Related Results
Conference Committee
Conference Committee
Abstract
Advisory Committee
Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial
Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial
Penelitian ini mengkaji strategi branding media sosial Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin untuk komunikasi dakwah. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan dat...
Dinamika Dharma Santi Nyepi Di Kodam IX/Udayana
Dinamika Dharma Santi Nyepi Di Kodam IX/Udayana
<p><em>The life context of a multidimensional and multicultural society requires guidance in safeguarding the universal values of religions. Kodam IX /Udayana is one of...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
Banyak data multimedia penting yang bertransmisi di internet, seperti data sidik jari, dan perlu dilakukan pengamanan terhadap data tersebut. Pengamanan citra sidik jari dilakukan ...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
CITRA BUDAYA, CITRA LINGKUNGAN, CITRA SOCIOECONOMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN
CITRA BUDAYA, CITRA LINGKUNGAN, CITRA SOCIOECONOMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra budaya, citra lingkungan dan citra sosioeconomi terhadap kepuasan wisatawan yang berkunjung pada daerah destinasi di Ko...

