Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Pemikiran Nasionalisme Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir
View through CrossRef
Nasionalisme secara historis yang dianut oleh berbagai bangsa dan negara memiliki karakteristik dan watak yang berbeda-beda. Fokus dan tujuan pada artikel ini adalah untuk membandingkan pemikiran nasionalisme dalam perspektif Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Datanya diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran nasionalisme Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir di konstruksi berdasarkan indikator keadaan sosial, ekonomi, politik dan budaya di tengah bangsa dan negaranya masing-masing. Di antara ketiganya memiliki perbedaan dan persamaan dalam merumuskan konsep nasionalisme. Gagasan nasionalisme Hitler berlandaskan superioritas ras Arya dan Labensraum (ekspansi), yang menjalankan politik imperialisme. Sukarno merumuskan gagasan nasionalisme berlandaskan pada nilai-nilai keberagaman, pembebasan, perikemanusiaan, persaudaraan antar bangsa dan negara serta anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Sedangkan, konsep nasionalisme Arab yang digaungkan oleh Nasir berdasarkan persamaan bahasa, latar belakang sejarah, budaya dan agama (Islam). Konsep nasionalisme ketiganya memiliki persamaan yang universal yakni persatuan, yang menjadi kunci pokok dalam mengembalikan harkat dan martabat bangsanya masing-masing di tengah situasi krisis dan dominasi asing.
Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau
Title: Perbandingan Pemikiran Nasionalisme Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir
Description:
Nasionalisme secara historis yang dianut oleh berbagai bangsa dan negara memiliki karakteristik dan watak yang berbeda-beda.
Fokus dan tujuan pada artikel ini adalah untuk membandingkan pemikiran nasionalisme dalam perspektif Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Datanya diperoleh dari studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran nasionalisme Adolf Hitler, Sukarno dan Gamal Abdul Nasir di konstruksi berdasarkan indikator keadaan sosial, ekonomi, politik dan budaya di tengah bangsa dan negaranya masing-masing.
Di antara ketiganya memiliki perbedaan dan persamaan dalam merumuskan konsep nasionalisme.
Gagasan nasionalisme Hitler berlandaskan superioritas ras Arya dan Labensraum (ekspansi), yang menjalankan politik imperialisme.
Sukarno merumuskan gagasan nasionalisme berlandaskan pada nilai-nilai keberagaman, pembebasan, perikemanusiaan, persaudaraan antar bangsa dan negara serta anti-kolonialisme dan anti-imperialisme.
Sedangkan, konsep nasionalisme Arab yang digaungkan oleh Nasir berdasarkan persamaan bahasa, latar belakang sejarah, budaya dan agama (Islam).
Konsep nasionalisme ketiganya memiliki persamaan yang universal yakni persatuan, yang menjadi kunci pokok dalam mengembalikan harkat dan martabat bangsanya masing-masing di tengah situasi krisis dan dominasi asing.
Related Results
BOOK REVIEW_NUCLEAR SUKARNO: INITIAL STUDY OF INDONESIAN ATOMIC POLITICS 1958-1967_NUKLIR SUKARNO: KAJIAN AWAL ATAS POLITIK TENAGA ATOM INDONESIA 1958-1967
BOOK REVIEW_NUCLEAR SUKARNO: INITIAL STUDY OF INDONESIAN ATOMIC POLITICS 1958-1967_NUKLIR SUKARNO: KAJIAN AWAL ATAS POLITIK TENAGA ATOM INDONESIA 1958-1967
“Nuklir Sukarno: Kajian awal atas politik tenaga atom indonesia 1958-1967” is one of Teuku Reza Fadeli's works published in 2021. This book explains how Sukarno's desire to have nu...
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
Students are the younger generation as the nation's successors, should have a good spirit of nationalism, who can uphold the dignity of the Indonesian nation. The development of gl...
PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)
PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)
AbstractPersuasive In Islamic Lecturing KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. The purpose of this study was to describe the use of form and persuasion techniques used in KH's recitation ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Relevansi Nasionalisme dan Moderasi Beragama di Lingkungan Multikultural: Paradigma Al-Qur’an dalam Membangun Harmoni Umat
Relevansi Nasionalisme dan Moderasi Beragama di Lingkungan Multikultural: Paradigma Al-Qur’an dalam Membangun Harmoni Umat
Konflik keberagaman di lingkungan multikultural menjadi tantangan yang tidak kunjung berhenti. Terutama di Indonesia sebagai negara dengan latar belakang heterogen menjadikan kea...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di rise...
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, produk pemikiran fatwa ulama, produk pemikiran keputusan pengadilan (yurisprudensi), produk pemikiran...

