Javascript must be enabled to continue!
Kapabilitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam Program Keluarga Berencana Ditinjau dari Collaborative Governance
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kapabilitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam Pengendalian Kuantitas Penduduk Di Desa Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Fokus penelitian ini adalah langkah yang dilakukan oleh BKKBN dengan target pengendalian kelahiran dan penurunan angka kematian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data-data yang disajikan menggunakan data primer dan sekunder melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, BKKBN dalam pengendalian kuantitas penduduk sudah melakukan tugasnya secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari penguatan akses pelayanan KB (Keluarga Berencana) dengan memberikan sosialisasi, pelatihan peningkatan kompetensi Manajerial dan Sosiokultura bagi tenaga Petugas Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Kemudian BKKBN juga telah memberikan pelatihan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada civil society seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh penting yang ada diwilayah Kecamatan Krucil. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan BKKBN tidak terlepas dari peran 3 elemen, yaitu elemen pemerintahan (government), elemen kelompok professional front-line (private sector), elemen masyarakat (society) selanjutnya disebut collaborative governance.
Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia
Title: Kapabilitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam Program Keluarga Berencana Ditinjau dari Collaborative Governance
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kapabilitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam Pengendalian Kuantitas Penduduk Di Desa Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Fokus penelitian ini adalah langkah yang dilakukan oleh BKKBN dengan target pengendalian kelahiran dan penurunan angka kematian.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Data-data yang disajikan menggunakan data primer dan sekunder melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara.
Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, BKKBN dalam pengendalian kuantitas penduduk sudah melakukan tugasnya secara maksimal, hal ini dapat dilihat dari penguatan akses pelayanan KB (Keluarga Berencana) dengan memberikan sosialisasi, pelatihan peningkatan kompetensi Manajerial dan Sosiokultura bagi tenaga Petugas Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Kemudian BKKBN juga telah memberikan pelatihan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada civil society seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh penting yang ada diwilayah Kecamatan Krucil.
Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan BKKBN tidak terlepas dari peran 3 elemen, yaitu elemen pemerintahan (government), elemen kelompok professional front-line (private sector), elemen masyarakat (society) selanjutnya disebut collaborative governance.
Related Results
Statistika Kependudukan Untuk Rencana Kebijakan Kependudukan Daerah
Statistika Kependudukan Untuk Rencana Kebijakan Kependudukan Daerah
Statistika kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dua cabang keilmuan, yaitu ilmu statistika dan ilmu kependudukan. Dua cabang ilmu ini terintegrasi dalam ilmu statistika kepend...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM: ANALISIS PERATURAN KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM: ANALISIS PERATURAN KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan struktur sosial. Pemerintah sebagai regulator masyarakat berperan dalam mengatur kebija...
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA (PKB) PADA BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (BKBPP) KABUPATEN KARAWANG
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA (PKB) PADA BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (BKBPP) KABUPATEN KARAWANG
ABSTRACT
The result of preliminary studies was found that Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Performance is not yet optimal. Of the many factors that cause is found, Ca...
HUBUNGAN PAPARAN INFORMASI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT KOTA DENPASAR
HUBUNGAN PAPARAN INFORMASI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT KOTA DENPASAR
Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan Program Pembangunan Keluarga Ke...
Keluarga Berencana (KB) Dalam Perspektif Maqashid Syariah
Keluarga Berencana (KB) Dalam Perspektif Maqashid Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui dasar hukum Islam pada program keluarga berencana, dan untuk mengetahui program Keluarga Berencana (KB) dalam kajian maqashid s...
PERUBAHAN TOPIK MEDIA TENTANG PROGRAM BERENCANA PASCAREBRANDING BKKBN: PENDEKATAN PEMODELAN TOPIK DIGITAL
PERUBAHAN TOPIK MEDIA TENTANG PROGRAM BERENCANA PASCAREBRANDING BKKBN: PENDEKATAN PEMODELAN TOPIK DIGITAL
Di akhir tahun 2019, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan kebijakan rebranding. Kebijakan rebranding bertujuan untuk merespon perubahan lingkungan s...

