Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA (Tn. Y) DENGAN DIAGNOSA PRE OPERASI CLOSED FRAKTUR PATELLA DEXTRA DI RUANG EDELWEISS RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA

View through CrossRef
Latar Belakang: Globalisasi menambah berbagai macam penyakit di Indonesia. Untuk mengobatinya yaitu dari tindakan non-bedah, hingga pembedahan salah satunya di ruang Edelweiss RSUD Bayu Asih Purwakarta pada 3 bulan terakhir sebanyak 259 pasien menjalani operasi. Pasien yang menghadapi operasi terkadang dihadapkan dengan kecemasan, hal tersebut mengganggu proses penyembuhan. Salah satu terapi yang menanggulangi kecemasan adalah Hipnosis Lima Jari yaitu cara relaksasi kekuatan pikiran. Teknik ini dimulai dengan meminta klien menutup matanya dan menarik napas dalam. Kemudian pasien didorong untuk relaksasi mengosongkan pikiran, pasien dapat fokus terhadap bayangan yang mereka pikirkan, dan mulailah pasien untuk memenuhi pikiran dengan bayangan yang menyenangkan. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan terapi Hipnosis dengan Lima Jari Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi. Metode: Metode yang digunakan adalah observasi tingkat kecemasan menggunakan alat ukur cemas yaitu HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Penerapan terapi ini dilakukan 3 kali Pada Pasien (Tn. Y) usia 38 tahun dengan Diagnosa Pre Operasi Closed Fraktur Patella Dextra Di Ruang Edelweiss Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta Hasil: hasil sebelum diberikan teknik hipnosis lima jari pada klien menggunakan skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) didapat skor 26 (kecemasan sedang), observasi setelah diberikan teknik hipnosis lima jari skor total 12 (cemas ringan). Hasil observasi menunjukan penurunan tingkat cemas pada pasien mencapai rata-rata turun 4 skor. Penurunan skor kecemasan ini terjadi karena adanya faktor lingkungan yang membuatnya pasien nyaman, mendapatkan suport dari keluarganya, dan semangat pasien untuk sembuh kembali. Kesimpulan: maka dari data-data diatas disimpulkan bahwa terapi Hipnosis Lima Jari terbukti efektif menurunkan skala kecemasan. Kata Kunci : Terapi Hipnosis Lima Jari, Kecemasan Pre Operasi, Hamilton Anxiety Rating Scale
Title: PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA (Tn. Y) DENGAN DIAGNOSA PRE OPERASI CLOSED FRAKTUR PATELLA DEXTRA DI RUANG EDELWEISS RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA
Description:
Latar Belakang: Globalisasi menambah berbagai macam penyakit di Indonesia.
Untuk mengobatinya yaitu dari tindakan non-bedah, hingga pembedahan salah satunya di ruang Edelweiss RSUD Bayu Asih Purwakarta pada 3 bulan terakhir sebanyak 259 pasien menjalani operasi.
Pasien yang menghadapi operasi terkadang dihadapkan dengan kecemasan, hal tersebut mengganggu proses penyembuhan.
Salah satu terapi yang menanggulangi kecemasan adalah Hipnosis Lima Jari yaitu cara relaksasi kekuatan pikiran.
Teknik ini dimulai dengan meminta klien menutup matanya dan menarik napas dalam.
Kemudian pasien didorong untuk relaksasi mengosongkan pikiran, pasien dapat fokus terhadap bayangan yang mereka pikirkan, dan mulailah pasien untuk memenuhi pikiran dengan bayangan yang menyenangkan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan terapi Hipnosis dengan Lima Jari Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi.
Metode: Metode yang digunakan adalah observasi tingkat kecemasan menggunakan alat ukur cemas yaitu HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale).
Penerapan terapi ini dilakukan 3 kali Pada Pasien (Tn.
Y) usia 38 tahun dengan Diagnosa Pre Operasi Closed Fraktur Patella Dextra Di Ruang Edelweiss Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta Hasil: hasil sebelum diberikan teknik hipnosis lima jari pada klien menggunakan skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) didapat skor 26 (kecemasan sedang), observasi setelah diberikan teknik hipnosis lima jari skor total 12 (cemas ringan).
Hasil observasi menunjukan penurunan tingkat cemas pada pasien mencapai rata-rata turun 4 skor.
Penurunan skor kecemasan ini terjadi karena adanya faktor lingkungan yang membuatnya pasien nyaman, mendapatkan suport dari keluarganya, dan semangat pasien untuk sembuh kembali.
Kesimpulan: maka dari data-data diatas disimpulkan bahwa terapi Hipnosis Lima Jari terbukti efektif menurunkan skala kecemasan.
Kata Kunci : Terapi Hipnosis Lima Jari, Kecemasan Pre Operasi, Hamilton Anxiety Rating Scale.

Related Results

Transfer Jari Kedua Jari Kaki untuk Rekonstruksi Jari Pertama Jari Tangan Setelah Trauma Listrik (Laporan Kasus)
Transfer Jari Kedua Jari Kaki untuk Rekonstruksi Jari Pertama Jari Tangan Setelah Trauma Listrik (Laporan Kasus)
Latar belakang: jari pertama memiliki peran yang sangat penting pada fungsi tangan. Rekonstruksi jari pertama jari tangan dapat dilakukan menggunakan jari pertama jari. Jari kedua ...
ANALISIS DISTRIBUSI TEKANAN FLUIDA CAIR YANG MELALUI ELBOW 90O DENGAN VARIASI JARI-JARI KELENGKUNGAN
ANALISIS DISTRIBUSI TEKANAN FLUIDA CAIR YANG MELALUI ELBOW 90O DENGAN VARIASI JARI-JARI KELENGKUNGAN
Penggunaan pipa dalam suatu sistem saluran fluida banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Efisiensi dari suatu sistem saluran akan tercapai maksimal apabila desain atau peranc...
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRE OPERASI CLOSE FRAKTUR
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRE OPERASI CLOSE FRAKTUR
Latar Belakang: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh, salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah dengan pembedahan. Tindakan pem...
Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari untuk Menurunkan Kecemasan pada Mahasiswa Menghadapi Skripsi Prodi Keperawatan di Universitas Malahayati
Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari untuk Menurunkan Kecemasan pada Mahasiswa Menghadapi Skripsi Prodi Keperawatan di Universitas Malahayati
ABSTRACT Anxiety is a feeling of fear of something happening caused by anticipation of danger and is a signal that helps individuals to prepare to take action against threats. obse...
Influence of patella height after patella fracture on clinical outcome: a 13-year period
Influence of patella height after patella fracture on clinical outcome: a 13-year period
Abstract Introduction The incidence of patella fracture is statistically low (0.5–1.5%) compared to other fractures of the extremities [Patella frac...
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
Telah dilakukan penentuan nilai tegangan operasional detektor isian gas Geiger Muller dengan perbedaan jari-jari windownya. Tegangan operasional didapatkan dengan melakukan pencaca...
Karakteristik Pekerja Industri Tekstil yang Terdiagnosis Kanker di Purwakarta
Karakteristik Pekerja Industri Tekstil yang Terdiagnosis Kanker di Purwakarta
Pekerja industri berisiko terkena kecelakaan, kecacatan, dan kematian akibat kerja. Hasil survei dari International Labour Organization menunjukkan bahwa prevalensi terbesar penyeb...

Back to Top