Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRE OPERASI CLOSE FRAKTUR
View through CrossRef
Latar Belakang: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh, salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah dengan pembedahan. Tindakan pembedahan merupakan tindakan yang berisiko baik terhadap pasien maupun terhadap operator beserta staf, sehingga dapat menyebabkan pasien menjadi cemas dan tekanan darah meningkat.
Tujuan: Mengetahui hubungan kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi close fraktur.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasi, menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada tanggal 21 Januari - 21 Maret 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan operasi fraktur tertutup dan sampel yang didapatkan pada penelitian ini sejumlah 31 responden. Instrumen berupa kuesioner dan tensimeter. Data di uji menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk data diperoleh berdistribusi tidak normal. Tehnik analisa data penelitian ini menggunakan uji Spearman pada signifikasi 0.01% < 0.05%.
Hasil: Kecemasan pada pasien pre operasi close fraktur sebagian besar adalah kecemasan sedang dan mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 15 responden (53.6%). Terdapat hubungan positif antara kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi close fraktur dengan nilai r 0.568 dan p value 0.001.
Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin tinggi tekanan darah pasien pre operasi close fraktur.
Politeknik Pratama Purwokerto
Title: HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRE OPERASI CLOSE FRAKTUR
Description:
Latar Belakang: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh, salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah dengan pembedahan.
Tindakan pembedahan merupakan tindakan yang berisiko baik terhadap pasien maupun terhadap operator beserta staf, sehingga dapat menyebabkan pasien menjadi cemas dan tekanan darah meningkat.
Tujuan: Mengetahui hubungan kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi close fraktur.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasi, menggunakan pendekatan cross sectional.
Penelitian dilakukan di RSUD dr.
Soehadi Prijonegoro Sragen pada tanggal 21 Januari - 21 Maret 2019.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan operasi fraktur tertutup dan sampel yang didapatkan pada penelitian ini sejumlah 31 responden.
Instrumen berupa kuesioner dan tensimeter.
Data di uji menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk data diperoleh berdistribusi tidak normal.
Tehnik analisa data penelitian ini menggunakan uji Spearman pada signifikasi 0.
01% < 0.
05%.
Hasil: Kecemasan pada pasien pre operasi close fraktur sebagian besar adalah kecemasan sedang dan mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 15 responden (53.
6%).
Terdapat hubungan positif antara kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi close fraktur dengan nilai r 0.
568 dan p value 0.
001.
Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin tinggi tekanan darah pasien pre operasi close fraktur.
Related Results
Hubungan antara tipe fraktur zygomaticomaxillary complex dengan gangguan fungsi bola mata, fraktur orbital floor dan tindakan bone graft di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar
Hubungan antara tipe fraktur zygomaticomaxillary complex dengan gangguan fungsi bola mata, fraktur orbital floor dan tindakan bone graft di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar
Introduction: A zygomaticomaxillary complex fracture is the most common facial fracture after a nose fracture. Serious eye injuries most often complicate these fractures and are al...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA (Tn. Y) DENGAN DIAGNOSA PRE OPERASI CLOSED FRAKTUR PATELLA DEXTRA DI RUANG EDELWEISS RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA
PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA (Tn. Y) DENGAN DIAGNOSA PRE OPERASI CLOSED FRAKTUR PATELLA DEXTRA DI RUANG EDELWEISS RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA
Latar Belakang: Globalisasi menambah berbagai macam penyakit di Indonesia. Untuk mengobatinya yaitu dari tindakan non-bedah, hingga pembedahan salah satunya di ruang Edelweiss RSUD...
Hubungan Kadar Natrium Darah dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Hubungan Kadar Natrium Darah dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Abstract: Hypertension has become a significant health problem globally, with serious consequences for cardiovascular diseases and high mortality rates. This disease ranks first in...
Implementasi Program Telenursing Berbasis Pemberdayaan Keluarga dalam Pengontrolan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Implementasi Program Telenursing Berbasis Pemberdayaan Keluarga dalam Pengontrolan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Tingginya angka kematian akibat hipertensi yang tidak terkendali di Indonesia membutuhkan perawatan jangka panjang yang dapat dilaksanakan dengan keterlibatan keluarga dan pemanfaa...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Lansia Dengan Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Lansia Dengan Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah
Penuaan merupakan suatu proses alami dalam siklus kehidupan manusia, dan dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya penyakit kronis, termasuk hipertensi, semakin meningkat. Tingka...

