Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi komunikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam mewujudkan “satu data perkebunan”

View through CrossRef
The communication strategy of Indonesia’s Central Bureau of Statistics (BPS) in realizing the “one plantation data” initiative This study aims to understand how the Communication Strategies of the Indonesian Central Statistics Agency (BPS) innovate to develop a data collection system for large companies under BPS’s responsibility. The informants in this research are Civil Servants from the Directorate of Statistics for Food Crops, Horticulture, and Plantations and representatives from plantation companies. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Theories applied include the Interpersonal Communication Theory by Joseph A. Devito and the Diffusion of Innovations Theory by Everett M. Rogers. The findings of this study indicate that the interpersonal communication strategies implemented, including openness, empathy, supportive attitudes, positive feelings, and equality, are vital in developing an innovative data collection system for large companies. The centralized diffusion communication model implies that the dissemination of innovation is carried out linearly from BPS to the relevant stakeholders through team coordination, involvement of plantation companies, the development of the Sedia Data Perkebunan Online system (SEDAPP Online), and training for operators from each company. Through SEDAPP Online, BPS can engage stakeholders actively in realizing "One Data for Plantations". It is hoped that BPS can apply this model to various future data collection activities across different sectors. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi BPS dalam berinovasi untuk membangun sistem pengumpulan data perusahaan besar yang menjadi tanggung jawab BPS. Informan dalam penelitian ini adalah Apararatur Sipil negara (ASN) Direktorat Statistik Tanamaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dan perwakilan perusahaan perkebunan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Interpersonal menurut Joseph A Devito dan Teori Difusi Inovasi milik Everett M Rogers. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan menjadi instrumen penting dalam membangun sebuah inovasi sistem pengumpulan data pada perusahaan besar. Model komunikasi sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari BPS kepada stakeholder terkait melalui pelaksanaan koordinasi tim, pelibatan Perusahaan Perkebunan, Pembangunan system Sedia Data Perkebunan Online (SEDAPP Online), dan pelatihan terhadap operator dari masing-masing Perusahaan. Melalui SEDAPP Online BPS mampu untuk mengajak stakeholder berkontribusi aktif dalam mewujudkan “Satu Data Perkebunan”. Kedepan harapannya BPS mampu menerapkan model ini dalam berbagai kegiatan pengumpulan data pada berbagai sektor.
Title: Strategi komunikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam mewujudkan “satu data perkebunan”
Description:
The communication strategy of Indonesia’s Central Bureau of Statistics (BPS) in realizing the “one plantation data” initiative This study aims to understand how the Communication Strategies of the Indonesian Central Statistics Agency (BPS) innovate to develop a data collection system for large companies under BPS’s responsibility.
The informants in this research are Civil Servants from the Directorate of Statistics for Food Crops, Horticulture, and Plantations and representatives from plantation companies.
The research uses a qualitative approach with a descriptive method.
Theories applied include the Interpersonal Communication Theory by Joseph A.
Devito and the Diffusion of Innovations Theory by Everett M.
Rogers.
The findings of this study indicate that the interpersonal communication strategies implemented, including openness, empathy, supportive attitudes, positive feelings, and equality, are vital in developing an innovative data collection system for large companies.
The centralized diffusion communication model implies that the dissemination of innovation is carried out linearly from BPS to the relevant stakeholders through team coordination, involvement of plantation companies, the development of the Sedia Data Perkebunan Online system (SEDAPP Online), and training for operators from each company.
Through SEDAPP Online, BPS can engage stakeholders actively in realizing "One Data for Plantations".
It is hoped that BPS can apply this model to various future data collection activities across different sectors.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi BPS dalam berinovasi untuk membangun sistem pengumpulan data perusahaan besar yang menjadi tanggung jawab BPS.
Informan dalam penelitian ini adalah Apararatur Sipil negara (ASN) Direktorat Statistik Tanamaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dan perwakilan perusahaan perkebunan.
Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Interpersonal menurut Joseph A Devito dan Teori Difusi Inovasi milik Everett M Rogers.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan menjadi instrumen penting dalam membangun sebuah inovasi sistem pengumpulan data pada perusahaan besar.
Model komunikasi sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari BPS kepada stakeholder terkait melalui pelaksanaan koordinasi tim, pelibatan Perusahaan Perkebunan, Pembangunan system Sedia Data Perkebunan Online (SEDAPP Online), dan pelatihan terhadap operator dari masing-masing Perusahaan.
Melalui SEDAPP Online BPS mampu untuk mengajak stakeholder berkontribusi aktif dalam mewujudkan “Satu Data Perkebunan”.
Kedepan harapannya BPS mampu menerapkan model ini dalam berbagai kegiatan pengumpulan data pada berbagai sektor.

Related Results

Kondisi Pertumbuhan Masyarakat Desa Sidorejo Kabupaten Mojokerto Dalam Pencatatan Badan Pusat Statistik
Kondisi Pertumbuhan Masyarakat Desa Sidorejo Kabupaten Mojokerto Dalam Pencatatan Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintah non departemen yang berfungsi sebagai penyedia data statistik dasar bagi pemerintah dan masyarakat umum, nasional dan daerah. ...
The Multiple Bedding Planes (BPs) Effect on Fracture Height Propagation: Experimental Study and Field Data Analysis
The Multiple Bedding Planes (BPs) Effect on Fracture Height Propagation: Experimental Study and Field Data Analysis
Abstract Geological structures such as pre-existence of multiple bedding planes (BPs) significantly influence the hydraulic fracture height propagation in shale gas ...
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
ABSTRACT The Covid-19 pandemic has changed economic conditions in various countries, including Indonesia. One of the sectors affected is the capital market sector which can also de...
PERBEDAAN BADAN HUKUM PUBLIK DAN BADAN HUKUM PRIVAT
PERBEDAAN BADAN HUKUM PUBLIK DAN BADAN HUKUM PRIVAT
Berdasarkan Pasal 1ayat (1) danPasal2 NBW yang dimaksudkan dengan badan hukum publik itu adalah Negara, provinsi, kotapraja-kotapraja (kabupaten/kota), The Waterboardsdan lembaga l...
Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sambas
Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sambas
Indonesia dikenal sebagai negara agraris sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan devisa negara disamping sektor unggulan lainnya. Sektor per-ta...
STRATEGI KOMUNIKASI PRAJURU DALAM MEMILIH PRAWAYAH DI DESA ADAT TIMBRAH KABUPATEN KARANGASEM
STRATEGI KOMUNIKASI PRAJURU DALAM MEMILIH PRAWAYAH DI DESA ADAT TIMBRAH KABUPATEN KARANGASEM
ABSTRAK Prajuru Desa Adat Timbrah kesulitan dalam memilih prawayah. Kesulitan ini membuat prajuru harus melakukan strategi komunikasi. Bagaimana strategi komunikasi ini dila...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down sy...

Back to Top